Rumah Hibah ke-556 Kopsyah BMI Hapus Kesedihan Ibu Suhasih Korban Angin Puting Beliung di Nanggung Bogor

Info ZISWAF

Kolaborasi Kebaikan Koperasi BMI dan PT Antam



Bogor, Klikbmi.com: Hujan turun pelan, seperti ikut merasakan rasa lega yang mengalir di wajah Siti Suhasih. Perempuan 50 tahun itu berdiri di depan rumah barunya sebuah bangunan sederhana tapi kokoh, pengganti hunian lama yang ambruk dihantam angin puting beliung. Di Kampung Pasir Gintung, Desa Batu Tulis Kecamatan Nanggung Kabuaten Bogor, Jawa Barat, Kamis siang itu berubah menjadi hari yang disyukuri banyak orang. Siti Suhasih menjadi penerima hibah rumah siap huni (HRSH) unit ke 556 dari Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI).

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Direktur Operasional Kopsyah BMI Sondari membuka tirai penyerahan HRSH Kopsyah BMI ke-556.

Suhasih bukanlah anggota Kopsyah BMI. Ia tak pernah menyangka, doa-doanya yang lirih sepanjang malam, doa seorang ibu yang hidup dari upah harian Rp40 ribu sebagai buruh tani dijawab lewat program HRSH Kopsyah BMI . “Inilah rezeki yang tak disangka-sangka,” ujar Sondari, Direktur Operasional Kopsyah BMI, di hadapan warga yang duduk berpayung tenda. Rumah bernilai Rp65 juta tersebut adalah hasil kolaborasi antara Koperasi BMI senilai Rp 50 juta dan PT Aneka Tambang. Tbk senilai Rp15 juta.

Kisah hidup Suhasih memang tak mudah. Suaminya, Camang, bekerja serabutan sebagai buruh tani dan pencari rumput dengan upah tak tentu. Kadang Rp50 ribu, kadang tak dapat apa-apa. Keduanya menghidupi tiga anak, dua di antaranya masih sekolah. Untuk makan saja sering tak cukup, apalagi membangun kembali rumah yang roboh. Tetangga-tetangga yang ikut hadir dalam acara penyerahan itu paham betul betapa berat hidup keluarga tersebut.

Siti Suhasih memegang erat kunci emas simbolis HRSH ke-556 Kopsyah BMI saat foto bersama di dalam rumah barunya.

Karena itu, ketika rumah gratis senilai Rp65 juta berdiri di tempat rumah reyotnya dulu, seluruh kampung ikut larut dalam haru. Ada yang menyalami Camang, ada yang menahan tangis melihat Suhasih mengusap pintu rumah barunya dengan gemetar.

Sondari, yang siang itu mewakili Direktur Utama Kopsyah BMI Kamaruddin Batubara karena sedang mengisi kuliah tamu di IPB University, menjelaskan bahwa sumber dana rumah itu berasal dari gotong royong anggota BMI melalui Gerakan Sedekah Seminggu Tiga Ribu (Gassiteru). “Di BMI, bukan hanya soal simpan pinjam. Kita diajak membangun solidaritas dan keberkahan dunia akhirat, inilah semangat QS Al Maidah ayat 02 untuk saling tolong menolong dalam kebajikan,” terangnya.

Ia menambahkan, para ibu anggota BMI yang tiap minggu memasukkan seribu rupiah infak dan dua ribu rupiah wakaf ke kencleng rembug pusat itu mungkin tak pernah membayangkan bahwa uang mereka akan berubah menjadi rumah untuk orang yang bahkan bukan anggota. “Kita tidak tahu amalan mana yang membuat kita masuk surga,” ujarnya. Warga yang mendengarnya mengangguk sebagian karena setuju, sebagian karena matanya berkaca-kaca.

Seremoni potong pita penyerahan HRSH ke-556 Kopsyah BMI.

Selain HRSH, Sondari juga memaparkan bahwa BMI menjalankan program sosial lain diantaranya  sanitasi masjid mushola dan pesantren atau Sanimesra, sanitasi dhuafa, hingga layanan 11 armada ambulans gratis yang setiap hari mengantar orang sakit tanpa memungut bensin dan e-toll, karena semuanya ditanggung oleh BMI.

Di tengah acara, Sondari menyempatkan mengapresiasi inisiatif Pemerintah Desa Batu Tulis. Karena rumah baru Suhasih berdiri di tepi kali kecil, kepala desa segera membangun turap penahan tanah senilai Rp5 juta agar bangunan aman dari longsor. “Inilah gotong royong yang sesungguhnya,” kata Sondari yang hadir bersama Manajer Ziswaf Andi dan Koordiantor Manajer regional 04 Ahmad Safikri Batubara, mitra konstruksi Rizki Aurus dan Supervisor Koperasi Sekunder BMI Ahmad Ridwan Batubara.
Di sela sambutan, Sondari memaparkan bahwa Koperasi BMI Group kini membangun ekosistem ekonomi yang lengkap. “BMI memiliki sirkuit ekonomi yang terintegrasi,” jelasnya.

Kopsyah BMI sebagai koperasi primer berfokus pada simpan pinjam dan pembiayaan syariah, sekaligus menjadi bagian dari Koperasi Sekunder Benteng Madani Indonesia.

Di sektor riil, BMI memiliki Koperasi Konsumen Benteng Muamalah Indonesia (Kopmen BMI), sementara di sektor jasa ada Koperasi Jasa Benteng Mandiri Indonesia (Kopjas BMI).

Anggota Kopsyah BMI Cabang Nanggung berfoto bersama di lokasi pembangunan Hibah Rumah Siap Huni (HRSH) untuk Ibu Siti Suhasih, korban angin puting beliung asal Nanggung, Bogor. Rumah ini menjadi rumah hibah ke-556 Kopsyah BMI sebagai wujud nyata kepedulian dan gotong royong anggota

Dengan tiga pilar ini, lanjutnya, BMI tidak hanya menguatkan anggota secara finansial, tetapi juga menciptakan mata rantai ekonomi yang saling menopang untuk kesejahteraan jangka panjang.

Camat Nanggung yang diwakili Sekretaris Kecamatan, Burhanuddin, juga memberi pesan hangat. “Doa Bu Suhasih barokah. Semoga menjadi inspirasi warga lain untuk ikut menjadi anggota BMI,” ujarnya. Sementara Riyadin dari Dinas Koperasi Kabupaten Bogor menyebut program ini layak dijadikan teladan. “Kalau ada pengurus koperasi lain di sini, seraplah apa yang telah dilakukan BMI,” katanya.

Acara ditutup dengan penyerahan simbolis kunci rumah. Suhasih memeluknya lama—seolah takut kebahagiaan itu hilang bila dilepas. Beberapa tetangga menyalami dan memeluknya.

Hujan belum juga berhenti. Tapi di Batu Tulis, Kamis itu, hujan turun seperti berkah yang jatuh perlahan: menyejukkan tanah, memberi hidup baru, dan menyeka sisa-sisa luka yang sempat mengubur harapan.

Dan di tengah rinai yang tak kunjung reda, senyum Suhasih adalah matahari pertama yang muncul hari itu. (Togar/Humas)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *