Anakku, Kaulah Harapan Jika Telah Terputus Amalku

Edu Syariah

Nasehat Dhuha Rabu, 5  Januari 2022 | 1 Jumadil  Akhir 1443 H | Oleh : Sarwo Edy, ME

Klikbmi, Tangerang – Kulit sudah mulai mengkerut dan mata semakin sayub-sayub karena kurang tidur yang disebabkan keharusan untuk siaga 24 jam mendidik dan menjaga sang anak. Khususnya ketika sang anak masih di usia balita. Hingga kadang terlintas ada rasa putus asa karena seakan sudah tak sanggup untuk meneruskannya. Begitulah kira-kira sekelumit cerita perjuangan orang tua untuk anaknya.

Tapi Alhamdulillah, secapek-capeknya orang tua dalam mendidik anaknya, Allah masih tanamkan pada hati mereka rasa cinta yang begitu besar terhadap anak-anaknya. Tanpa cinta, kedua orang tua tidak akan pernah sabar dalam menjaga dan mendidik anak-anaknya. Gambaran kecintaan orang tua terhadap anak diabadikan di dalam surat Ali Imron ayat 14 yang berbunyi :

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)”. (QS Ali Imron : 14 )

Tidak hanya sampai ketika sang anak di usia balita. Perjuangan orang tua dalam mendidik anak bervariasi (kesulitannya) hingga anak tersebut di usia dewasa dan bahkan ketika sudah menjadi orang tua. Karena kasih orang tua sepanjang hayat dan cinta orang tua itu bagaikan lautan tak bertepi.

Wahai sang anak, Sesekali tengoklah orang tuamu. Tatap wajahnya ketika ia terlelap tidur. Lihat kerutan di wajahnya. Lihat rambutnya yang kini sudah mulai memutih. Lihat badannya yang dulu tegap kini mulai membungkuk. Semua telah berubah termakan oleh waktu. Tapi ada satu yang tidak berubah, Yaitu kasih sayangnya kepada anaknya. 

Wahai sang anak, selain kecintaan terhadapmu yang Allah tanamkan di dalam diri orang tuamu dimana bisa memadamkan lelah ketika mendidikmu, ada satu hal lain yang lebih penting yaitu orang tuamu percaya bahwa engkau adalah aset bagi mereka. Engkaulah yang akan meneruskan perjuangan mereka untuk urusan dunia dan akhirat. Engkau bisa menjadi ladang pahala bagi mereka. Dan yang pasti engkau bisa memberikan kebaikan bagi mereka.  

Di antara yang diharapkan oleh mereka adalah do’a anak yang shalih dan istighfar darimu untuk mereka yang akan menjadikan mereka menempati kedudukan di surga.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيَرْفَعُ الدَّرَجَةَ لِلْعَبْدِ الصَّالِحِ فِي الْجَنَّةِ فَيَقُولُ يَا رَبِّ أَنَّى لِي هَذِهِ فَيَقُولُ بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لَك

“Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla akan mengangkat derajat seorang hamba yang shalih di surga, hamba itu kemudian berkata; ‘Wahai Rabb, dari mana semua ini aku dapatkan? maka Allah berfirman, “Dari istighfar anakmu untukmu” [HR. Ahmad]

Selain istighfar darimu untuk mereka, do’a sang anak (anak sholeh) juga sangat berarti buat mereka. Dari Abu Hurairah RA berkata: Rasulullah bersabda: “Apabila manusia itu meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga: yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak sholeh yang mendoakan kepadanya.” (HR. Muslim).

Wahai sang anak, kaulah aset yang paling berharga untuk orang tuamu. Ketika mereka di dunia, engkau menjadi qurratu a’yun bagi mereka. Ketika mereka di akhirat, kaulah harapan mereka. Dengan do’a (anak sholeh), istighfar, sedekah serta ibadah dan kebaikan-kebaikan lainnya yang diniatkan untuk mereka. Dan ketika mereka melihat tanganmu, yang dibayangkan adalah tangan yang akan menarik mereka ke surga-Nya.

Wallahu a’lam bish-showaab.

Mari terus ber-ZISWAF (Zakat,Infaq,Sedekah dan Wakaf) melalui rekening ZISWAF Kopsyah BMI 7 2003 2017 1 (BSI eks BNI Syariah) a/n Benteng Mikro Indonesia atau menggunakan Simpanan Sukarela : 000020112016 atau bisa juga melalui DO IT BMI : 0000000888. (Sularto/Klikbmi.com)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.