Kemampuan Manusia Yang Tidak Kita Sadari

Edu Syariah

Nasehat Dhuha Senin, 8 November 2021 | 2 Rabiul Akhir 1443 H | Oleh : Fakhry Fadhil, S.Sy , M.H

Klikbmi, Tangerang – Tema kita hari adalah Kemampuan Manusia Yang Tidak Kita Sadari Manusia diciptakan Allah SWT sebagai khalifah di muka bumi, sebagai khalifah manusia tentu memiliki tugas dan tanggung jawab yang berat. Bahkan hanya manusia saja yang menerima tugas dan tanggung jawab berat ini, sedangkan yang lainnya menolak. Dalam al-Qur’an ditegaskan bagaimana makhluk-makhluk selain manusia tidak sanggup untuk memikul tugas berat tersebut.

Firman Allah SWT dalam surat Al-Ahzab ayat 72 berikut ini

اِنَّا عَرَضْنَا الْاَمَانَةَ عَلَى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَالْجِبَالِ فَاَبَيْنَ اَنْ يَّحْمِلْنَهَا وَاَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْاِنْسَانُۗ اِنَّهٗ كَانَ ظَلُوْمًا جَهُوْلًاۙ

Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung; tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya (berat), lalu dipikullah amanat itu oleh manusia. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh

Oleh karena itu Allah SWT menganugerahi manusia suatu kemampuan yang tidak dimiliki makhluk lain, yaitu kemampuan berpikir (quwwah nadhariyah) di samping memberi kemampuan fisik (quwwah amaliyah) seperti yang diberikan kepada makhuk-makhluk Allah SWT yang lainnya. Hal itu sesungguhnya dimaksudkan untuk membantu manusia dalam menjalankan tugas-tugasnya sebagai khalifah di bumi.

Dengan kemampuan berpikirnya, manusia dapat membedakan hal-hal yang baik dan buruk. Demikian pula, dengan anugerah tersebut manusia dalam kesehariannya dapat mengambil yang bermanfaat bagi dirinya maupun orang lain, serta mampu mencegah sesuatu yang dapat berakibat buruk bagi dirinya juga orang lain. Sedangkan dengan kemampuan fisik yang dimilikinya, manusia dapat berusaha dan bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya Pada posisi lain, guna untuk memenuhi kehidupan primernya, manusia membutuhkan makan, minum pakaian, dan tempat tinggal. Kenyataan seperti itulah yang menyebabkan manusia untuk bekerja dan berikhtiar dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. Bekerja dan berikhtiar mencari biaya hidup bukan berarti mencerminkan sikap senang terhadap harta benda, tetapi hanya sekedar memenuhi kebutuhan hidup. Dengan aktivitas itu, manusia dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, yaitu beribadah, mengabdi, dan tunduk kepada Sang Pencipta Allah SWT. Az-Zariyat Ayat 56

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.

Maka dari pada itu mari sama-sama kita pergunakanlah kedua kemampuan itu serta merta hanya untuk beribadah kepada allah dan mengharapkan ridhanya.

Mari terus ber-ZISWAF (Zakat,Infaq,Sedekah dan Wakaf) melalui rekening ZISWAF Kopsyah BMI 7 2003 2017 1 (BSI eks BNI Syariah) a/n Benteng Mikro Indonesia atau menggunakan Simpanan Sukarela : 000020112016 atau bisa juga melalui DO IT BMI : 0000000888. (Sularto/Klikbmi)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *