Kambara Tekankan Jati Diri Koperasi, 21 Cabang Kopsyah BMI Regional 3 Perkuat Pemahaman Filosofi dan Ideologi

Pojok Bara

Pandeglang, Klikbmi.com: Koperasi yang kuat tidak cukup hanya ditopang oleh besarnya aset dan luasnya jaringan pelayanan. Lebih dari itu, kekuatan koperasi terletak pada pemahaman anggota dan seluruh insan di dalamnya terhadap jati diri, filosofi, serta ideologi yang menjadi landasan gerak organisasi.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Pesan tersebut menjadi salah satu pokok pendidikan perkoperasian yang disampaikan Presiden Direktur Koperasi BMI Group, Kamaruddin Batubara, yang akrab disapa Kambara, kepada seluruh karyawan Koperasi Syariah BMI Regional 3, wilayah pelayanan Lebak dan Pandeglang. Kegiatan bertema Filosofi dan Ideologis Koperasi tersebut berlangsung di Kantor Kopsyah BMI Cabang Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, dan diikuti karyawan dari 21 kantor cabang.

Baca juga: https://klikbmi.com/kambara-bekali-insan-bmi-tangerang-raya-perkuat-pemahaman-dan-implementasi-nilai-nilai-koperasi/

Kambara: Pahami kunci berkoperasi. Kalau kita mau sejahtera, memang harus berkoperasi, karena semangatnya gotong royong, kekeluargaan, kebersamaan.

Dalam materi pendidikannya, Kambara mengingatkan bahwa anggota memiliki kedudukan penting dalam kehidupan koperasi. Anggota bukan sekadar penerima manfaat layanan, melainkan pemilik sekaligus pihak yang bertanggung jawab terhadap keberlangsungan organisasi.

“Sebagai PEMILIK berpartisipasi aktif dalam permodalan, sebagai PENGGUNA memanfaatkan semua layanan yang disediakan koperasi dan sebagai PENGENDALI terlibat langsung dalam pengawasan kinerja koperasi, baik diminta maupun atas kesadaran sendiri.”

Penegasan tersebut menunjukkan bahwa koperasi membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh anggotanya. Keberhasilan koperasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pengurus maupun karyawan, tetapi juga merupakan hasil keterlibatan anggota dalam menjalankan hak dan kewajibannya.

Kambara juga menempatkan koperasi sebagai kekuatan ekonomi kolektif yang bertumpu pada kepentingan bersama. Dalam materi yang disampaikan, ia menegaskan,

“Koperasi adalah kekuatan kolektif yang menempatkan Anggota sebagai pusat, melalui usaha bersama untuk mewujudkan kesejahteraan bersama.”

Insan BMI wilayah pelayanan Regional 03 Daerah Lebak dan Pandeglang, Banten

Prinsip tersebut menjadi dasar bagi Koperasi BMI Group dalam membangun ekosistem usaha dan pemberdayaan anggota. Melalui Kopsyah BMI, anggota memperoleh akses layanan simpanan, pinjaman, dan pembiayaan. Sementara itu, unit usaha lain dalam ekosistem BMI Group turut membuka peluang di bidang perdagangan, jasa, pendidikan, pariwisata, dan sektor produktif lainnya.

Pendidikan perkoperasian ini juga mengangkat pentingnya membangun kemandirian ekonomi keluarga. Upaya tersebut tidak berhenti pada pemberian akses permodalan, tetapi perlu disertai peningkatan literasi keuangan, keterampilan, pendampingan, pengembangan aset produktif, serta pembukaan peluang usaha dan kemitraan.

Semangat pemberdayaan tersebut sejalan dengan Gerakan Masyarakat Sadar Ekonomi dan Mandiri (GEMASERI), yang dijalankan melalui lima tahapan, yakni edukasi, implementasi, afirmasi, motivasi, dan inspirasi.

Dalam materi tersebut, Kambara turut menekankan bahwa perubahan harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sebatas pemahaman. Hal itu tercermin dalam pesannya.

“Perubahan tidak cukup hanya dipahami, tetapi harus dilakukan, diperjuangkan, dan ditularkan menjadi inspirasi bagi sesama.”

Foto bersama usai menerima pembekalan dari Kambara

Bagi insan Kopsyah BMI, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pekerjaan di lingkungan koperasi bukan semata-mata menjalankan tugas administratif dan operasional. Setiap karyawan juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga nilai-nilai koperasi, membangun kepercayaan anggota, serta menghadirkan pelayanan yang mencerminkan semangat kebersamaan dan pemberdayaan.

Pendidikan perkoperasian bagi karyawan Regional 3 ini menjadi bagian dari upaya menyamakan pemahaman seluruh jajaran di wilayah Lebak dan Pandeglang. Dengan memahami filosofi dan ideologi koperasi, karyawan diharapkan semakin mampu menerjemahkan nilai-nilai tersebut ke dalam pelayanan serta pendampingan anggota di masing-masing kantor cabang.

Sebab, koperasi bukan hanya tentang menjalankan usaha bersama, melainkan tentang membangun kekuatan ekonomi masyarakat melalui partisipasi, kepemilikan, dan tanggung jawab bersama. (Nur/Humas)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *