Bukti Islam Memuliakan Anak Yatim

Edu Syariah

Nasehat Dhuha Kamis, 19 Agustus 2021 | 10 Muharram 1443 H| Oleh: Ust Sarwo Edy, ME

Klikbmi, Tangerang – Bulan Muharram termasuk bulan arba’atun hurum (4 bulan yang dimuliakan). Dimana banyak amalan-amalan yang istimewa dan memiliki keistimewaan pahalanya. Selain dikenal sebagai momentum hijrah, Bulan Muharram lekat dengan anak yatim.

Tepatnya hari ini, umat islam sudah menginjak pada tanggal 10 Muharram 1443 H. Sebagaimana kita ketahui bersama, selain berpuasa asyura’ yang disunnahkan dalam hadist Nabi, banyak dari umat islam yang menjadikan tanggal 10 Muharram sebagai waktu untuk menyantuni anak yatim.

Menurut istilah, Anak Yatim adalah anak yang ditinggal ayahnya (meninggal) ketika usianya masih kecil atau belum baligh.

Tidak ada satu pun anak yang menginginkan dilahirkan dalam keadaan dengan kondisi orang tua yang tidak lengkap. Maka keberadaan mereka seharusnya menjadi perhatian kita semua. Dalam Al-Qur’an, Kata yatim disebutkan sebanyak 23 kali. Yakni 8 kali dalam bentuk mufrod (tunggal) dan 14 kali dalam bentuk jama’ (banyak) dan 1 kali dalam bentuk mutsanna (dua). Al-Qur’an secara tegas mengatakan anak yatim adalah sosok-sosok yang harus dikasihi, dipelihara dan diperhatikan.

Allah berfirman di dalam surat Al-Baqarah ayat 220 yang berbunyi :

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْيَتَامَىٰ ۖ قُلْ إِصْلَاحٌ لَهُمْ خَيْرٌ ۖ وَإِنْ تُخَالِطُوهُمْ فَإِخْوَانُكُمْ

Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakalah: “Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu bergaul dengan mereka, maka mereka adalah saudaramu

Beberapa bukti Islam sangat memuliakan Anak Yatim :

  1. Dampak dibatasinya harta, karena tidak memuliakan anak yatim

Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku, Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim (Surat Al-Fajr : 16-17)

2. Orang yang menghardik anak yatim termasuk orang yang mendustakan agama

Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim (Surat Al-Ma’un : 1-2)

3. Kedudukan orang yang menanggung Anak Yatim dan Nabi Muhammad di surga sangat dekat sekali

Dari Sahl ibnu Sa’ad, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda,

Kedudukanku dan orang yang menanggung anak yatim di surga bagaikan ini.” [Beliau merapatkan jari telunjuk dan jari tengahnya]. (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 135, shahih)

4. Menyantuni Anak Yatim akan melembutkan hati dan terpenuhi kebutuhan

“Sukakah kamu, jika hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu terpenuhi ? Kasihilah anak yatim, usaplah mukanya, dan berilah makan dari makananmu, niscaya hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu akan terpenuhi.” (HR. Al-Baniy, Shahi Al-Jami’, Abu Darda: 80)

Dalam satu kesempatan, saya bertemu dengan salah satu pengusaha yang mempunyai lapak cukup besar di cisoka, Tangerang. Salah satu point pembicaraannya adalah beliau selalu ingat dan selalu melaksanakan apa pesan dari bapaknya. Yaitu, jangan lupa menyantuni anak yatim.

Jadi bagi yang takut akan kekurangan bahkan kehabisan harta dengan menyantuni anak yatim itu adalah pemikiran yang salah. Bahkan sebaliknya, apa yang beliau rasakan adalah bukannya berkurang hartanya, akan tetapi semakin tumbuh dan bertambah.

Mari jadikan momen seperti ini untuk menumbuhkan rasa kasih sayang terhadap Anak Yatim di bulan-bulan selanjutnya, Khususnya dengan menyantuni mereka.

ارْحَمُوا مَنْ فِي الأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ

Sayangilah makhluk yang ada di bumi niscaya kalian akan disayangi oleh makhluk yang ada di langit

Wallahu a’lam bish-showaab

Mari terus ber-ZISWAF (Zakat,Infaq,Sedekah dan Wakaf) melalui rekening ZISWAF Kopsyah BMI 7 2003 2017 1 (BNI Syariah) a/n Benteng Mikro Indonesia atau menggunakan Simpanan Sukarela : 000020112016 atau bisa juga melalui DO IT BMI : 0000000888. (Sularto/Klikbmi).

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *