Mewujudkan Sukses Dunia Dan Akherat Untuk Keluarga Kita

Info ZISWAF

Nasehat Dhuha Jumat, 26 Juni 2021 | 16 Dzulka’dah 1442 H| Oleh :   Sularto

Klikbmi, Tangerang –  Sahabat BMI Kliker yang dimuliakan Allah SWT, tujuan berkeluarga adalah mewujudkan keluarga yang sukses dunia akherat. Tentu untuk mewujudkan hal ini kata kuncinya adalah pendidikan yang baik. Pendidikan dalam arti yang luas. Mewujudkan anggota keluarga yang memiliki tanggung jawab masing-masing adalah faktor kunci mewujudkan kebahagiaan dunia dan akherat. Tentu tugas paling berat diemban oleh orang tua baik ayah atau Ibu. Ayah sebagai kepala keluarga memiliki peran penting untuk mewujudkannya. Dalam islam profil keluarga yang mampu wewujudkan kebahagiaan ini disebut sebagai keluarga sakinah.

Keluarga sakinah merupakan dambaan bagi setiap keluarga dalam melaksanakan ibadah terlama seumur hidup yaitu pernikahan. Sebenarnya apa itu keluarga sakinah? Mari kita cari tahu terlebih dahulu. Apa itu Keluarga Sakinah? Sakinah berasal dari bahasa arab yang artinya adalah ketenangan, ketentraman, aman dan damai. Keluarga sakinah berarti keluarga yang memiliki ketenangan, ketentraman, rasa aman atau damai dalam keluarganya, atau bisa dibilang keluarga sakinah adalah keluarga yang harmonis yang mampu menegakkan nilai-nilai ajaran Islam dan setiap anggota keluarga mampu menjalankan kewajibannya serta senantiasa membantu satu sama lain sehingga jika terjadi konflik dalam keluarga maka konflik tersebut bisa diselesaikan dengan baik.

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (QS : Ar-Rum:21)

Dari ayat tersebut, Allah menyampaikan bahwa manusia diciptakan berpasangan antara istri dan suami untuk mendapatkan ketenangan, ketentraman, dan rasa kasih sayang. Hal ini menandakan kekuasaan Allah dan nikmat yang diberikan bagi mereka yang bisa mengambil pelajarannya. Dasar Keluarga Sakinah Keluarga sakinah merupakan dambaan bagi muslim yang telah menikah dan sedang membina keluarga. Maka dari itu menjadi keluarga sakinah memerlukan pondasi yang kuat dan hubungan yang baik layaknya hubungan silaturahmi. Ada dua hal yang mendasari keluarga sakinah. Pertama, ketaqwaan dan keimanan kepada Allah SWT. Kedua, ketentraman dan ketenangan hati sebagaimana yang telah dijabarkan di atas dalam QS Ar-Ruum:21.

Sebagai seorang muslim tentu saja kita harus memiliki ketaqwaan kepada Allah SWT. Hal itu juga menjadi dasar bagi siapapun yang hendak menikah di mana kita dianjurkan untuk memilih pasangan yang juga bertaqwa kepada Allah. Baca Juga  Salahuddin Al Ayyubi: Panglima Besar Islam, Penakluk Perang Salib “Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterimu; dan dari pada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”. (QS : An-Nisa:1).

Ciri Keluarga Sakinah Keluarga sakinah bukan hanya khayalan, namun sesuatu yang nyata dan bisa diwujudkan dalam kehidupan keseharian. Keluarga sakinah sendiri memiliki berbagai ciri, di antaranya sebagai berikut:

