Assalamualaikum Warga Indramayu, Aja Wedi Jadi Anggota Kopsyah BMI

BMI Corner

وَاِنْ كَانَ ذُوْ عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ اِلٰى مَيْسَرَةٍ ۗ وَاَنْ تَصَدَّقُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ 

Dan jika (orang berutang itu) dalam kesulitan, maka berilah tenggang waktu sampai dia memperoleh kelapangan. Dan jika kamu menyedekahkan, itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. (QS Al-Baqarah :280)

Klikbmi, Tangerang – Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) menghelat Pertemuan Umum (PU) di Desa Juntikedokan, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Rabu 16 Februari 2022. Ini merupakan PU perdana BMI di Kabupaten Indramayu.

Dalam sambutannya, Direktur Operasional Kopsyah BMI Yayat Hidayatullah menjelaskan bahwa melalui PU, Kopsyah BMI mengajak warga di Pesisir Pantai Utara Laut Jawa ini untuk berwirausaha dan menabung dalam meningkatkan perekonomian. Untuk itu Kopsyah BMI hadir di desa ini, sekaligus untuk menggerakan ekonomi syariah. 

Seperti yang diungkapkan Alumni Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta itu, bahwa Kopsyah BMI bukan koperasi simpan pinjam biasa. BMI hadir melalui 5 instrumen dan 5 pilar. Kelima instrumen tersebut adalah pemberdayaan masyarakat yaitu sedekah, pinjaman, pembiayaan, simpanan dan investasi melalui pengembangan budaya menabung dan pemberdayaan Zakat, Infaq, Sedekah dan Wakaf (ZISWAF) menuju pada kemandirian yang berkarakter dan bermartabat.

”Lima pilar menyebutkan yang harus berdaya yaitu ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial dan spiritual yang sesuai dengan prinsip syariah. Kehadiran BMI untuk mengantarkan Warga Juntikedokan ke gerbang kemandirian,” jelasnya.

Direktur Operasional Koperasi BMI Yayat Hidayatullah memberikan sambutan dalam agenda PU di Desa Juntikedokan, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Rabu 16 Februari 2022.

“Inilah yang membedakan Kopsyah BMI dengan koperasi lain. Inilah Model BMI Syariah yang saat ini sedang menjadi percontohan secara nasional. Pertemuan umum ini merupakan upaya BMI mengenalkan berkoperasi yang baik dan benar, mendudukan anggotanya sebagai pemilik, pengguna dan pengendali Koperasi,” ujar

Pemaparan Yayat memicu antusias Kuwu (Kades) Juntikedokan dan belasan RT yang hadir dalam pertemuan dengan Kopsyah BMI. Mereka menyadari Kopsyah BMI yang sudah beranggotakan 300 ribu orang ini berniat menggerakkan ekonomi syariah bersama warganya.

Lebih lanjut Yayat mengatakan Kopsyah BMI melarang adanya penyitaan barang milik anggota dalam penyelesaian permasalahan pinjaman. Jika ada anggota tidak bisa membayar, kita harus terlebih dahulu mencari faktor penyebabnya. BMI juga membuka ruang seluas-luasnya anak anggota di Desa Juntinyuat menjadi karyawan di BMI.  

”Kalau dia memang tidak bisa membayar ingat QS Al Baqarah ayat 280, bahwa orang yang berutang itu di tengah kesulitan harus diberikan kemudahan. Alhamdulillah, 19 tahun beroperasi, pola ini telah kami praktikan. Apakah BMI tambah kecil, Alhamdulillah tidak,” terangnya.

Kuwu (Kepala Desa) Juntikedokan mengajak warga yang mengikuti PU Kopsyah BMI segera menjadi anggota BMI.

Pria yang juga menjabat Direktur Utama Koperasi Jasa Benteng Mandiri Indonesia tersebut mengatakan, Kopsyah BMI dalam tidak hanya menyalurkan pembiayaan dan menagih angsuran saja, tetapi sejak awal membudayakan gerakan menyimpan dan menabung di Koperasi. Dikatakannya, gerakan menyimpan dan menabung di koperasi didorong agar usaha mikro anggota semakin tumbuh baik dan terbebas dari jebakan hutang yang terus menerus.

”Saat bencana banjir di Lebak Selatan, BMI telah menghapus hutang kepada 64 KK yang mencapai Rp300 jutaan dan juga memberikan pembiayaan agar ekonominya kembali pulih. Inilah berkoperasi, di saat anggota sedang kesusahan, disanalah koperasi bergerak membantu dan mendorong anggotanya kembali mandiri,” paparnya.

Manajer Area 14 Muhamad Kurtubi menyampaikan materi operasional, produk simpanan dan pembiayaan, kegiatan sosial dan kegiatan pemberdayaan Kopsyah BMI dalam PU Desa Juntikedokan.

Sementara Kuwu Juntikedokan Suendi mengatakan, kehadiran BMI seperti oase di padang pasir. Kehadiran BMI menghapus trauma mereka beberapa bulan yang lalu. Di Oktober 2021, banyak warganya yang menjadi korban investasi bodong perusahan yang bergerak multi level marketing (MLM). Kasus ini membuat pihak Kejaksaan Negeri Cirebon membuat Crisis Center para nasabahnya. Ia mengajak warganya, untuk menjadi anggota Kopsyah BMI agar semakin mandiri ekonominya.

”Saya ingatkan bapak ibu, bahwa Kopsyah BMI bukan kayak MLM yang pernah menipu warga Indramayu beberapa bulan silam.  Ini benar-benar legal, jadi Aja Wedi (jangan takut) jadi anggota Kopsyah BMI. Kalau sudah jadi anggota harus amanah untuk usaha,” jelasnya.

Manajer Ekspansi Kopsyah BMI Samuroh Hadi Saputera menyerahkan santunan anak yatim usai PU Kopsyah BMI di Desa Juntikedokan. Santunan anak yatim di PU menjadi upaya BMI mengenalkan ibadah saling berbagi kepada masyarakat.

Dalam kegiatan Pertemuan Umum (PU) Kopsyah BMI dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Selain Direktur Operasional Kopsyah BMI dan kuwu, Manajer Ekspansi Kopsyah BMI Samuroh Hadi Saputra, Manajer Area 14 M Kurtubi, Manajer Cabang Juntinyuat Wahyudin Oktoro. Momentum ini juga diikuti para manajer Area 14, Seperti Manajer Cabang Jati Barang Juni Wijayanti, Manajer Arjawinangun Hanar Riana, Manajer Indramayu Muhammad Sobaruddin dan Manajer Karangampel Afan Catur Purnomo. 

(Togar Harahap/KLIKBMI)    

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.