Keutamaan Waktu Shubuh Dan Shalat Shubuh

Edu Syariah

Nasehat Dhuha Kamis, 23 Desember 2021| 18 Jumadil Awal 1443 H | Oleh : Ustadz M Reza Prima, ME

Klikbmi, Tangerang – Di antara waktu yang paling diberkahi adalah waktu shubuh. Pada waktu shubuhlah diriwayatkan Malaikat pencatat amal melaporkan catat amal kepada Allah. Waktu ini juga waktu yang didoakan keberkahan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

قال رسول الله -صلّى الله عليه وسلّم-: اللهمَ باركْ لأمتي في بكورِها.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Ya Allah berkahilah umatku pada waktu pagi mereka. [H.R. Tirmidzi no. 1212. Nasr bin Abdul Karim dalam Syarah Lum’atul I’tiqad 4/20]

Waktu shubuh adalah waktu yang mulia, waktu yang diabadikan dalam Al-Qur’an, karena Allah bersumpah dengan waktu shubuh. Allah Ta’ala berfirman: “Wal Fajri” [Q.S. Al-Fajri/89: 1]. Kata Al-Fajr pada ayat tadi bermakna shubuh. Artinya Allah bersumpah dengan waktu shubuh, waktu yang mulia. Bahkan kata fajar pada ayat tersebut dijadikan nama surat yang kita kenal dengan surat al-fajar pada surat ke- 89.

Ayat dan hadis di atas sebenarnya petunjuk untuk kita agar memulai aktifitas sedari awal pagi. Inilah adalah etos atau budaya kerja yang diajarkan Allah. Sedari waktu shubuh kita sudah diajarkan giat, rajin dan disiplin. Etos kerja yang disiplin sebenarnya dapat mengalahkan budaya kerja bangsa Jepang yang terkenal rajin itu. Hal ini juga yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam agar kita bangun di waktu shubuh dan memulai dengan ibadah.

قال صلى الله عليه وسلم: (مَن صَلَّى البَرَدَيْنِ دَخَلَ الجَنَّةَ) متفق عليه ” والبَرَدَانِ : الصُّبْحُ وَالعَصْرُ”.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Siapa saja yang shalat di dua waktu dingin (shubuh dan isya) maka akan masuk surga.” [H.R. Bukhari dan Muslim]

Al-Baradain sebagaimana yang ditafsirkan oleh para ulama adalah shubuh dan ashar. Karena biasanya dua waktu ini adalah waktu yang disepelekan oleh orang-orang. Oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam justru kita diajarkan untuk shalat di dua waktu ini, dua waktu yang berat bagi para pekerja.

Dalam riwayat lain disebutkan:

قال صلى الله عليه وسلم (مَنْ صَلَّى الصَّبْحَ فَهُوَ فِي ذِمَّةِ اللهِ) رواه مسلم.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Siapa saja shalat shubuh maka ia berada dalam tanggungan Allah.” [H.R. Muslim]

Orang yang shalat fajar maka ia berada dalam tanggungan Allah, artinya ia dalam penjagaan Allah. Jika Allah telah menjaga seorang hamba maka hamba tersebut tidak lagi memerlukan penjagaan makhluk dan hamba yang lain. Jaminan tanggungan dan penjagaan ini hanya diberikan Allah kepada orang yang shalat shubuh, bukan shalat lainnya. Hal ini sebagaimana yang disabdakan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tadi.

Dari penjelasan sebelumnya, satu hal yang harus kita garisbawahi, bahwa waktu shubuh adalah waktu utama dan memiliki keutamaan, salahsatunya adalah keberkahan yang didoakan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Selain itu shalat shubuh, sebagai aktivitas awal di pagi hari itu, memiliki berbagai keutamaan, diantaranya adalah jaminan masuk surga dan penjagaan Allah. Mudah-mudahan kita kita adaah orang yang dapat memanfaatkan waktu shubuh dengan maksimal dan dapat menunaikan shalat shubuh tepat waktu berjamah sehingga mendapat jaminan masuk surga.

Mari terus ber-ZISWAF (Zakat,Infaq,Sedekah dan Wakaf) melalui rekening ZISWAF Kopsyah BMI 7 2003 2017 1 (BSI eks BNI Syariah) a/n Benteng Mikro Indonesia atau menggunakan Simpanan Sukarela : 000020112016 atau bisa juga melalui DO IT BMI : 0000000888. (Sularto/Klikbmi)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *