Scan QR Code Beri Kemudahan Transaksi Anggota di BMI Mobile

BMI Corner

Transaksi BMI Mobile Tembus Rp 2,1 Miliar

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

“Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya,” (QS Ath-Thalaq : 3)

TANGERANG – Banyak penyesuaian yang harus dilakukan Koperasi BMI selama new normal atau tatanan dunia baru berlaku di masa pandemi saat ini, salah satunya adalah cara anggota BMI bertransaksi secara digital (cashless).

Koperasi BMI lewat aplikasi BMI Mobile baru saja merilis pembayaran berbasis Quick Response Code (QR Code). Hal ini bertujuan memberikan kemudahan transaksi simpanan sukarela bagi anggota. Dengan begitu, anggota bisa bertransaksi dengan scan QR Code lewat layar telepon genggamnya.

Manajer IT Kopsyah BMI Idries menjelaskan, QR Code akan semakin mempermudah dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada anggota koperasi BMI.

Jika dahulu, BMI Mobile mengharuskan anggota memasukkan nomor rekening untuk bertransaksi, namun kini tidak lagi. Anggota bisa saling scan lewat BMI Mobile saat saling bertransfer. Pembayaran via QR Code bisa dilakukan di sentra usaha Kopmen BMI seperti Kafe Kopi Rindoe Benteng (KRB), Minimarket dan Grosir (Migros) dan Toko Bangunan.

Scan transaksi di BMI Mobile

“Jadi misalnya bila anggota ingin membayar belanjaan dan makanan,  kami tempel QR di kafe dan toko sehingga tidak perlu masukkan uang, tinggal scan dengan kamera Smartphone, mau transfer berapa,” tuturnya kepada

Setelah anggota sudah memiliki aplikasi BMI Mobile, anggota bisa menemukan menu “scan” dibawah menu aplikasi. Cukup arahkan kamera anda pada QR Code, tak sampai satu detik, secara otomatis, kamera pada ponsel anda menangkap gambar dari QR Code tanpa perlu memencet shutter kamera anda.

Idries berharap dengan adanya penerapan QR code di aplikasi BMI Mobile maka transaksi antar anggota bisa semakin efisien. “BMI melihat beragam keuntungan yang didapatkan oleh anggota, seperti transaksi yang lebih cepat tanpa khawatir karena tercatat secara digital,” paparnya.

Diketahui, jumlah transaksi dan transfer antar anggota melalui BMI Mobile mencapai Rp 2,1 miliar sejak Desember 2020. Jika dirinci transaksi antar anggota paling dominan yakni Rp 1,8 miliar. Disusul pembayaran sebesar Rp 121,9 juta, Topup Doit BMI ( Rp 45,3 juta), PPOB (Rp 30,2 juta) dan wakaf dan sadaqah (Rp 14,3 juta).

Tombol menu scan QR Code saat bertransaksi di BMI Mobile

Sementara, Presiden Direktur Koperasi BMI Kamaruddin Batubara mengatakan bahwa Koperasi sebagai salah satu instiusi ekonomi rakyat yang penting dalam menghadapi tantangan masa depan. Koperasi yang kuat dan mandiri akan mampu bersaing dengan korporasi besar dan perusahaan BUMN.

“Orientasi Bisnis Koperasi adalah pemenuhan kebutuhan anggota. Termasuk kemudahannya dalam bertransaksi. Dengan digitalisasi, maka kapasitas usaha anggota semakin terdongkrak naik. Dengan begitu, kualitas usaha anggota semakin meningkat. Ayo anggota BMI jadikan koperasi sebagai kekuatan bersama, dan gotong royong akan mampu bersaing serta cepat beradaptasi dengan perkembangan zaman,” tandasnya.

(gar/KLIKBMI)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *