Bogor, Klikbmi.com: Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil (PINBUK) Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) dan Induk Koperasi Syariah BMT (INKOPSYAH BMT) menyelenggarakan Lokakarya Nasional (LOKNAS) untuk mendukung program pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi syariah yang berkelanjutan. Kegiatan bertema “Inovasi Keuangan Mikro Syariah BMT untuk Keberlanjutan Pemberdayaan Masyarakat” tersebut dibuka di Sekolah Bisnis (SB) IPB University, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/12).
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Kamaruddin Batubara Presiden Direktur Koperasi BMi Group menjadi salah satu panelis diskusi dengan sub tema khusus Inovasi Koperasi/Keuangan Mikro Syariah dalam Pengembangan Perumahan Swadaya. Pria yang karib disapa Kambara tersebut memaparkan bagaimana praktik Pengembangan Jasa Pembangunan Rumah dan Bedah Rumah Melalui Koperasi BMI Group yang Ia pimpin.
Koperasi Syariah BMI memiliki program pembiayaan Mikro Tata Griya untuk Anggota yang membutuhkan renovasi rumah, Pembiayaan rumah tanpa DP untuk Anggota yang kesulitan mengumpulkan DP rumah dengan berbagai spesifikasi yang telah ditetapkan, serta program Hibah Rumah Siap Huni (HRSH) yang kini telah mencapai angks 510 rumah gratis yang diserahkan kepada Anggota maupun non Anggota melalui dana Kebajikan dan dana infaq.

Program-program tersebut digerakkan oleh Kambara yang berasal dari pengalaman pribadinya. HRSH menjadi tekad kuat karena rumah masa kecilnya yang tidak layak huni dibangun ulang oleh seorang dermawan, Rumah Tanpa DP karena kesulitannya membeli rumah. “Kalau tidak kita buatkan program itu, Kapan orang akan bisa punya rumah? Sementara untuk makan dan biaya sekolah anaknya saja mereka kesulitan? Melalui Koperasilah kita bertugas untuk membantu Anggota yang kesulitan tersebut agar memiliki rumah yang nyaman dan tenang mencari untuk penghidupan sehari-hari” Tegasnya.
Dana infaq untuk Pembangunan HRSH dikumpulkan melalui program Gassiteru Gerakan Sedekah Seminggu Tiga Ribu, Ia Harap kegiatan tersebut dapat diduplikasi di BMT lain. “Program gassiteru dapat digunakan untuk kegiatan sosial dan pemberdayaan, tinggal diduplikasi di BMT lain. Kalau kegiatan ini kita lakukan terus menerus maka akan dapat mendukung bisnis Koperasi yang semuanya itu milik Anggota” Ungkap Pria penerima penghargaan dari HA IPB sebagai pegiat Koperasi dan Desa tersebut.

Wamenkop Ferry Juliantono turut hadir pada pembukaan acara, Ia mengungkapkan telah disusun pencanangan langkah kolaborasi dengan beberapa kementerian lain dengan tujuan untuk mengembangkan dan memberdayakan eksistensi koperasi di Indonesia. Diantaranya, Kementerian Transmigrasi untuk pengembangan skala ekonomi daerah transmigrasi melalui Koperasi; Kementerian Desa untuk pengelolaan BUMDes menjadi Koperasi sehingga nantinya BUMDes bisa menjadi milik masyarakat; Kementerian Perlindungan Pekerja Migran melalui LPDB dan Koperasi yang akan bridging terlebih dahulu untuk membiayai calon pekerja migran seperti biaya pelatihan.
Rektor IPB Prof Arif Satria yang hadir dalam kesempatan tersebut juga bersepakat bahwa koperasi harus masuk ke sektor-sektor usaha besar agar menjadi semacam konglomerasi seperti sektor pertanian industri es krim Campina asal Belanda yang dimiliki kekuatan besar bernama koperasi. Ia juga menyatakan bahkan di Jepang koperasi itu berdaulat dan sudah menjadi satu kekuatan politik yang dahsyat, seluruh bisnis dan kegiatan usaha di sepanjang perairan Jepang dikelola oleh koperasi.
Sementara Ketua PINBUK ICMI Aslichan Burhan berharap lokakarya ini dapat menjadi forum strategis untuk merumuskan langkah konkret dalam memperkuat peran koperasi/BMT sebagai motor penggerak keuangan mikro syariah untuk keberlanjutan pemberdayaan masyarakat. Dengan dukungan pemerintah dan berbagai pihak, hasil lokakarya ini akan menjadi panduan implementasi program nasional koperasi dan keuangan mikro syariah. (Nur/Humas)
