Kopsyah BMI Bangun Ulang Rumah Warga Kecamatan Nanggung Bogor, Gratis!

BMI Corner

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. At-Taubah: 103).

Klikbmi, Tangerang – Kebahagiaan tampak di wajah Keluarga Ibu Emut, warga Kampung Babakan Liud, RT 01, RW 10, Desa Kalong liud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Rumah mereka yang tak layak akhirnya dibangun ulang oleh Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI).

Rumah Emut sudah tak layak sebelum dibedah ulang oleh Kopsyah BMI. Di rumah tersebut, Emut yang juga Anggota Kopsyah BMI tinggal bersama putranya Latif (27), sementara sang suaminya hanya datang tiga bulan sekali. Emut dan putranya bekerja sebagai buruh tani di sawah milik warga.

”Alhamdulillah, sehari dapat Rp20 ribu kadang Rp30 ribu saja sudah bersyukur pak,” kata Emut kepada Senoaji Purwanto, Manajer Kopsyah BMI Cabang Nanggung saat mengunjungi rumahnya, awal Februari 2022.

Dari keterangan Seno, Isi rumah Bu Emut hanya segelintir, kasur dan lemari plastik. Di dalam rumah berukuran 5 x 4 meter, hanya bagian tengahnya saja yang bisa ditempati. Selain itu dapur. Bagian tengahnya sudah termasuk ruang tidur, ruang keluarga. Bilik rumahnya berlubang di sana- sini. Di ruang tengah juga, selimut dibuat bertumpuk. Karena rumah Ibu Emut berada di Lereng Gunung Salak yang saat malam hari begitu dingin membeku.

Peletekan batu pertama pembangunan HRSH Kopsyah BMI untuk Ibu Emut. Ini merupakan rumah gratis pertama Kopsyah BMI untuk cabang Nanggung.

Setelah melakukan survei, kondisi rumah Bu Emut kemudian disampaikan ke Tim Zakat, Infaq Sadaqah dan Wakaf (ZISWAF) Kopsyah BMI dan akhirnya mendapat persetujuan dari Ketua Pengurus Kopsyah BMI Kamaruddin Batubara masuk dalam program HRSH.

Peletakan batu pertama Rumah Bu Emut dihadiri langsung oleh Sekretaris Kecamatan Nanggung Suharsono, Kasi Ekbang Kecamatan Nanggung Yudi serta Kepala Desa Parakan Muncang Mauludin, Jumat 25 Maret 2022.  

Manajer Kopsyah BMI Cabang Nanggung Senoaji Purwanto (kiri) berfoto bersama Ibu Emut (jilbab merah) dan dua putra putrinya.

Seno mengatakan, HRSH ini merupakan rumah gratis pertama di Kecamatan Nanggung. Dijelaskanya, Inilah koperasi, Koperasi BMI bisa membangun rumah gratis karena BMI berazas gotong royong dan kekeluargaan. ”Seperti pesan dari Presdir Koperasi BMI Pak Kamaruddin Batubara bahwa menjadi anggota koperasi tidak boleh tambah susah tapi harus sejahtera,” paparnya.

Seno mengatakan, formulanya berada di Model BMI Syariah yang diusung BMI dalam setiap operasionalnya. BMI berusaha mempraktekan bagaimana masyarakat tidak hanya mengakses simpan pinjam dan pembiayaan, namun juga pemberdayaan dan kegiatan sosial. ”Kopsyah BMI mengelola usahanya berdasarkan prinsip ekonomi Islam. Lewat Model BMI Syariah, kami hadir dengan lima instrumen pemberdayaan,” jelasnya.

Model BMI Syariah menjadi pembeda antara BMI dengan koperasi lain. Tujuannya jelas bahwa llima instrumen pemberdayaan masyarakat yaitu sedekah, pinjaman, pembiayaan, simpanan dan investasi melalui pengembangan budaya menabung dan pemberdayaan Zakat, Infaq, Sedekah dan Wakaf (ZISWAF) menuju pada kemandirian yang berkarakter dan bermartabat.

