Menjaga Amanah Dalam Islam

Info ZISWAF

Nasehat Dhuha Minggu, 28 Maret 2021 | 15 Hari Menuju Ramadhan 1442 H | Oleh : Sularto

Klikbmi, Tangerang – BMI Kliker dimanapun berada, hari ini Sabtu, 28 Maret 2021 kita telah sampai pada 15 hari menuju Ramadhan 1442 H. Tema nasehat dhuha kita hari ini adalah menjaga amanah atau kepercayaan.  Amanah merupakan salah satu sifat mulia yang dimiliki oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ajaran untuk bersifat amanah ini sejalan dengan perintah Allah di surat An Nisa ayat 58 yang artinya, “Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanah kepada orang yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil. Sungguh, Allah sebaik-baik yang Memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat”. 

Selain itu, Nabi Muhammad juga pernah bersabda tentang amanah, yang diriwayatkan oleh Ahmad, “Tidak ada iman yang sempurna bagi orang yang tidak memiliki sifat amanah, dan tidak ada agama yang sempurna bagi orang yang tidak menepati janji”. Amanah memiliki arti dipercaya atau terpercaya. Sementara itu, jika dilihat dari sisi aqidah dan syariat agama, amanah adalah segala sesuatu yang harus dipertanggungjawabkan dan berkaitan dengan orang lain atau pihak lain.

Amanah bisa berupa benda, pekerjaan, perkataan, ataupun kepercayaan. Maka, amanah bisa berbentuk apa aja yang nantinya akan dimintai pertanggungjawabannya. Sebagai umat Islam, kita pasti telah mengetahui bahwa agama kita mengajarkan untuk menjaga amanah yang kita terima dari orang lain. Bahkan, Islam mewajibkan kita untuk memelihara amanah, yaitu dengan bersikap jujur dan bisa dipercaya.

Kemampuan seseorang menjaga amanah merupakan tolak ukur akan usahanya menjalankan perintah Allah subhanahu wa ta’ala dan menjauhi larangannya. Tidak hanya untuk segi ibadah, seseorang yang bersifat amanah juga akan memiliki hubungan yang baik dengan manusia lainnya. Dia akan menjadi bisa dipercaya dan dihormati oleh orang-orang di sekitarnya.

Allah menempatkan amanah sebagai satu akhlak yang memiliki kedudukan sangat special bagi manusia. Bahkan, seseorang yang memiliki sikap amanah bisa menjadi kekasih Allah. Sebaliknya, seseorang yang suka berkhianat sangat dibenci oleh Allah dan akan diperlihatkan kepada seluruh makhluk di hari pembalasan kelak.  Hal ini tercermin dalam hadis yang diriwayatkan Ibnu Umar, bahwa Rasulullah shalllallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bila Allah menghimpun seluruh makhluk-Nya, dari generasi terdahulu sampai generasi terakhir ketika kiamat ditegakkan, maka kepada mereka yang berkhianat diberikan sebuah bendera sebagai tanda bahwa mereka adalah pengkhianat.” (H.R. Muslim).

Amanah yang merupakan sifat yang mulia, merupakan sifat yang wajib untuk dimiliki semua muslim. Tidak hanya terkait dengan hubungannya dengan manusia, tetapi juga bersifat amanah terhadap semua yang diberikan Allah. Dalam surat Al Anfal  ayat 27 Allah berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul, dan (juga) janganlah kamu menkhianati amanah yang telah dipercayakan keadamu, sedang kamu mengetahui”. Dari surat al Anfat ayat 27, kita mengetahui bahwa amanah bisa kita terima dari Allah, Rasul dan manusia lain. Semua amanah yang kita pikul ini akan dimintai pertanggung-jawabannya di akhirat kelak. Maka, amat penting bagi kita untuk selalu menjaga amanah yang kita terima, selama amanah tersebut tidak bertentangan dengan amanah kita dari Allah subhanahu wa ta’ala.

Mari tetap berpegang teguh pada jalan Allah, menjaga amanah harta yang diberikan kepada kita dengan tetap istiqomah dalam bersedekah. Ayuk perbanyak sedekah melalui Rekening ZISWAF KOPSYAH BMI : 7 2003 2017 1 (BNI Syariah)  a/n Benteng Mikro Indonesia. (Sularto/Klikbmi)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.