Memanfaatkan Waktu Luang Dengan Hal Yang Bermanfaat

Info ZISWAF

#Nasehat Dhuha Jumat, 2 April 2021 | 10 Hari Menuju Ramadhan 1442 H | Oleh : Ust Sarwo Edy, ME

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS. Al ‘Ashr)

Time is money (waktu adalah uang) adalah pepatah yang berasal dari “Advice to a Young Tradesmen”. Sebuah esai oleh Benjamin Franklin yang muncul dalam buku George Fisher tahun 1748. Pepatah ini dimaksudkan untuk menyampaikan biaya moneter kemalasan, dengan menunjukkan bahwa ketika seseorang dibayar untuk jumlah waktu yang dihabiskan untuk bekerja, meminimalkan waktu yang terbuang juga meminimalkan jumlah uang yang hilang untuk pengejaran yang tidak terlalu sembrono.

Mari masing-masing kita melihat jam dinding atau jam tangan ataupun jam yang ada di HP kita masing-masing. Dalam satu hari satu malam, kita sama-sama memiliki 24 jam yang sama bukan? Tetapi dalam 24 jam yang sama itu, setiap masing-masing berbeda dalam meluangkannya. Merugi. Itulah nasib manusia yang digambarkan Allah di dalam surat al-ashr di atas. Di dalam surat itu dikatakan bahwasanya setiap manusia benar-benar berada dalam kerugian (dalam mempergunakan waktunya) kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh dan saling menasehati dalam ketaatan dan saling menasehati dalam kesabaran. Kenapa Allah mengatakan manusia benar-benar dalam kerugian (dalam mempergunakan waktunya) padahal (mempergunakan) waktu itu tidak bayar alias gratis?

Bukan perihal waktu itu gratis atau bayar yang membuat manusia dikatakan merugi. Tapi lebih kepada pemanfaatan waktu itu sendiri. Layaknya para siswa yang diberi waktu 90 menit untuk mengerjakan soal ujian. Ada yang menggunakan untuk memikirkan dan menjawab soal ujian dengan sungguh-sungguh. Dan ada juga yang malas-malasan menjawab ujian hingga bel untuk mengumpulkan kertas jawaban berdering. Dari dua hal tersebut, bisa kita nilai dan bayangkan berapa nilai masing-masing siswa tersebut. Sama halnya dengan manusia. Setiap manusia diberi kesempatan masing-masing hidup di dunia dengan 24 jam yang sama walaupun memiliki waktu hidup yang berbeda-beda. Ada yang menggunakan waktu itu sebaik-baiknya (dengan beramal sholeh) dan ada juga yang mengerjakan hal-hal biasa dan lebih cenderung hal-hal yang tidak bermanfaat ataupun yang menjerumuskan ke dalam lubang maksiat.

Jika kita merujuk ke surat al-ashr, kita bisa menilai siapa di antara mereka yang merugi. Apalagi jika kita tidak ada yang tau (berapa menit kita dikasih waktu untuk menjawab soal ujian). Apakah masih mau males-malesan?
WAKTU LUANG. Setiap insan mempunyai waktu luangnya masing-masing. Dan khususnya bagi yang mempunyai kesibukan kerja yang padat. Waktu luang adalah waktu yang sangat luar biasa bagi mereka yang akan digunakan untuk rehat sejenak. Apalagi libur panjang dengan adanya tanggal merah. Sebagaimana kita maklumi bersama, libur panjang akan digunakan mereka untuk rileks,ngobrol-ngobrol,bercanda gurau dan kumpul-kumpul dengan keluarga, sanak saudara, teman ataupun sahabat. Jika itu mereka lakukan sebatas kewajaran untuk menghibur diri dan menghilangkan rasa lelah dan penat tentu masih bisa dimaklumi. Yang jadi masalah adalah jika hal-hal tersebut keluar batas.
Kadang tanpa terasa, waktu seharian dihabiskan untuk ngobrol yang “kurang bermanfaat” ataupun aktifitas yang hanya sekedar menghabiskan waktu yang tidak tau arah dan tujuannya.

Kelalaian terhadap “manfaat” hidup inilah yang sering membuat manusia melakukan kegiatan tanpa didasari tujuan yang jelas. Tujuan yang hanya untuk memperoleh kesenangan sesaat.
Padahal waktu mempunyai peran yang essensial. Kita tidak boleh bermain-main dengan waktu. Karena waktu bisa membantu kita atau kadang malah mencelakai kita.“ Waktu itu bagaikan pedang, Jika kamu tidak “menebas”nya, Maka ia akan “menebas”mu. Dan jiwamu jika tidak kau sibukkan di dalam kebenaran. Maka ia akan menyibukkanmu dalam kebatilan. (Dinukil oleh Al-Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam kitabnya Al-Jawaab Al-Kaafi). Dari ungkapan ini, bukan berarti setiap waktu kita harus selalu serius dan tegang tanpa ada waktu untuk sekedar bercanda dengan orang lain. Tapi essensinya adalah kita harus lebih hati-hati dalam memanfaatkan waktu itu agar tidak terlewat dengan sia-sia.
Waktu luang bisa menjadi awal kerusakan bagi manusia jika tidak bisa menggunakannya dengan baik. Betapa banyak orang yang akhirnya terjerumus kedalam lubang kejahatan dan kemaksiatan karena waktu luangnya. Bahkan ada pepatah arab yang berkata :

إن الشباب والفراغ والجدة مفسدة للمرء أي مفسدة
Sesungguhnya masa muda, kekosongan dan harta yang banyak merusak pribadi seseorang dengan kerusakan yang nyata.
Selain masa muda dan harta yang banyak, kekosongan atau waktu luang adalah salah satu jalan untuk merusak manusia dan salah satu jalan syaitan menggoda manusia.Hal ini juga selaras dengan sabda Nabi, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda :
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

Ada dua nikmat yang banyak membuat manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan nikmat waktu luang (HR. Bukhari)
Mari kita gunakan waktu sehat kita dan juga waktu luang kita dengan mengerjakan hal-hal yang bermanfaat dan tidak lupa untuk bersedekah. Dan semoga kita semua terhindar dari ciri-ciri orang-orang yang merugi dan lalai terhadap waktu luang kita.

Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ
“Di antara (tanda) kebaikan Islam seseorang adalah (dia) meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat.(HR. Tirmidzi)

Mari salurkan sedekah terbaik kita melalui rekening ZISWAF Kopsyah BMI 7 2003 2017 1 (BNI Syariah) a/n Benteng Mikro Indonesia

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.