Tangerang, Klikbmi.com: Transparansi informasi yang disampaikan petugas lapangan serta nilai manfaat yang dirasakan anggota menjadi dua faktor penting dalam membangun loyalitas terhadap koperasi. Hal tersebut tergambar dalam penelitian Karlina, mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA) Banten, yang mengkaji loyalitas anggota Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI).
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Penelitian berjudul Pengaruh Transparansi Informasi Petugas Lapangan dan Perceived Value terhadap Loyalitas Anggota yang Dimoderasi oleh Trust sebagai Variabel Moderasi pada Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (BMI) ini melibatkan 400 anggota Kopsyah BMI sebagai responden. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui aplikasi SmartPLS 4.0.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa transparansi informasi petugas lapangan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas anggota. Hasil pengujian memperoleh koefisien sebesar 0,109 dengan nilai signifikansi 0,030. Temuan ini menunjukkan bahwa keterbukaan informasi yang diberikan petugas memiliki hubungan dengan meningkatnya loyalitas anggota terhadap koperasi.
Keterbukaan informasi tentang Koperasi Syariah BMI dapat dilihat juga pada website nya: https://kopsyah.koperasibmigrup.co.id/
Selain transparansi, perceived value atau nilai manfaat yang dirasakan anggota juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas. Variabel ini memperoleh koefisien sebesar 0,460 dengan nilai signifikansi 0,000. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa manfaat yang dirasakan anggota menjadi salah satu aspek penting dalam membentuk hubungan jangka panjang antara anggota dan koperasi.
Dalam penelitian ini, Karlina juga menguji peran trust atau kepercayaan sebagai variabel moderasi. Hasilnya menunjukkan bahwa pengaruh moderasi kepercayaan pada hubungan transparansi informasi dan loyalitas anggota bersifat signifikan dengan arah koefisien negatif. Sementara itu, kepercayaan tidak terbukti memoderasi hubungan antara perceived value dan loyalitas anggota secara signifikan. Dengan demikian, penelitian ini turut memberikan gambaran bahwa hubungan antarvariabel dalam membentuk loyalitas anggota memiliki dinamika yang perlu dicermati.
Temuan tersebut menjadi pengingat bahwa pelayanan koperasi tidak hanya berkaitan dengan penyediaan produk dan layanan, tetapi juga bagaimana informasi disampaikan secara terbuka, mudah dipahami, serta memberikan manfaat nyata bagi anggota. Transparansi dalam pelayanan dan nilai manfaat yang dirasakan menjadi bagian penting dalam menjaga hubungan baik antara koperasi dan para anggotanya.

Bagi Kopsyah BMI, pelayanan yang mengedepankan keterbukaan informasi dan kebutuhan anggota merupakan bagian dari komitmen untuk terus tumbuh bersama masyarakat. Sebagai koperasi yang menempatkan anggota sebagai pemilik sekaligus pengguna layanan, BMI terus berupaya menghadirkan pelayanan yang dekat, mudah diakses, dan memberikan nilai tambah bagi kehidupan ekonomi keluarga anggota.
Melalui semangat Melayani dengan Hati Nurani, Kopsyah BMI berkomitmen untuk terus memperkuat kepercayaan, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menghadirkan manfaat koperasi yang dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh seluruh anggota. (Nur/Humas)
