HRSH Ke 351 Jadi Rumah Gratis Pertama Kopsyah BMI Di Tahun 2022

BMI Corner

اتَّقِ اللَّهِ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعْ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

“Bertakwalah di manapun kalian berada, dan ikutilah keburukan dengan kebaikan. Niscaya ia akan menghapus keburukan tersebut. Dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik.” (HR Tirmidzi)

Klikbmi, Tangerang – Hati Ulpi (50) begitu bahagia. Hari Kamis, 10 Maret 2022 menjadi momentum yang tak bisa dilupakan oleh warga Desa Pangerangan, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang selama hidupnya. Rumahnya yang dahulu jauh dari kata layak kini telah dibangun ulang lewat program pembangunan hibah rumah siap huni (HRSH) anggota Kopsyah BMI. Rumahnya kini megah, berlantai keramik dengan cat hijau menawan.

HRSH Kopsyah BMI ke 351 tersebut merupakan rumah gratis pertama BMI di Tahun 2022. Begitu yang diungkapkan Direktur Keuangan Kopsyah BMI Makhrus dalam sambutannya di depan tamu undangan. Kepada para tamu undangan yang didominasi para ibu anggota Kopsyah BMI, Makhrus menitipkan salam dari Presiden Direktur Koperasi BMI Kamaruddin Batubara.

Direktur Keuangan Kopsyah BMI tekankan bahwa hibah rumah siap huni merupakan wujud ekonomi gotong royong koperasi dalam sambutannya di penyarahan HRSH ke 351 di Desa Pangerangan, Rajeg, Tangerang.

”Kepada ibu-ibu anggota Kopsyah BMI di sini, Ketua Pengurus Kopsyah BMI Bapak Kamaruddin Batubara menitipkan salam hormat, salam takzimnya, karena tanpa ibu-ibu yang menjadi anggota Kopsyah BMI, Rumah Ibu Ulfi tentu belum terbangun,” kata Makhrus.

Dijelaskanya, pembangunan Rumah Ulfi diambil dari dari CSR yang berasal dari dana sosial dan dana kebajikan. Dana sosial adalah anggaran yang berasal dari penyisihan SHU. Dana kebajikan ini adalah penyisihan 1 persen dari dana yang telah dikeluarkan sebagai pembiayaan kepada anggota. Setengahnya dipakai untuk kegiatan HRSH. Sedangkan untuk membangun rumah non anggota kita ambilkan dari dana infak anggota.

”Pembangunan rumah gratis untuk Ibu Ulfi berasal dari dana kebajikan Kopsyah BMI. Pembangunan berjalan selama sebulan. Hasilnya bapak ibu bisa lihat, sampai keramiknya saja kalau kucing lewat bisa kepeleset,” ujar Makhrus yang disambut derai tawa para tamu undangan.

Makhrus mengatakan, inilah wujud ekonomi gotong royong yang telah dibuktikan oleh anggota Kopsyah BMI. Alhamdulillah, selama pandemi, Kopsyah BMI masih istiqamah melakukan kegiatan-kegiatan sosialnya. Karena ini perintah Allah SWT di Al-qur’an pada surat Al-Maidah ayat 2, yang artinya: “Tolong menolonglah kalian dalam kebaikan dan takwa, dan janganlah kalian tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan pelanggaran.

Ulfi, anggota Kopsyah BMI memegang kunci emas HRSH ke 351 saat berfoto bersama pengurus dan pengelola Kopsyah BMI beserta tamu undangan.

Makhrus menjelaskan banyak kegiatan sosial dilakukan oleh Kopsyah BMI. “Bapak Ibu kegiatan sosial kita banyak. Kita saat ini punya 9 ambulans, berbagai kegiatan santunan dhuafa dan anak yatim. Kita juga punya Program beasiswa dll. Inilah koperasi Bapak Ibu. Semoga apa yang kita lakukan menjadi pahala yang akan menolong kita baik di dunia dan akhirat kelak,” ujarnya.

Di sudut tenda peresmian, Ulpi duduk bersanding dengan suaminya Rasman. Bak pengantin baru lagi, begitu yang diungkapkan Kepala Desa Pangarengan Sutia. Sesekali, Ulfi menyeka air mata bahagianya. Ulpi sudah setahun menjadi anggota Kopsyah BMI. Sejak menikah dengan Rasman 30 tahun silam, beragam pekerjaan telah mereka lakukan.

Kendati demikian, tabungan keduanya tak cukup untuk membangun rumah. Atap bocor di sana-sini dan membasahi lantai tanah rumahnya. Di antara tetangganya, hanya rumah Ulfi yang masih berdinding bilik.Namun Ulfi tak mau berpangku dagu. Keluarganya harus tetap hidup. Pembiayaan Rp3 juta dari Kopsyah, mereka gunakan untuk usaha berdagang sapu lidi.

Direktur Keuangan Kopsyah BMI menempelkan prasasti HRSH ke 351.

Saat Ulfi memproduksi sapu lidi, Rasman yang bertugas berkeliling menjual sapu lidi dari Pangarengan hingga ke Pasar Rajeg. ”Hatur nuhun Koperasi BMI, sudah membangun rumah saya. Saya belum bisa balas apa-apa, Cuma bisa berdoa semoga para pengurusnya, karyawannya selalu dilindungi Allah SWT amin ya rabbal alamin,” ujar Ulfi.

Kebahagiaan yang dirasakan Keluarga Ulfi juga dirasakan Sutia selaku Kades Pangarengan. Dikatakannya, selama 15 tahun Kopsyah BMI beroperasi di desanya, tak satupun ia mendengar hal yang minus dari Koperasi simpan pinjam terbesar di Provinsi Banten ini.

Bagi Sutia, Kopsyah BMI sudah membuktikan sebagai koperasi yang tidak hanya meningkatkan ekonomi warganya namun juga mendorong anggotanya peka terhadap sosial dan lingkungan. ”Jadi ibu-ibu yang hadir di sini dan belum menjadi anggota BMI, jangan pilih yang aneh-aneh, cukup daftar jadi anggota BMI dan menabung di BMI. Karena BMI lah, koperasi yang peduli dengan warga Pangarengan,” terangnya.

Kades Pangarengan Sutia mengajak warganya untuk bergabung menjadi anggota Kopsyah BMI dalam penyerahan HRSH ke 351, Kamis 10 Maret 2022.

Dalam acara tersebut, turut hadir Kabid Kepatuhan dan Sistem Pelaporan Kemenkop RI Tri Aditya Putra yang juga membawa Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Jember Jawa Timur Arismaya Parahita.

Rumah Bu Ulpi sebelum dibangun ulang oleh Kopsyah BMI.

Hadir dalam acara tersebut Kasi Promosi Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Tangerang Jamasari, Kasi Ekbang Kecamatan Rajeg Udin, Perwakilan Polsek dan Koramil Rajeg. Sementara dari Kopsyah BMI yakni Direktur SDM Kopsyah BMI Agus Suherman, Manajer ZISWAF Kopsyah BMI Casmita, Manajer Area 02 Khotimah dan Manajer Cabang Rajeg Basori Ahmad.

Bu Ulpi dan suaminya Rasman berfoto di depan rumahnya yang sudah dibangun oleh Kopsyah BMI.

(Togar Harahap/Klikbmi)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.