Rumah Tanpa DP BMI Wujudkan Masa Tua Yoyoh Lebih Bahagia

Anggota Sukses BMI Corner

وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا لُقْمَٰنَ ٱلْحِكْمَةَ أَنِ ٱشْكُرْ لِلَّهِ ۚ وَمَن يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِۦ ۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ حَمِيدٌ

Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”. (QS Luqman : 12)

TANGERANG – Yoyoh masih tak percaya di usianya yang sepuh, ia bisa memiliki rumah baru. Wanita berusia 52 tahun menempati rumah berukuran 5×6 meter dengan desain yang elegan sejak Senin (5/7) lalu. Rumah tersebut dibangun lewat pembiayaan rumah tanpa down payment (DP) Kopsyah BMI.

Rumah di Kampung Rancahaur, Desa Karang Tengah, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang itu dibangun lewat tangan-tangan profesional Koperasi Konsumen Benteng Muamalah Indonesia (Kopmen BMI). Eksterior rumahnya sangat berwarna. Baluran cat putih dan kuning membuat rumahnya semakin cantik dan elegan.

Baca juga : Program Rumah Tanpa DP Koperasi BMI Serap Rp 12,89 M

Kepada Klik BMI, Yoyoh dengan percaya diri membandingkan bahwa kualitas rumah tanpa DP lebih baik daripada perumahan elit yang berada 200 meter di belakang rumahnya.

“Pokoknya kualitasnya (rumah tanpa DP BMI) top pak. Dindingnya kokoh dan rapi. Warna catnya natural,” ujarnya saat ditemui KLIK BMI, Manajer Kopsyah BMI Cabang Cisauk Senoaji Purwanto dan Ketua RP Kayumanis Neneng di rumahnya, Kamis (8/7).

Yoyoh sudah mengenal BMI sejak 2013. Ia merupakan anggota penyimpan yang tabungannya mencapai Rp 1,6 juta. Setiap hari, Yoyoh bekerja sebagai tukang masak kuliner ala Sunda hingga sajian barat. Katering harian ini menjadi tulang punggung kehidupannya. Dari sanalah ia bersama sang suami membesarkan kedua anaknya. Semua anggota Rembug Pusat Kayumanis dan para tetangganya, mengenalnya sebagai pembuat rengginang terenak di Rancahaur.

“Alhamdulillah pak, meski sudah berumur saya nggak mau merepotkan anak-anak. Saya punya dua anak, semua sudah besar dan mandiri,” terangnya.

NYAMAN DAN MENGUNTUNGKAN : Yoyoh (tengah) bersama Manajer Kopsyah BMI Cabang Cisauk Senoaji Purwanto dan Ketua Rembug Pusat Kayumanis berfoto di dalam rumah barunya yang diakses lewat Rumah Tanpa DP BMI, Kamis (8/7).

Yuk Daftar Webinar Nasional bersama BMI di sini : Bersama Kemenkop, Koperasi BMI Gelar Webinar Nasional Bertema Menciptakan Ekosistem Koperasi Berbasis Anggota Menuju Koperasi Modern

Sebenarnya Yoyoh dan suaminya, Badrudin sudah memiliki rumah. Rumah itu berada di samping kediamannya yang baru. Ukurannya sangat cukup dihuni Yoyoh sekeluarga. Namun, karena anaknya sudah berkeluarga dan sulit berpisah darinya, pasangan ini menyerahkan rumah tersebut kepada anak pertamanya. Hingga, ia mencoba mengajukan akses pembiayaan rumah tanpa DP ke Kopsyah BMI, dua bulan silam.

”Syaratnya mudah sekali, yang penting tanah harus punya. Beda dengan perumahan lain (syaratnya) yang Pabeulit (kompleks) pake DP segala. Kalau BMI mah tinggal duduk aja dan langsung dibangun. Pokoknya mah Nol DP,” tegas Yoyoh.  

Rumah tanpa DP BMI memang istimewa. Tidak hanya kokoh, bangunan dibuat lebih tinggi dan bebas dari ancaman bocor dan banjir. Terlebih lagi, jika siang hari suasana di dalam rumah lebih adem. Yoyoh pun mengajak anggota lain untuk mengakses pembiayaan rumah tanpa DP. Bagi Yoyoh, pembiayaan rumah tanpa DP BMI membuat hari tuanya lebih bahagia. Itulah yang dilakukan BMI. Koperasi dikelola dengan baik dan benar akan memberikan kebutuhan yang positif anggotanya, dan tentunya sangat mudah untuk diakses.

“BMI sangat memperhatikan betul detil rumah kami. Mulai dari dapur, kamar, kamar mandi hingga bagian depan, semuanya full keramik. Dan suasananya adem walaupun cuaca sedang panas. Alhamdulillah, saya dan suami sangat puas dengan hasilnya,” terangnya.

Sementara, Manajer Cabang Cisauk Senoaji Purwanto menjelaskan, rumah Yoyoh senilai Rp 62 juta akan lunas dalam tempo 8 tahun itu, diangsur sebesar Rp 367.000,- per minggu dengan pola akad jual beli Istishna’.

”Alhamdulillah, Kopsyah BMI Cabang Cisauk bisa mendampingi dan melihat kebahagiaan Ibu Yoyoh melihat rumah baru dari produk pembiayaan rumah tanpa DP. Besar harapan kami, ibu Yoyoh terus bersemangat menjadi anggota Kopsyah BMI,” paparnya. 

Terpisah, Presiden Direktur Koperasi BMI Kamaruddin Batubara bahwa program rumah tanpa DP ini diadakan untuk menjadi jembatan bagi anggota yang menginginkan rumah sederhana sementara anggota tidak memiliki uang muka. 

“Bagi kita yang penting anggota sejahtera, tentu kita juga mendapatkan margin yang pantas dan secara bisnis tetap menguntungkan. Inilah koperasi yang dibangun dengan rasa saling percaya. Anggota sudah militan bergabung menjadi anggota yang partisipatif, kita harus mendukung mereka untuk lebih sejahtera dong” ujar pria yang selalu tampil rapi ini.

Baca juga : Infaq Anggota BMI Beri Kebahagiaan Untuk Kalimah Sekeluarga

Penulis Buku Best Seller Model BMI Syariah itu kembali menegaskan bahwa program rumah tanpa DP, tidak hanya memenuhi kebutuhan papan sang anggota semata, namun memacu keluarga anggota untuk berubah ke arah yang lebih baik. Dengan rumah yang baik, maka kesehatan keluarga meningkat otomatis semangat untuk mendorong ekonomi keluarga ke arah yang lebih  baik semakin terdongkrak.

”Jika koperasi dibangun dengan rasa saling percaya dan gotong royong maka hasilnya adalah program yang mendukung ekonomi anggotanya berubah menjadi lebih baik. sudah militan bergabung menjadi anggota yang partisipatif, kita harus mendukung mereka untuk lebih sejahtera dong,” tandasnya.

(gar/KLIKBMI)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *