Zuhud Bukan Berati Tak Butuh Duniawi

Edu Syariah

Nasehat Dhuha Minggu, 7 November 2021 | 1 Rabiul Akhir 1443 H | Oleh : Fakhry Fadhil, S.Sy , M.H

Klikbmi, Tangerang – Tema kita hari adalah Zuhud Bukan Berati Tak Butuh Duniawi. Secara umum, kita semua memang membutuhkan harta benda untuk menjaga kelangsungan hidup. Namun hal itu jangan dijadikan alasan menghabiskan seluruh waktu hanya untuk bekerja dengan melupakan kewajiban-kewajiban sebagai makhluk Allah SWT. Tujuan hidup manusia bukan sekedar bekerja dan menumpuk harta benda, tetapi mencari kebahagiaan dunia dan akhirat (sa’adutuddaraini). Dunia hanyalah sebagai tempat menanam (mazra’ah) dengan melakukan amal shaleh sebanyak mungkin sebagai bekal untuk kehidupan selanjutnya.

Zuhud menurut Sayyid Abu Bakar dalam Kifayah Al- Atqiya’ sebenarnya tidak berbeda jauh dari gambaran di atas, yaitu: Menghilangkan ketergantungan hati terhadap harta benda (dunia), bukan berarti tidak punya harta

Bahkan imam Al-Ghazali memberikan gambaran sebagai cerminan bagi zahid (orang yang zuhud).

Pertama, tidak ada bedanya antara memiliki harta dan tidak. Yaitu, tidak merasa senang dengan adanya harta, dan juga tidak merasa susah dengan tiadanya harta. Kedua, dipuji atau dicela orang lain, tidak ada pengaruh bagi dirinya. Ketiga, ketenteraman hatinya hanya bersandar kepada Allah SWT semata serta hatinya dipenuhi perasaan “nikmatnya berbakti” (ta’at) kepada Sang Khaliq (Allah SWT).

Dengan demikian zahid (orang yang zuhud) sebenarnya bukanlah seseorang yang tidak memiliki harta benda sama sekali melainkan dia punya harta benda, namun dia hanya bergantung kepada Allah SWT semata. perlu kita sadari bahwa zuhud adalah sebuah perbuatan hati, perbuatan yang senantiasa hanya takut kepada allah SWT bukan kepada selainya seperti takut kehilangan atau hal-hal yang bersifat duniawi.

Semua sepakat, bahwa zuhud merupakan suatu anjuran dan keutamaan, sesuai dengan sabda Nabi SAW:

اِزْهَدْ فِـي الدُّنْيَا ، يُـحِبُّكَ اللّٰـهُ ، وَازْهَدْ فِيْمَـا فِي أَيْدِى النَّاس ، يُـحِبُّكَ النَّاسُ». حَدِيْثٌ حَسَنٌ ، رَوَاهُ ابْنُ مَاجَهْ وَغَيْرُهُ بِأَسَانِيْدَ حَسَنَةٍ

“Berzuhudlah dalam (urusan) dunia, niscaya kamu akan dicintai Allah. Dan berzuhudlah (jangan mengharap) dari apa-apa yang ada pada genggaman manusia, niscaya kamu akan disukai manusia.”(HR. Ibnu Majah dalam Sunannya dengan sanad yang hasan dan Al Hakim dalam Al Mustadrak dengan sanad yang shahih)

Mari terus ber-ZISWAF (Zakat,Infaq,Sedekah dan Wakaf) melalui rekening ZISWAF Kopsyah BMI 7 2003 2017 1 (BSI eks BNI Syariah) a/n Benteng Mikro Indonesia atau menggunakan Simpanan Sukarela : 000020112016 atau bisa juga melalui DO IT BMI : 0000000888. (Sularto/Klikbmi)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.