Kopsyah BMI Disambut Antusias Warga Ciomas dan Bojonggede Bogor

BMI Corner

Pelayanan Kopsyah BMI Sentuh Ekonomi Warga Kabupaten Bogor

وَٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا۟ بِهِۦ شَيْـًٔا ۖ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا وَبِذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱلْجَارِ ذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْجَارِ ٱلْجُنُبِ وَٱلصَّاحِبِ بِٱلْجَنۢبِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُكُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ مَن كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا

Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri (Q.S Annisa : 36)

KLIKBMI.COM, BOGOR – Ekspansi ekonomi gotong royong oleh Kopsyah BMI di Jawa Barat terus berlanjut. Selama tiga hari berturut-turut (24,25, 26 Agustus 2021), tiga pertemuan umum (PU) di helat di Kelurahan Cinangka, Sawangan, Kota Depok dan dua desa di Kabupaten Bogor, Desa Pagelaran, Kecamatan Ciomas dan Desa Cimanggis, Kecamatan Bojong Gede. Baik Sawangan, Ciomas dan Bojong Gede, ketiganya adalah cabang baru BMI di sana.

Baca Juga : 10 Muharram, BMI Tebar 200 Santunan Anak Yatim Di Kawasan Pembangunan BMI Center

Pertemuan Umum (PU) menjadi upaya awal BMI untuk menghimpun anggota koperasi. Dalam tiga PU yang dihelat, Ketiga Manajer Cabang yakni Rizky Ariyanto (Sawangan), Muhammad Jana (Ciomas) dan Dede Sulaeman (Bojong Gede) mengenalkan secara rinci bagaimana BMI beroperasi, termasuk skema Model BMI Syariah dan program sosial lewat Zakat, Infaq, Sadaqah dan Wakaf.

Manajer Cabang Ciomas Muhammad Jana mempresentasikan manfaat warga Desa Pagelaran menjadi anggota BMI.
Manajer Cabang Ciomas Muhammad Jana mempresentasikan manfaat warga Desa Pagelaran menjadi anggota BMI.

Seperti di Ciomas dan Bojong Gede, respon kehadiran BMI disambut hangat dan positif. Seperti di Desa Pagelaran, lengkap dengan protokol kesehatan, warga tetap datang menghadiri PU, kendati cuaca terik sekalipun. Sementara di Cimanggis, hampir 40 pasang mata ikut menyaksikan tayangan company profile BMI dan penjelasan BMI di tengah aula kantor desa.

Baca juga : Dalam Sehari, BMI Bangun Dua HRSH Sekaligus

Kepada Klik BMI, Camat Ciomas Chairuka Judhianto berharap BMI bisa segera beroperasi di Ciomas. Ia mengaku baru menemukan lembaga keuangan yang secara rinci menjelaskan fungsi koperasi syariah kepada warganya.

Selain camat, agenda di Ciomas dihadiri Direktur Operasional Kopsyah BMI Yayat Hidayatullah, Manajer Operasional Kopsyah BMI Muhammad Fadlillah dan Manajer Cabang Ciomas Muhammad Jana.

”Segera beroperasi, (kalau bisa) secepatnya. Tolong ajarkan warga kami bagaimana koperasi yang sebenarnya dan sukses usahanya seperti yang di Company Profile tadi,” paparnya dalam sambutan di PU Desa Pagelaran, Rabu 25 Agustus 2021.

Terlebih, sambung Chairuka, program demi program Kopsyah BMI ini bagus dan sesuai dengan kebutuhan warga sekitar. Hal yang menarik baginya adalah program ZISWAF, yang dimana para anggotanya bisa meningkatkan rasa saling peduli untuk membantu satu sama lain.

Foto bersama usai santunan anak yatim di sela Pertemuan Umum di Desa Pagelaran, Ciomas, Bogor.
Foto bersama usai santunan anak yatim di sela Pertemuan Umum di Desa Pagelaran, Ciomas, Bogor.

” Ketika saya ditelepon Pak Jana (Manajer Cabang Ciomas) dan menyampaikan isi agenda pertemuan dan perbedaan BMI dengan lembaga yang lain, sampai ada celengan infaq, saya langsung minta agar saya diundang di sini,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan Kades Pagelaran Yusuf Maulana. Dirinya mendorong agar tindak lanjut PU agar BMI bisa turun ke tengah warganya bisa segera direalisasikan. Dengan begitu, warganya bisa belajar berkoperasi seraya ber-ZISWAF.

Profil Koperasi BMI : Cek Di sini

”Kita lihat sendiri tadi penjelasannya bahwa koperasi ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui simpan pinjam dan pemberdayaan anggota. Tapi harus diingat bahwa warga jangan sampai kebablasan meminjam di luar kemampuannya. Jangan sampai memaksakan diri. Ini yang dilarang,” paparnya.