Ibu Emut berfoto di ruang tengah rumahnya, selain menjadi ruang tamu, ruang tidur di ruangan itu Ibu Emut menggunakan ruangan itu sebagai tempat makan.

”Model BMI Syariah seiring dengan semangat dan visi misi Kabupaten Bogor yakni Panca Karsa. Yakni Bogor membangun (infrastruktur rakyat), Bogor Cerdas (peningkatan sektor pendidikan) Bogor Maju (kemandirian masyarakat dan iklim investasi), Bogor Sehat (program kesehatan masyarakat), Bogor Berkeadaban (dukungan pemkab untuk peningkatan rohani masyarakat),” sambung Seno.

Sementara Sekcam Nanggung Suharsono menjelaskan, mengapresasi BMI tidak hanya memberikan akses permodalan dengan syarat yang mudah, tapi giat sosialnya juga tinggi. ”Saya mengajak bapak ibu sekalian ayo berkoperasi, agar kita tidak hanya memikirkan dunia saja, namun juga bekal di akhirat,” paparnya.

Hal senada diungkapkan Kades Parakan Muncang Mauludin juga mengajak agar warganya menjadi anggota Kopsyah BMI. koperasi lebih mudah, birokrasinya tidak berbelit-belit, pembiayaan di BMI tidak harus pakai agunan. ”Jadi jangan berpikirnya masuk BMI agar bisa dapat rumah. Tapi juga aktif jadi anggota dan menabung dananya di BMI. Apalagi BMI ini sudah 19 tahun beroperasi dan punya banyak kegiatan sosial, Insya Allah sudah sangat terpercaya,” tandasnya.

Selain di Nanggung, Koperasi BMI juga membangun ulang rumah Marwiyah (52 tahun) warga Desa Pangenjahan, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, Senin 21 Maret 2022. Peletakan batu pertama dihadiri langsung oleh Manajer Area 02 Khotimah dan Manajer Cabang Mekarbaru Dwi Fajaryanti.

Manajer Kopsyah BMI Cabang Mekarbaru Dwi Fajaryanti meletakkan batu pertama HRSH Kopsyah BMI untuk Ibu Marwiyah, Anggota BMI asal Desa Pangenjahan, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, 21 Maret 2022.

Manajer Cabang Mekarbaru Dwi Fajaryanti mengatakan, Ibu Marwiyah berstatus janda. Tahun 2019 menjadi tahun terpahit di kehidupan Marwiyah. Di tahun itu, suaminya menghembuskan nafas terakhir karena sakit. Tiga bulan setelahnya, rumahnya roboh diterjang angin kencang. Hingga akhirnya, rumahnya dibangun kembali oleh Kopsyah BMI.

”Namun, Ibu Marwiyah tetap semangat membangun rumahnya dengan dana seadanya dari penghasilannya sebagai buruh tani. Bu Marwiyah merupakan anggota Kopsyah BMI yang sudah mendapatkan pembiayaan kelima dari BMI,” pungkas Dwi.

Marwiyah, anggota Kopsyah BMI Cabang Mekarbaru berfoto di depan rumahnya yang pernah ambruk di Tahun 2019.

Terpisah, Ketua Pengurus Kopsyah BMI Kamaruddin Batubara menjelaskan bahwa Kopsyah BMI sebagai koperasi syariah memiliki perhatian dan tanggung jawab lebih besar kepada kehidupan beragama. Koperasi syariah, bukan saja dilandasi oleh semangat keluargaan dan kegotong-royongan tetapi juga menjadi penyebar ibadah muamalah sebagai implikasi dari pelaksanaan ajaran Al Quran dan Hadist.

 “Dengan Model BMI Syariah, kami berkoperasi dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan ekonomi, meningkatkan taraf pendidikan anggota dan anak anggota, menjaga kualitas kesehatan anggota dan keluarganya, menumbuhkan jiwa sosialnya dan meningkatkan praktik spiritualnya. HRSH merupakan perwujudan pilar sosial dan spiritual anggota,” tandasnya.

(Togar Harahap/Klikbmi)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.