Kambara Bekali Insan BMI Tangerang Raya, Perkuat Pemahaman dan Implementasi Nilai-Nilai Koperasi

Nasional

Tangerang, Klikbmi.com: Presiden Direktur Koperasi BMI Group, Kamaruddin Batubara, yang akrab disapa Kambara, memberikan pendidikan perkoperasian kepada 145 insan Koperasi BMI Group di Wilayah Pelayanan Regional 1 Tangerang Raya. Kegiatan ini diikuti oleh 124 staf lapang dan 21 manajer cabang sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman ideologi, filosofi, serta implementasi koperasi dalam pelayanan kepada anggota di Kantor Kopsyah BMI Cabang Pakuhaji (30/10).

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Dalam kegiatan tersebut, Kambara menyampaikan materi bertajuk Pendidikan Perkoperasian: Berkoperasi untuk Kemandirian Ekonomi Keluarga. Ia menekankan bahwa koperasi bukan sekadar lembaga yang menyediakan layanan simpanan dan pembiayaan, melainkan wadah usaha bersama yang menempatkan anggota sebagai pemilik, pengguna, sekaligus pengendali.

Arahan Presiden Direktur Koperasi BMI Group sekaligus Direktur Utama Koperasi Syariah BMI, Kamaruddin Batubara

Menurut Kambara, pemahaman terhadap tiga peran tersebut harus tercermin dalam perilaku dan tanggung jawab setiap insan koperasi. Anggota sebagai pemilik berpartisipasi dalam permodalan, sebagai pengguna memanfaatkan layanan koperasi, dan sebagai pengendali turut mengawasi jalannya organisasi.

Ia mengingatkan bahwa tanggung jawab tersebut juga perlu dipahami oleh seluruh karyawan, terutama staf lapang yang berinteraksi langsung dengan anggota setiap hari. Mereka tidak hanya menjalankan aktivitas operasional, tetapi juga memiliki peran penting dalam mengedukasi anggota agar semakin memahami manfaat dan tanggung jawab berkoperasi.

Salah satu hal yang menjadi perhatian Kambara adalah pentingnya membangun budaya menabung di kalangan anggota. Menurutnya, peningkatan pembiayaan harus berjalan seiring dengan peningkatan simpanan agar anggota memiliki ketahanan ekonomi yang lebih baik.

“Kalau pembiayaannya naik, tabungannya juga harus naik,” tegas Kambara saat memberikan arahan kepada peserta.

Ia mendorong staf lapang agar tidak hanya berorientasi pada penyaluran pembiayaan, tetapi juga aktif mengajak anggota membangun kebiasaan menyisihkan pendapatan untuk simpanan. Kebiasaan tersebut perlu dilatih dan didampingi secara berkelanjutan sehingga anggota tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga mempersiapkan masa depan keluarganya.

Foto bersama Insan Koperasi Syariah BMI wilayah Pelayanan 1 Tangerang Raya

Lebih jauh, Kambara mengajak seluruh insan BMI untuk mengubah pola pikir konsumtif menjadi produktif. Menurutnya, koperasi harus mampu mendorong anggota mengembangkan usaha, membangun aset produktif, serta menciptakan aktivitas ekonomi yang memberikan nilai tambah bagi lingkungan sekitarnya.

“Kita harus berhenti menjadi manusia yang hanya konsumtif. Harus produktif,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan berbagai layanan dan produk yang dimiliki BMI Group sebagai kekuatan dalam membangun kemandirian ekonomi anggota. Pengalaman menggunakan produk sendiri, menurutnya, dapat menjadi modal kepercayaan ketika staf lapang memperkenalkan dan mempromosikan produk kepada anggota.

Dalam kesempatan itu, Kambara turut mengingatkan pentingnya fungsi pengendalian dalam koperasi. Setiap insan BMI memiliki tanggung jawab untuk menjaga integritas, mengawasi pelaksanaan pekerjaan, serta berani menyampaikan apabila menemukan tindakan yang tidak sesuai dengan ketentuan dan nilai-nilai organisasi.

Baginya, koperasi yang kuat tidak hanya ditentukan oleh besarnya aset maupun jumlah anggota, tetapi juga oleh kualitas partisipasi, pemahaman, dan kepedulian seluruh unsur di dalamnya.

Sementara itu, Direktur Operasional Koperasi BMI Group, Sondari, turut memberikan arahan kepada seluruh peserta. Kehadirannya memperkuat pesan mengenai pentingnya keselarasan antara pemahaman perkoperasian dan pelaksanaan tugas operasional di lapangan.

Arahan dari Direktur Operasional Koperasi BMI Group, Sondari

Pendidikan perkoperasian ini menjadi bagian dari upaya BMI Group menanamkan kembali nilai kebersamaan, kekeluargaan, gotong royong, dan kemandirian sebagai fondasi gerakan koperasi. Melalui peningkatan pemahaman tersebut, para staf lapang dan manajer diharapkan semakin optimal dalam menjalankan peran sebagai pendamping, edukator, sekaligus penggerak ekonomi anggota.

Sebagaimana ditekankan dalam materi pendidikan tersebut, keberhasilan koperasi pada akhirnya tidak hanya diukur dari pertumbuhan usaha, tetapi juga dari sejauh mana koperasi mampu menghadirkan kesejahteraan bersama dan mendorong kemandirian ekonomi keluarga anggotanya. (Nur/Humas)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *