Menyeka Air Mata Ibu Ai Minah

Edu Syariah

Nasehat Dhuha Rabu, 6 April 2022 | 4 Ramadhan 1443 H | Oleh : Ustadz  M Reza Prima, ME

Klikbmi, Tangerang – Sungguh hidup ini memiliki rahasia yang tak terduga, dan sesuatu yang tak terduga itu bisa saja menimpa siapapun. Rencana yang sudah disiapkan, bisa saja berubah dengan cepatnya, bila Allah menakdirkan dengan takdir yang berbeda. Itu pula yang terjadi pada Ai Minah. Ia tidak pernah menyangka setelah suaminya meninggal dunia, ia akan berjuang sendiri tanpa suami. Akhirnya ia harus melakoni dua tugas sekaligus, tugas sebagai ibu dan tugas sebagai kepala rumah tangga secara sekaligus.

Ibu Ai Minah Berdiri Di Depan Rumahnya Desa Cimanggis RT 01 RW 13 Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor

Sekitaran delapan atau sembilan tahun yang lalu, suami Ai Minah sakit-sakitan dan akhirnya meninggal. Sejak saat itu, ia berjuang sendiri membesarkan anak (single parent). Dan ternyata, hidup ini penuh dengan kejutan yang tak terduga, karena getirnya ujian dan perjuangan belum usai dan terus berkelanjutan sampai kita menghadap Tuhan semesta alam. Sebagaimana firmanNya:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأمْوَالِ وَالأنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ (155) الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ (156) أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Inna lillahi wainna ilaihi raji’un.” Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. [Q.S. Al-Baqarah/2: 155-157]

***

Kondisi Dalam Rumah Ibu Ai Minah

Ibu Ai Minah, dengan usia yang tak lagi muda dan sehat, di usianya yang sudah lima puluh enam tahun (56), ia tetap harus berjuang keras. Menjanda bukanlah pilihannya, namun suratan takdir yang Allah gariskan untuknya. Maka sejak suami tercinta, tempat ia berlabuh di kala susah, akhirnya meninggalkan dunia yang fana, maka hidupnya terasa getir dan langkahnya pun gontai tidak stabil. Namun hidup harus tetap berjalan.

Sejak suami tercinta meninggal, Ai Minah bergantung dengan usahanya yang tidak tentu alias serabutan. Dan alhamdulillahnya, dengan bantuan anaknya, ia dapat menjalani kondisi itu dengan air mata bahagia. Setelah anaknya menikah dengan pria pujaannya, maka menantunya pun ikut membantu kehidupan mereka. Namun sayang, menantu Ai Minah adalah seorang kuli bangunan yang tidak memiliki penghasilan mencukupi, menurut Ai Minah menantunya tadi hanya berpenghasilan puluhan ribu sebagai buruh bangunan.

Lagi-lagi ujian kesabaran datang, karena satu dan berbagai hal, anak dan menantunya akhirnya berpisah. Menantunya -akhirnya- meninggalkan rumah. Praktis sejak saat itu ia dan anaknya tinggal di rumah yang sama beserta satu cucunya dari hasil perkawinan anak dan mantan menantunya. Mereka bertiga tinggal di rumah yang sama dan untuk menambah pendapatan, anaknya melakoni buruh upah cuci gosok.

Melihat rumahnya yang sudah kumuh dan tidak layak, dan berdasarkan rekomendasi dari perangkat pemerintahan Desa Cimanggis dan RT 01 RW 13, akhirnya manajer cabang Koperasi Syariah BMI Bojonggede, Dede Sulaeman berinisiatif ‘menyeka air mata’ Ibu Ai Minah dengan memberikan kado yang dinanti-nantikan Ibu Ai Minah, yaitu rumah yang layak huni. Namun, lagi-lagi ujian selalu ada saja, ketika pengajuan bantuan hibah rumah siap pakai diajukan, ternyata surat tanah/rumah digadaikan mantan menantunya sewaktu mantan menantunya tersebut masih berstatus suami dari anaknya, dan ketika itu mantan menantunya tinggal bersama mereka di rumah itu.

Karena masalah surat kepemilikan tanah yang sudah digadaikan tadi, dan melihat bahwa sanitasi rumah Ibu Ai Minah sangat memprihatinkan, maka Dede Sulaeman berinisiatif mengajukan bantuan perbaikan sanitasi Ibu AI Minah. Sebab, sanitasi Ai Minah hanya berupa kain terpal yang dipajangkan dan menempel  di tembok tetangga, tentu hal ini sangat memprihatinkan.

Ibu Ai Minah Merasakan Kegembiraan Yang Mendalam Karena Rumahnya Sedang Dalam Proses Pembangunan Oleh Kopsyah BMI

Ibu Ai Minah, dalam peletakan batu pertama, sangat berterimakasih sekali kepada Koperasi Syariah BMI atas bantuan dan perhatiannya. Begitu pula disampaikan Ibu Ria, Kasie Kesejahteraan Desa Cimanggis, Kecematan Bojonggede, rasa terimakasihnya kepada Koperasi Syariah BMI. Rasulullah SAW mengingatkan:

أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ , وَأَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ , أَوْ تَكَشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً , أَوْ تَقْضِي عَنْهُ دَيْنًا , أَوْ تَطْرُدُ عَنْهُ جُوعًا , وَلأَنْ أَمْشِيَ مَعَ أَخِ فِي حَاجَةٍ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ يَعْنِي مَسْجِدَ الْمَدِينَةِ شَهْرًا

“Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah manusia yang paling bermanfaat bagi manusia. Adapun amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat muslim yang lain bahagia, mengangkat kesusahan dari orang lain, membayarkan utangnya atau menghilangkan rasa laparnya. Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk memenuhi keperluannya lebih aku cintai daripada beri’tikaf di masjid ini -masjid Nabawi- selama sebulan penuh.” [H.R. Thabrani]

Air Mata Tak Lagi Ada, Foto Ibu Ai Minah Bersama Ade Gumilar (Manajer Area) dan Dede Sulaiman (Manajer Cabang Bojonggede))

Mari terus ber-ZISWAF (Zakat, Infaq, Sedekah dan Wakaf) melalui rekening ZISWAF Kopsyah BMI 7 2003 2017 1 (BSI eks BNI Syariah) a/n Benteng Mikro Indonesia atau menggunakan Simpanan Sukarela : 000020112016 atau bisa juga melalui DO IT BMI : 0000000888. (Sularto/Klikbmi)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.