Bogor, klikbmi.com: Penyerahan Hibah Rumah Siap Huni (HRSH) ke-545 untuk Kandi (72) tak hanya menjadi peristiwa penuh haru, tetapi juga momentum penting untuk menanamkan nilai kebersamaan, kemandirian, dan keikhlasan. Presiden Direktur Koperasi BMI Group, Kamaruddin Batubara atau yang akrab disapa Kambara, hadir langsung di Kampung Cileueur, Desa Sukaresmi, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, pada Selasa (2/9).
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Baca juga: https://klikbmi.com/kopsyah-bmi-hadirkan-rumah-layak-huni-untuk-kandi-buruh-tua-di-ujung-harapan/
Dalam sambutannya, Kambara mengajak warga Sukaresmi untuk menjadi bagian dari keluarga besar Koperasi BMI. “Silakan bergabung jadi anggota. Tidak harus pinjam, menabung saja. ada 500 perak tabung, ada 500 juta tabung semua berharga. Karena setiap rupiah yang ditabung adalah langkah menuju kemandirian,” ujarnya. Seruan itu disambut kata “Aamiin” dari warga yang hadir.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya wakaf dan sedekah sebagai amal yang pahalanya abadi, bahkan melebihi umur biologis manusia. Dengan mengutip ayat-ayat Al-Qur’an, Kambara mengingatkan bahwa sedekah adalah amalan yang mampu mengubah hidup banyak orang. “Shalat, puasa, dzikir adalah ibadah pribadi. Tapi sedekah, itu mampu menghidupkan banyak jiwa. Itulah perjuangan Koperasi BMI. Rumah ini bukan dari uang pribadi, tetapi dari gerakan sedekah kita bersama: Gerakan Gassiteru, sedekah seminggu tiga ribu,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa koperasi sejatinya lebih dari sekadar simpan pinjam. Ada koperasi konsumen, koperasi jasa dan koperasi sekunder serta BMI melaksanakan pendidikan, bahkan pemberdayaan yang berangkat dari semangat kebersamaan. “Terlahir miskin itu biasa. Tapi wafat dalam kemiskinan adalah celaka. Karena Allah beri kita kesempatan untuk berusaha, menabung, dan saling menguatkan. Koperasi hadir untuk membuka jalan itu,” ungkapnya.

Rumah Kandi sendiri dibangun ulang oleh Kopsyah BMI atas pengajuan anggota cabang Ciomas, Erlin. Bagi Kambara, pembangunan rumah ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan doa bersama agar kelak tidak ada lagi warga Bogor yang tinggal di rumah tak layak huni. “Saya berdoa, semoga ini rumah terakhir yang kami bangun di Bogor. Artinya, semua masyarakat sudah sejahtera,” harapnya.
Sambutan hangat juga datang dari pemerintah daerah. Teguh Sugianto, Sekretaris Camat Tamansari yang hadir mewakili Camat, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh. “Apa yang dilakukan Koperasi BMI ini sangat cepat, nyata, dan menginspirasi. Saya mengajak warga untuk menjadi anggota BMI, karena menjadi anggota berarti juga beramal ibadah melalui program Gassiteru,” ucapnya.

Sementara itu, Endik Supiandi, perwakilan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bogor, yang hadir mewakili Kepala Dinas, turut menyampaikan rasa syukur dan kekagumannya. Ia menilai sosok Kamaruddin Batubara mampu menyentuh masyarakat dengan pendekatan yang langsung bersandar pada nilai-nilai Al-Qur’an. “Islam mengajarkan tangan di atas lebih mulia daripada tangan di bawah. Apa yang saya lihat hari ini adalah wujud nyata ajaran itu. Pemerintah Kabupaten Bogor akan terus membina, memberdayakan, dan mengawal koperasi agar tetap mandiri dan sehat,” ujarnya.
Momentum ini bukan hanya tentang sebuah rumah baru bagi seorang buruh tua, tetapi tentang membangun peradaban gotong royong. Kopsyah BMI kembali menunjukkan bahwa koperasi bukan sekadar lembaga ekonomi, melainkan gerakan sosial, spiritual, dan kebangsaan yang berakar pada nilai kemandirian dan kepedulian. (Nur/Humas)
