Jumat Berkah, Kopsyah BMI Bangun Dari Nol Rumah Lansia Asal Taktakan Serang

BMI Corner

وَإِذَا حَضَرَ الْقِسْمَةَ أُولُو الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينُ فَارْزُقُوهُمْ مِنْهُ وَقُولُوا لَهُمْ قَوْلًا مَعْرُوفًا

Dan apabila pada waktu pembagian itu hadir beberapa kerabat, anak-anak yatim dan orang-orang miskin, maka berilah mereka dari sebagian harta itu dan ucapkanlah perkataan yang baik kepada mereka. – (Q.S An-Nisa: 8)

Klikbmi, Serang –Sarbini (71) menjalani masa tua bersama istrinya tercinta, Icih (58). Rumah sederhana yang dihuninya terletak di Kampung Sepring, RT 001, RW 003, Kelurahan Pancur, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Banten.

Bangunan itu berukuran 40 meter. Sebuah kasur tipis dan bantal berisi kapuk digelar di sudut rumah. Dinding rumahnya terbuat dari anyaman bambu yang sudah berlubang di beberapa bagian, sehingga angin akan sangat terasa saat berembus. Atapnya yang berlubang akan membentuk pancuran air saat hujan deras.

Untuk kebutuhan listrik dan airnya, Sarbini dan istrinya harus mendapatkan aliran listrik dari anaknya yang tinggal bersebalahan dengannya. “Gimana atuh pak mau bayar listrik. Untuk makan saja, saya masih kebingungan,” ujarnya.

Di sisi lain, Sarbini hidup dengan serba kekurangan. Untuk kebutuhan sehari-hari, ia bekerja sebagai buruh serabutan. Apa saja ia lakukan demi menghidupi keluarganya. Ia pun tidak pernah mengharap pemberian sang anak.

Dirinya paham, anak-anaknya juga hidup dalam keterbatasan ekonomi, sehingga Sarbini tidak dapat terlalu bergantung kepada kiriman belaka.”Dapat Seperak dua perak sudah alhamdulillah yang penting halal pak,” terang Sarbini.

Sarbini (71) dan istrinya Icih di depan rumahnya sebelum dibangun ulang dari nol oleh Kopsyah BMI lewat program HRSH.

Ketabahan Sarbini akhirnya dilihat oleh Ibu Ipi. Ipi merupakan Ketua Rembug Pusat Anggur Kopsyah BMI Cabang Taktakan. Ipi pun melaporkan kondisi tersebut kepada BMI hingga kemudian disetujui untuk mendapatkan dibangun ulang dari nol oleh Kopsyah BMI lewat hibah rumah siap huni (HRSH). Begitu yang diungkapkan Manajer Kopsyah BMI Taktakan Ahmad Pudoli kepada Klikbmi.

Di Jumat berkah, Kopsyah BMI menggelar peletakan batu pertama HRSH di rumah Sarbini, 18 Maret 2022. Suasana acara peletakan batu pertama begitu mengharukan. Warga yang menyaksikan ikut berbahagia melihat rumah Salmah menjadi rumah HRSH pertama yang dibangun di Kota Serang.

Manajer Area 04 Suta Atmaja Hidayat menyerahkan bata pertama kepada Lurah Pancur Taktakan Muhit dalam acara peletakan batu pertama HRSH BMI.

Di lokasi, Manajer Area 04 Kopsyah BMI Suta Atmaja Hidayat menjelaskan, rumah milik Pak Sarbini merupakan yang kedua di bangun di Kota Serang, sebelumnya tahun 2015, BMI juga telah membangun rumah untuk warga Cipocok. Perlu diketahui, Kopsyah BMI menyerahkan 355 rumah di wilayah lain di Banten dan Jawa Barat. ”Biaya pembangunan rumah Bapak Sarbini berasal dari infaq anggota Kopsyah BMI yang di sisihkan Rp 1.000 setiap minggunya di Kopsyah BMI,” katanya.

Dalam sambutannya, Suta juga mengajak warga Kampung Sepring, Kelurahan Pancur  ikut bergabung menjadi anggota Kopsyah BMI, karena bisa membawa berkah membantu orang lain, sambil menabung.

”Bagi Bapak/Ibu yang ingin berpartisipasi  dalam pembangunan Rumah Ibu silahkan transfer ke rekening ZISWAF Kopsyah BMI 7 2003 2017 1 (BSI eks BNI Syariah) a/n Benteng Mikro Indonesia, kalau sudah menjadi anggota bisa menggunakan Simpanan Sukarela : 000020112016 atau bisa juga melalui DO IT BMI : 0000000888,” terang Suta.

Sudut kamar rumah Sarbini dan Icih di Kampung Sepring, Kecamatan Taktakan, Kota Serang.

Agenda peletakan batu pertama disaksikan langsung oleh Camat Taktakan Ahmad Saefullah, Lurah Pancur Muhit, Sekretaris Pancur Ratih berserta Babhinkamtibmas yang hadir menyaksikan acara special itu. ”Terima kasih bapak-ibu dari Koperasi BMI, semoga kebaikan ini mendapat pahala yang setimpal dari Allah SWT, terima kasih,” ujar Sarbini.

Camat Taktakan Ahmad Saefullah mengapreasiasi kepedulian Kopsyah BMI terhadap warganya. ”Saya tentunya sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada BMI atas pembangunan rumah untuk Pak Sarbini. Semoga bermanfaat dan kebaikan BMI bersama anggota-anggotanya dibalas oleh Allah SWT,” ujarnya.  

Bagian belakang rumah Pak Sarbini dan Ibu Icih sebelum dibangun ulang oleh Kopsyah BMI.

Terpisah, Presiden Direktur Koperasi BMI Kamaruddin Batubara, menegaskan bahwa koperasi hadir di tengah masyarakat untuk memberdayakan dan melakukan pemerataan ekonomi. Oleh karenanya Model BMI Syariah yang menawarkan konsep yang komprehensif dan telah terbukti dapat dijadikan referensi dalam praktik berkoperasi yang benar.

 “BMI sangat optimistis di tahun 2022, kita terus bergerak cepat untuk melakukan pemberdayaan. HRSH menjadi salah satu instrumen dalam pilar pemberdayaan Kopsyah BMI di bidang sosial,” pungkas pria Kelahiran Batang Natal, Mandailing Natal, 46 tahun silam tersebut.

Pria yang karib disapa Kambara terus mengajak anggota untuk berpartisipasi dalam meningkatkan infak kita. Salah satu instrumen Model BMI Syariah adalah sedekah dan meningkatkan perolehan infak. Hal ini akan membawa koperasi mampu mewujudkan lebih banyak program untuk kemaslahatan bersama.

(Togar Harahap/Klikbmi)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.