”Kopsyah BMI ini bagus, kami dari pihak desa dan para RW diajak berkoordinasi terlebih dahulu dengan kita selaku aparat setempat,” tambahnya.

Di depan warga Ciomas, Manajer Operasional Kopsyah BMI Muhammad Fadlillah menjelaskan tentang tata cara menjadi anggota Koperasi BMI. Di depan para peserta PU, Fadil mengatakan BMI bukan sekedar usaha koperasi simpan pinjam semata. Sejumlah layanan yang diberikan, keseluruhannya diperuntukkan untuk kesejahteraan anggota.

Camat Ciomas Chairuka Judhianto meminta BMI memberikan pendidikan ekonomi gotong royong bagi warganya, sekaligus membina kehidupan sosialnya lebih baik lagi.
Camat Ciomas Chairuka Judhianto meminta BMI memberikan pendidikan ekonomi gotong royong bagi warganya, sekaligus membina kehidupan sosialnya lebih baik lagi.

” BMI bukan sekedar koperasi simpan pinjam dan melihat anggota sebagai nasabah semata. Merujuk pada pesan Presiden Koperasi BMI Bapak Kamaruddin Batubara bahwa koperasi yang baik adalah mendudukan anggota sebagai pemilik, pengguna dan pengendali,” jelasnya.

Para anggota Koperasi BMI, sambung Fadil, juga mendapat benefit pemasaran digital. Mereka yang sudah menjadi anggota bisa mendapatkan akses ekonomi digital baik lewat komunitas medsos BMI, anggota dan Doit BMI. ”Jadi bapak-ibu semua, ini juga yang membedakan kami dengan koperasi lainnya, para anggota BMI juga dapat mengikuti berbagai pelatihan dan pengembangan usaha yang diadakan BMI. Para anggota juga mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan dirinya lewat pendidikan perkoperasian,” paparnya.

Sementara PU di Desa Cimanggis, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, para ketua RW dan RT saling memberi applause usai Koperasi BMI mempresentasikan profilnya. Sama halnya dengan di Ciomas, agenda santunan anak yatim dan pendaftaran anggota gratis menjadi kegiatan penting PU.

Kasi Ekbang Kecamatan Bojong Gede Heri Sumartini mengatakan, terkesan karena Desa Cimanggis menjadi desa pertama yang dipilih koperasi BMI untuk menggelar pertemuan umum di Kecamatan Bojong GedeWaringinkurung.

Agenda PU bagi Heri Sumartini menjadi atensi khusus bahwa Desa Cimanggis sudah layak untuk mendapat pelayanan BMI. Ia pun mengajak kades dan para perangkat desa lainnya untuk mensosialisasikan BMI kepada warga lainnya.

”Jadi bagi Bapak RT, Ibu-ibu kader sampaikan kepada warganya jika ada yang berminat masuk BMI, bisa disampaikan kepada bapak-bapak di sini. Setelah melihat kebaikan-kebaikan yang sudah dilakukan BMI membuat saya sangat mendukung sekali niat BMI di desa kami. Jadi jangan sampai, kesempatan berharga ini tidak direspon,” terangnya.

Manajer Bojong Gede Dede Sulaeman memaparkan tata cara menjadi anggota Kopsyah BMI hingga Model BMI Syariah yang menjadikan BMI berbeda dengan koperasi lainnya.
Manajer Bojong Gede Dede Sulaeman memaparkan tata cara menjadi anggota Kopsyah BMI hingga Model BMI Syariah yang menjadikan BMI berbeda dengan koperasi lainnya.

Sementara Ketua Badan Permusyawaratan Desa Cimanggis Yayat Nurhayati menyambut baik kehadiran BMI di daerahnya. Salah satunya mengajak warganya menyimpan dan mendapatkan pembiayaan dalam bingkai Ukhuwah Islamiyah. Dirinya pun mengaku sebentar lagi akan mengajak warganya menjadi anggota dan menyimpan di BMI. 

Ia mengakui bahwa BMI berbeda dengan koperasi yang lainnya. Karena baru BMI lah yang pertama kali meminta izin untuk melakukan sosialisasi kepadanya pihak desa tentang kerjanya. Ia meminta perangkat desa lain untuk mensosialisasikan kehadiran BMI kepada warga lainnya.  

”Sampai sekarang nggak ada koperasi atau lembaga keuangan lain yang silaturahmi ke desa atau RT. Semuanya terselubung tidak jelas. Sampai saya dihubungi warga saya minta tolong menghadapi lembaga nggak jelas itu karena tidak bayar utang ia akan dimarah-marahi. Jadi jangan sampai niat baik Kopsyah BMI kita sia-siakan,” tandasnya.

(gar/KLIKBMI)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *