Jangan Ada Gharar Di Antara Kita

Edu Syariah

Nasehat Dhuha Kamis, 16 September 2021 | 8 Shafar 1443 H| Oleh: Ust Fakhry Fadhil,ME

Klikbmi, Tangerang – Tema kita hari ini adalah jangan ada gharar di antara kita. Agama Islam yang bersumber dari Allah SWT telah menghalalkan transaksi jual beli, namun dalam praktek di lapangan masih sering terjadi penyimpangan dalam aplikasi transaksi jual belinya ada beberapa rambu-rambu jual beli dalam Islam, adapun di antara rambu-rambu tersebut adalah tidak boleh ada unsur gharar-nya, sebagaimana hadits berikut ini:

هَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ بَيْعِ الْحَصَاةِ وَعَنْ بَيْعِ الْغَرَر

Dari Abu Hurairah ra, ia berkata, “Rasulullah SAW telah melarang (kita) dari (melakukan) jual beli barang secara gharar.” (HR. Muslim, At- Tirmidzi, Ibnu Majah, An Nasa’i)

Adapun larangan jual beli secara gharar, merupakan prinsip yang agung dari sekian prinsip yang terkandung dalam bab jual beli (al-buyu’), sehingga Imam Muslim menempatkan hadits gharar ini di bagian pertama (dalam Kitabul Buyu’), dan memasukkan ke dalamnya berbagai masalah yang tidak terhitung jumlahnya.

Di antara bentuk-bentuk jual beli gharar adalah:

Mulamasah ialah seseorang meraba pakaian orang lain dengan tangannya, pada waktu malam atau siang hari, tetapi tanpa membalik- baliknya lalu melakukan transaksi jual beli, atau setiap orang dari pihak penjual dan pembeli meraba pakaian rekannya tanpa memperhatikannya lantas dilanjutkan transaksi jual beli tersebut.

Munabadzah adalah masing-masing dari kedua belah pihak yaitu penjual dan pembeli melemparkan pakaiannya kepada rekannya, dan salah satu dari keduanya tidak memperhatikan pakaian rekannya atau seseorang melemparkan pakaiannya kepada orang lain dan orang lain itupun melemparkan pakaiannya kepada pelempar pertama yang berarti masing-masing telah membeli dari yang lainnya tanpa diteliti dan tanpa saling merelakan.

Hablu al-hablah adalah jual-beli tempo hingga unta betina melahirkan, kemudian dari anak yang dilahirkan itu ditunggu hingga besar dan unta itu bunting kembali. Konsep jual beli bertempo semacam ini terdapat unsur gharar yang berpotensi menimbulkan perselisihan, dan agama Islam hadir dalam rangka mencegah timbulnya pertikaian dan perselisihan di belakang hari, karena itu konsep demikian termasuk yang diharamkan.

Mari terus ber-ZISWAF (Zakat,Infaq,Sedekah dan Wakaf) melalui rekening ZISWAF Kopsyah BMI 7 2003 2017 1 (BSI eks BNI Syariah) a/n Benteng Mikro Indonesia atau menggunakan Simpanan Sukarela : 000020112016 atau bisa juga melalui DO IT BMI : 0000000888. (Sularto/klibmi)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *