Platform Doit BMI Bantu Warung Anggota Naik Kelas

Anggota Sukses BMI Corner

Rohimat : Topup Rp20 juta Habis Dalam Dua Minggu

وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ

“Dan orang-orang yang memelihara amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.” (QS. Al-Mu’minun: 8)

TANGERANG – Doit BMI menjadi alat pembayaran digital yang praktis bagi anggota Koperasi BMI. Tidak hanya praktis, DoitBMI juga memberdayakan warung anggota untuk memenuhi kebutuhanya. Aplikasi ini membangun warung anggota naik kelas dengan digitalisasi.

Seperti yang dirasakan Rohimat (35). Dikatakannya, selain melayani kebutuhan anggota BMI, ia pun bisa memasok kebutuhan warungnya hanya lewat sentuhan jari. Setelah konfirmasi pesanan selesai, kebutuhan warungnya dari Gudang Koperasi Konsumen Benteng Muamalah Indonesia (Kopmen BMI) langsung diantarkan.

Baca juga : DoitBMI, Mercusuar Koperasi Indonesia

Warung Rohimat berada di Desa Buaranjati, Kecamatan Sukadiri, Tangerang. Dengan tiga pegawai dibantu sang istri, pria kelahiran Tangerang, 36 tahun silam itu mengelola usahanya dengan telaten. Warung tersebut juga ikut mempromosikan aplikasi Doit BMI. Banner Mitra Doit BMI dan nomor rekening 0001013352 terpampang jelas di depan warungnya.

Sejak menjadi anggota BMI dan mengakses Doit BMI setahun lalu, usaha kelontong tumbuh cukup signifikan dari masa ke masa. Jika ada kebutuhan warungnya yang kurang, ia tinggal mengisi saldo (top up) Doit BMI. Di aplikasi berbasis web tersebut, Rohimat memesan barang yang dibutuhkan. Mulai dari minyak, sabun, mie instan dan sembako lainnya.

Rohimat menunjukkan aplikasi Doit BMI yang dimilikinya.

”Tanggal 15 Juni lalu, saya baru topup Doit BMI sebesar Rp20 juta pak. Dan itu habis dalam seminggu. Dan dua hari kemarin (22 Juni), saya kembali isi saldo Rp2 juta,” terangnya sambil memperlihatkan aplikasi Doit BMI kepada Klik BMI, Kamis (24/6).

Terhitung sejak Juli 2020, jumlah topup Saldo Doit BMI mencapai Rp 81,1 juta. Alasan kemudahan dan harga yang kompetitif membuat Rohimat betah memakai aplikasi tersebut. Di sisi lain, karyawan Kantor Kopsyah BMI Cabang Sukadiri yang berjarak 500 meter dari warungnya memenuhi kebutuhan sehari-harinya di sana.

Baca juga : Dengan DoitBMI, Anggota Berdaya, Koperasi Berjaya

”Harga kebutuhan warung yang ditawarkan Kopmen BMI pun sangat kompetitif dan terjamin kualitasnya. Saya berharap ke depan, aplikasi Doit BMI makin ditingkatkan lagi,” ujarnya.

Terpisah, Wakil Presiden Direktur Koperasi BMI Radius Usman menjelaskan bahwa dengan doitBMI anggota semakin berdaya dalam memenuhi kebutuhan sendiri atau usahanya. Anggota bisa membeli pulsa, token listrik, berbelanja di toko toko anggota dan milik Kopmen BMI dengan harga terjangkau, pokonya serba mudah dan sesuai dengan perkembangan terkini.

Rohimat tengah menghitung jumlah belanja yang dibeli Karyawan Kopsyah BMI di warungnya, Desa Buaranjati, Sukadiri, Kabupaten Tangerang.

”BMI memiliki captive market yang bagus. Sementara di luar sana, perusahaan uang digital sudah banyak bergerilya, tetapi mereka tidak berkutik karena tidak punya pasarnya. Jika mereka bisa, mengapa Koperasi BMI memiliki captive market yang luar biasa tidak bisa,” jelasnya.

Baca juga : DoitBMI : Satu Aplikasi , Berbagai Kemudahan

Radius mengungkapkan lewat Doit BMI, para anggota memiliki duit digital yang secara real time mampu melayani transaksi digitalnya, termasuk dengan toko milik anggota yang sudah terintegrasi. ”Inilah filosofi koperasi, Doit BMI mencerminkan semangat kemandirian dalam menciptakan produk digital koperasi. Dimana Doit BMI menghimpun seluruh kekuatan anggota untuk bertransaksi satu sama lain menggunakan uang digital yang sama dan di satu tempat atau aplikasi yang sama juga,” paparnya.

”Kita berharap nantinya seluruh elemen di Koperasi BMI bertransaksi baik dalam pembelian dan penjualan menggnakan uang digital yang seragam yakni doitBMI. Ekosistem usaha Koperasi BMI akan tumbuh pesat, karena semua margin keuntungan dari transaksi pembelian dan penjualan barang semua berputar di lingkungan Koperasi BMI sendiri. Alhasil pemerataan pendapatan pun akan semakin meningkat dan kita sejahtera bersama,” imbuhnya.

Rohimat berfoto bersama Manajer Pembiayaan Kopsyah BMI Jamin (dua dari kanan), Manajer Kopsyah BMI Cabang Sukadiri Andi (dua dari kiri) dan Asmen Cabang Sukadiri Fitri (kiri) usai berbelanja kebutuhan harian di warungnya.

Sementara, Presiden Direktur Koperasi BMI Kamaruddin Batubara menyatakan bahwa DoitBMI dikembangkan untuk mempermudah anggota dalam memenuhi kebutuhannya. Di sisi lain, doitBMI yang merupakan uang digital memang sangat dibutuhkan dalam upaya meningkatkan omzet dan pendapatan anggota.

”Di tengah era digital dan cashless, semua serba cepat dan praktis. BMI harus memiliki piranti dasar yang memungkinkan anggota mengakses kebutuhannya dengan mudah, praktis dan aman. doitBMI bisa menjawab itu semua, dengan menyediakan berbagai kemudahan dalam memenuhi kebutuhan anggota. Layanan teknologi digital yang kita kembangkan, basisnya itu dalam rangka pemenuhan kebutuhan anggota. Jadi tolok ukurnya jelas, kepuasan dan meningkatnya omzet serta pendapatan anggota,” tandasnya.

(gar/KLIKBMI)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.