  1. Mentaati ajaran agama. Sebagai insan yang beriman, sudah menjadi kewajiban kita untuk selalu mentaati ajaran agama, mengikuti ajaran Allah SWT dan tuntunan Nabi-Nya. Ajaran ini meliputi melaksanakan hal-hal yang diwajibkan maupun yang disunnahkan, ataupun menghindarkan diri dari hal-hal yang diharamkan maupun yang dimakruhkan. Semua ajaran agama pasti mengandung maksud untuk mendatangkan kebaikan atau kemaslahatan dan menghindarkan manusia dari kerusakan.
  2. Saling menjaga dan menguatkan dalam kebaikan. Semua orang memiliki sisi kelemahan dan kekurangan. Bahkan semua manusia berpeluang melakukan kesalahan dan dosa. Maka pasangan suami istri dalam keluarga sakinah selalu berusaha saling mengingatkan dan menasihati dalam kebenaran. Mereka mengerti cara mengingatkan pasangan agar tidak menimbulkan salah paham dan kemarahan. Saling mengingatkan dan menasihati antara suami dan istri adalah cara untuk saling menjaga dan menguatkan dalam kebaikan.
  3. Kompak mendidik anak-anak. Suami dan istri dalam keluarga sakinah sadar sepenuhnya bahwa mereka harus mencetak generasi yang tangguh, generasi yang unggul yang akan meneruskan upaya pembangunan peradaban. Anak-anak harus terwarnai dalam dalam nilai-nilai kebenaran dan kebaikan sehingga tumbuh menjadi anak yang shaleh dan shalehah. Itu semua harus diawali dengan kedua orang tua yang kompak dalam mendidik dan membina anak-anak.
  4. Berkontribusi untuk kebaikan masyarakat, bangsa dan negara. Keluarga sakinah selalu berusaha memberikan kontribusi optimal untuk perbaikan masyarakat, bangsa dan negara. Suami dan istri terlibat dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, cepat memberikan kemanfaatan bagi warga sekitar, ringan memberikan bantuan bagi mereka yang memerlukan. Keluarga sakinah selalu terlibat dalam dinamika pembangunan dalam berbagai bidang kehidupan. Mereka bukan tipe orang-orang yang individualis atau egois, yang tidak peduli masyarakat sekitar.

Keluarga sakinah adalah perintah Allah yang juga diberikan kepada keluarga untuk diwujudkan bersama. Allah tidak pernah memberikan sebuah aturan dan menciptakan sesuatu tanpa ada alasan dan manfaat yang akan diperoleh. Hadist yang meriwayatkan “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau doa anak yang sholeh” (HR. Muslim No. 1631). Orang sukses dunia akhirat dalam pandangan Islam yaitu orang yang jika meninggal dunia memiliki tiga perkara tersebut. Dan menjadi keluarga sakinah memudahkan kita untuk menjadi bagian dari orang sukses itu. Kita juga akan memiliki ilmu yang dimanfaatkan jika pasangan atau anak-anak kita membagikan ilmu-ilmu tersebut, serta tentu saja kita akan mempunyai anak yang sholeh yang akan terus mendoakan kita sebagai orang tua nya serta pahala yang tiada putus-putusnya. sehingga keluarga sakinah merupakan investasi terbesar bagi kehidupan dunia akhirat kita.

Dalam Alquran, Allah telah menurunkan sebuah ayat luar biasa yang bisa kita gunakan sebagai doa untuk mencapai kesuksesan tersebut. Ayat ini biasa dikenal dengan doa sapu jagad. Menurut jumhur ulama doa ini mencakup semua permintaan manusia, dunia mapun akhirat. Sebab itu dinamakan doa sapu jagad, karena seluruh permintaan manusia pada hakikatnya tidak lepas dari kesuksesan dunia dan akhirat. Ayat tersebut berbunyi:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Ya Tuhan Kami, berilah Kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah Kami dari siksa neraka” (QS. Albaqarah ; 201)

Rasulullah juga mengajarkan kepada kita untuk memperbanyak doa tersebut guna mencapai apa yang kita inginkan. Sebagaimana sahabat Anas bin Malik mengatakan:

كَانَ أكثرُ دعاءِ النبيّ – صلى الله عليه وسلم – : (( اللَّهُمَّ آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً ، وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً ، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ )) متفقٌ عَلَيْهِ .

Doa yang lebih sering diucapkan Rasulullah shallAllahu wa’alaihi wa sallam adalah Allahumma aatina fid dunyaa hasanah, wa fil akhiroti hasanah, wa qinaa ‘adzaban naar (Ya Allah, berikanlah kepada Kami kebaikan di dunia, berikan pula kebaikan di akhirat dan lindungilah Kami dari adzab Neraka).” (HR. Bukhari no. 4522 dan Muslim no. 2690)

Mari terus ber-ZISWAF (Zakat,Infaq,Sedekah dan Wakaf) melalui rekening ZISWAF Kopsyah BMI 7 2003 2017 1 (BNI Syariah) a/n Benteng Mikro Indonesia atau menggunakan Simpanan Sukarela : 000020112016 atau bisa juga melalui DO IT BMI : 0000000888. (Sularto/Klikbmi).

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.