Tangerang, Klikbmi.com: Bergabung sebagai anggota Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) sejak 10 Mei 2019, Suryati tak hanya mendapatkan akses terhadap produk simpanan dan pembiayaan. Lebih dari itu, ia merasakan bagaimana koperasi dapat menjadi bagian dari perjalanan pengembangan usaha melalui akses jejaring, pendampingan, hingga peluang pemasaran.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Suryati merupakan anggota Kopsyah BMI Cabang Cikupa, Rembug Pusat 10 Mei 2019. Perempuan yang berdomisili di Serdang Asri 2 Blok B2 No. 10, Desa Panongan, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, ini merupakan pelaku usaha sekaligus pemilik brand Goorich yang memproduksi Goorich Stick Mangrove.
Salah satu capaian yang dirasakan Suryati adalah ketika dirinya mengikuti program Program KUMITRA (Kemudahan Usaha Mikro untuk Bermitra) yang diinisiasi oleh Kementerian UMKM Republik Indonesia yang bertujuan menghubungkan pengusaha mikro dengan usaha besar, ritel modern, dan lokapasar. Dalam program tersebut, ia memperoleh kesempatan mengikuti berbagai tahapan kegiatan, mulai dari pertemuan melalui Zoom hingga pertemuan langsung dengan sejumlah buyer.

Kesempatan tersebut kemudian membawanya mengikuti proses kurasi produk. Alhamdulillah, produk Goorich Stick Mangrove yang dibawanya berhasil lolos kurasi dan mendapatkan kesempatan untuk dipasarkan di 50 gerai Indomaret yang berada di Kabupaten Tangerang.
Bagi Suryati, capaian tersebut bukan sekadar keberhasilan produk masuk ke jaringan pemasaran yang lebih luas. Ia melihatnya sebagai salah satu buah dari kolaborasi berbagai pihak sekaligus bukti bahwa pelaku usaha anggota koperasi dapat berkembang apabila mendapatkan akses dan pendampingan yang tepat.
“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Koperasi Benteng Mikro Indonesia yang mendampingi saya untuk mengikuti kegiatan KUMITRA. Saya mendapatkan kesempatan mengikuti program selama beberapa hari, mengikuti Zoom meeting dan bertatap muka dengan beberapa buyer. Alhamdulillah, produk Goorich Stick Mangrove yang saya bawa lolos kurasi dan mendapatkan kesempatan dipasarkan di 50 gerai Indomaret di Kabupaten Tangerang,” ujar Suryati.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak, termasuk Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang, yang turut memfasilitasi legalitas, tempat, serta ruang bagi para pelaku UMKM untuk memperkenalkan dan mengembangkan produknya.
“Terima kasih juga karena kegiatan KUMITRA ini melibatkan beberapa badan hukum dan dinas, khususnya Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang yang telah memfasilitasi legalitas, tempat dan kesempatan. Akhirnya kami sebagai pelaku UKM diberikan kesempatan mengikuti kurasi dan alhamdulillah bisa lolos,” katanya.

Selain akses pasar, Suryati juga memanfaatkan produk pembiayaan Kopsyah BMI untuk menunjang kebutuhan usaha dan keluarganya. Ia mengambil pembiayaan Mikro Mitra Multiguna untuk pengadaan dua unit telepon seluler, masing-masing Vivo V40 Lite dan Vivo Y28, dengan total plafon Rp6,6 juta.
“Karena saya membutuhkan handphone untuk kebutuhan usaha, anak juga untuk kebutuhan sekolah atau kuliah, saya mengambil dua handphone senilai Rp6,6 juta dengan cicilan sekitar Rp700 ribu setiap bulan. Alhamdulillah sudah lunas pada April sebelum RAT,” ungkapnya.
Bagi Suryati, pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa layanan koperasi dapat menjawab kebutuhan anggota secara lebih luas. Tidak hanya pembiayaan, ia menyebut layanan produk dan jasa yang tersedia di Kopsyah BMI juga dapat dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas ekonomi anggota.
“Alhamdulillah dengan bergabung di BMI saya merasakan kemudahan-kemudahan. Layanan di BMI sangat lengkap, untuk produk, jasa dan lainnya sudah tersedia,” ujarnya.
Pengalaman positif tersebut kemudian mendorong Suryati untuk mengajak pelaku usaha lainnya bergabung menjadi anggota Kopsyah BMI. Ia mengaku telah mengajak hampir 10 pelaku usaha untuk bergabung.
Menurutnya, menjadi bagian dari BMI bukan hanya tentang mendapatkan layanan koperasi, tetapi juga membuka peluang untuk terhubung dengan jaringan usaha yang lebih luas. Para pelaku usaha yang bergabung diharapkan dapat memperoleh arahan serta peluang untuk terhubung dengan mitra-mitra BMI dalam pengembangan dan pemasaran produk.
“Saya mempromosikan BMI kepada teman-teman pelaku usaha. Alhamdulillah sudah hampir 10 yang bergabung. Niat saya mengajak teman-teman pelaku usaha untuk bergabung di BMI agar mendapatkan arahan dan juga dibantu untuk terhubung dengan beberapa mitra BMI dalam pemasaran produknya,” tutur Suryati.
Kisah Suryati menjadi gambaran bahwa pemberdayaan koperasi tidak berhenti pada pemberian akses modal. Ketika akses pembiayaan dipadukan dengan layanan, jejaring, pendampingan dan pembukaan akses pasar, koperasi dapat mengambil peran lebih besar dalam membantu anggota meningkatkan kapasitas usahanya.
Presiden Direktur Koperasi BMI Group, Kamaruddin Batubara, menegaskan bahwa koperasi sejatinya harus mampu menjadi ekosistem yang membuat anggota tumbuh. Menurutnya, keberhasilan anggota tidak cukup diukur dari seberapa besar pembiayaan yang diterima, tetapi dari sejauh mana layanan koperasi mampu mendorong anggota menjadi lebih produktif dan mandiri.
“Koperasi bukan hanya tempat anggota mendapatkan pembiayaan. Koperasi harus menjadi rumah pemberdayaan, tempat anggota mendapatkan akses, pendampingan, jejaring dan peluang agar usahanya bisa berkembang. Ketika anggota naik kelas, di situlah koperasi benar-benar memberikan manfaat,” ujar Pria yang karib disapa Kambara itu.
Semangat tersebut sejalan dengan prinsip Kopsyah BMI “Melayani dengan Hati Nurani”, dengan menempatkan anggota sebagai bagian utama dalam gerakan koperasi. Pemberdayaan diarahkan agar anggota tidak hanya menjadi pengguna layanan, tetapi tumbuh menjadi pelaku ekonomi yang semakin mandiri, produktif dan mampu mengembangkan usaha keluarganya.

Bagi Suryati, perjalanan bersama Kopsyah BMI kini menghadirkan harapan baru. Dari seorang anggota yang memanfaatkan pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan produktif, ia kini membawa produk Gorit Stick Mangrove menuju pasar yang lebih luas melalui kesempatan pemasaran di 50 gerai Indomaret di Kabupaten Tangerang.
Ia berharap kolaborasi dan dukungan terhadap pelaku UMKM dapat terus berkembang sehingga semakin banyak usaha anggota yang mampu naik kelas dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian keluarga.
“Semoga langkah ini menjadi tujuan untuk memakmurkan dan memberikan dampak dalam memperbaiki perekonomian keluarga saya,” pungkas Suryati. (Nur/Humas)
