Keberkahan Rejeki Memudahkan Mendidik  Keluarga Qurani

Edu Syariah

Nasehat Dhuha  Senin, 21 Maret 2022| 18 Syaban 1443 H | Oleh : Sularto

Klikbmi, Tangerang – Lantunan ayat suci Al Quran menggema setelah doa pembuka acara 9 tahun milad Kopsyah BMI dan 19 tahun operasional, Kamis 17 Maret 2022 di kantor cabang Sukadiri. Muhammad Azmi Adzikri putra pertama dari M Tajus Subki membacakan ayat suci al quran pada puncak perayaan 9 tahun milad Koperasi BMI dan 19 tahun operasional . Azmi yang saat ini baru berusia 8 tahun ini dengan tartil mengumandangkan ayat suci Al Quran.

Beruntung  sekali Azmi panggilan Muhammad Azmi Adzikri mendapat didikan dari keluarga yang cinta Al Quran. M Tajus Subki ayah Azmi yang bekerja di Kopsyah BMI sejak 25 April 2011 patut menjadi contoh baik dalam mendidik anak yang islami. Beruntung Azmi mendapat orang tua yang keduanya gemar membaca al quran dan senang untuk selalu mengajarkan kebaikan.

Setiap hari Azmi bukan hanya mendengar lantunan ayat suci tapi terus dibimbing oleh kedua orang tuanya. Minimal satu kali dalam satu hari ia diajarkan oleh ayah dan ibunya untuk terus membaca Al Quran. Tajus mengatakan anaknya selalu dilatih untuk membaca Al Quran minimal satu kali walaupun ia sebetulnya memprogramkan 3 kali sehari pagi, sore dan malam dalam tilawah mujawaz. “Minimal sebelum sholat maghrib di mushola saya sendiri yang mengajarkan Azmi membaca beberapa ayat Al Quran” ujar Tajus yang saat ini didaulat menjadi mancab di Kopsyah BMI Cabang Pontang.

Mohammad Azmi Adzikri Melantunkan Ayat Suci Al Qur’an di acara 9 Tahun Milad Koperasi BMI dan 19 Tahun Operasional di Kantor Cabang Sukadiri

Ia mengatakan terkait dengan kemampuan Azmi membaca Al Quran memang didapat dari lingkungan keluarga, “ Azmi memang dari lingkungan keluarga yang suka membaca Al Qur’an . Saya tentu ingin anak-anak saya bisa membaca Al Quran. Hal ini ditunjang dengan Ibunya juga kebetulan guru ngaji sehingga Azmi dari lingkungan keluarga sudah banyak mendengar. Alhamdulillah memang sejak 4 tahun potensi Azmi menjadi seorang qori sudah terlihat. Hal inilah yang terus kita latih” ujarnya.

Tajus meyakini bekerja di Kopsyah BMI membawanya pada keberkahan rizki dan memudahkan ia mendidik keluarga. “Karena wasilah saya bekerja di BMI saya bisa memberikan kesejahteraan pada keluarga saya, saya bisa mencukup kebutuhan keluarga baik sandang maupun pangan. Semua kebutuhan terpenuhi sehingga istri saya juga lebih tenang untuk mengajar” tutur Tajus menambahkan.

Penulis perlu untuk menjadikan tema ini menjadi nasehat dhuha karena kita perlu mendapat contoh baik dari pola mendidik anak dan keluarga yang bisa dilakukan oleh pasangan muda atau siapapun yang ingin lebih bahagia dunia akherat.

Soal sedekah yang menjadi program inti dari semangat berbagi Kopsyah BMI ia menuturkan selalu mengajarkan ke pada anak-anaknya untuk selalu bersedekah secara rutin. “Soal sedekah saya memberikan tauladan kepada anak supaya gemar dan senang sedekah, contoh kecilnya setiap hari jumat kan biasa ada kotak berjalan ketika khotib jumat berkhutbah di situ kita mulai mengajarkan anak untuk bersedekah dengan memasukan uang berapapun ke dalam kotak. Dan memang si anak seneng, dan rutin setiap jumat minta uang untuk sedekah ke masjid” terang pria kalem yang pintar mengaji ini.

Selain semangat mengajarkan anak untuk bermuamalah, Tajus juga megajarkan anak-anak untuk sholat berjamaah. “Azmi kira ajarkan untuk selalu sholat jamaah di mushola. Dhuhur, asyar, maghrib namun kalo isya kadang kalo pas saya belum datang mungkin dia takut berangkat. Kalau shubuh namaya anak-anak yang kadang sulit untuk dibangunkan. Tapi sebagai orang tua kita terus berupaya mendidik dengan mengajak yang terbaik” ungkap ayah dari 3 anak.

Dari nasehat dhuha ini kita berharap kita semua bisa mendidik keluarga kita menjadi keluarga yang Qurani. Dalam ruang lingkup yang lebih besar kita bisa mendidik generasi yang qurani. Generasi yang ibadahnya secara vertikal baik namun secara horisonal baik. Kita harus mampu mendidik keluarga yang taat kepada Allah dan juga cinta dengan sesame manusia dengan gemar bersedekah.

Menurut Buya Yahya ciri generani Qurani adalah ia yang beriman kepada hal ghaib termasuk di sini adalah Allah Swt. Dengan iman tersebut maka ia akan terus berupaya melaksanakan segala perintah-Nya dan meninggalkan yang dilarang-Nya. Perintah wajib yang harus dilaksanakan setiap Muslim adalah mendirikan salat lima waktu setiap harinya dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Generasi Qurani merupakan generani yang meyakini kebenaran isi Al-Qur’an, membaca, menghafal, serta memahami dengan baik dan benar makna yang terkandung di dalamnya.

Hikmah yang kita ingin nasehatkan kepada pembaca adalah bahwa dengan bekerja di tempat yang baik, membelanjakan dengan baik. Maka keberkahan rejeki akan datang dan memudahkan kita untuk mendidik keluarga kita menjadi keluarga yang Qurani.  Mari kita simak Surat Al Baqarah ayat 168 :

Artinya: Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.

Surat Al Baqarah ayat 172  :

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.

Semoga kita dapat menjadikan contoh baik di sekeliling kita untuk kita praktekkan karena sejatinya anak adalah investasi dunia akherat bagi orang tua. Jika anak-anak kita menjadi anak sholeh sholehah maka ia akan menjadi penyelamat bahkan saat kita telah tiada.

Sahabat klikbmi yang dimuliakan Allah SWT mari terus istiqomah dalam kebaikan, maka kebaikan pula yang akan terus bertambah. Mari terus ber-ZISWAF (Zakat,Infaq,Sedekah dan Wakaf) melalui rekening ZISWAF Kopsyah BMI 7 2003 2017 1 (BSI eks BNI Syariah) a/n Benteng Mikro Indonesia atau menggunakan Simpanan Sukarela : 000020112016 atau bisa juga melalui DO IT BMI : 0000000888. (Sularto/Klikbmi)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.