Semester Pertama 2021, BMI Salurkan Bantuan Material untuk 9 Rumah dan 1 Pesantren

BMI Corner Info ZISWAF

اللَّهُمَّ اكْفِنَا بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

“Ya Allah, limpahkanlah kecukupan kepada kami dengan rizqi-Mu yang halal dari memakan harta yang Engkau haramkan, dan cukupkanlah kami dengan kemurahan-Mu dari mengharapkan uluran tangan selain-Mu.” (HR. Tirmidzi no. 3563)

TANGERANG – Bantuan material untuk rumah warga yang tak mampu merupakan salah satu kegiatan sosial yang rutin dilakukan Koperasi BMI sepanjang tahun. Rumah yang dibantu adalah korban kebakaran, kondisi tak layak dan bencana alam di seluruh wilayah pelayanan BMI.

Dari data yang dilansir Divisi Zakat, Infaq, Wakaf dan Sadaqah (ZISWAF) Kopsyah BMI, BMI telah menyalurkan bantuan material kepada 9 rumah dan 1 pesantren yang mengalami musibah kebakaran dan kondisi yang tak layak. Nominal yang disalurkan mencapai Rp 30,6 juta. Bantuan yang diberikan berupa hebel, pasir, baja ringan dan bahan bangunan lainnya.

Presiden Direktur Koperasi BMI Kamaruddin Batubara mengatakan, program bantuan material merupakan bentuk komitmen sosial BMI kepada saudara- saudara yang tidak mampu. Seperti yang tertuang dalam QS Al Baqarah ayat 215 yang berbunyi “Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan”. Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui,” .

TERUS BERBAGI : Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (BMI) menyerahkan bantuan material bangunan senilai Rp25 juta untuk sembilan keluarga korban kebakaran di Kampung Gunungsari, RT 05, RW 01, Desa Gunungsari, Kecamatan Mauk, Tangerang, Januari 2021 lalu. Bantuan yang berasal dari Ziswaf Kopsyah BMI digunakan untuk membantu pembangunan rumah para korban menjadi lebih layak lagi.

”Alhamdulillah, BMI terus berkomitmen untuk bertumbuh, berkembang serta berkontribusi positif lewat program pemberdayaan sosialnya. Khususnya bagi saudara-saudara kita yang dalam kondisi tertimpa musibah di wilayah pelayanan BMI,” paparnya.

Kamaruddin juga mengajak anggota BMI untuk rajin beramal jariyah baik itu zakat, infaq, sedekah maupun wakaf karena itulah sejatinya yang akan dibawa kelak menghadap Sang Khalik. ” Hadist riwayat Muslim jelas jika seseorang meninggal, maka terputus amalnya kecuali tiga hal, amal jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang Sholeh yang mendoakan.

”Amal jariyah itu ya zakat, infaq , sedekah dan wakaf. Sedekah juga membuka pintu rejeki, memanjangkan umur, menjauhkan dari marabahaya dan menjauhkan dari penyakit. Dengan infaq juga kita bisa membantu sesama yang membutuhkan, termasuk pemberian hibah rumah gratis dan Geser Dahan, (Gerakan seribu sajadah dan Al Qur’an ), ” terangnya.

Kabar terbaru, BMI baru saja menyalurkan bantuan kepada rumah warga yang tak layak di Kampung Kebondalem, RT 04, RW 09, Desa Buaran Bambu, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang. Penyerahan hebel sebanyak tiga kubik diberikan langsung oleh Manajer Kopsyah BMI Cabang Pakuhaji Ahmad Mulyadi kepada pemilik rumah, Umi (75). Kegiatan disaksikan langsung oleh aparat desa, Jarok Nassan, Selasa (8/6) lalu.

”Terima kasih Kopsyah BMI, bapak-bapak semua. Sudah ada yang menolong kesusahan kami. Semoga BMI tambah jaya sukses dan banyak anggotanya,” ujar Umi usai menerima bantuan.

Ahmad Mulyadi mengatakan, kondisi rumah Umi pertama kali diketahui lewat media sosial. Kondisi rumah berukuran 5 x 6 meter memang sudah tak layak. Atapnya sudah turun ke bawah dan khawatir sewaktu-waktu menimpa si empu rumah.

”Sebelumnya saya bersama Pak Agus Suherman (Direktur SDM Koperasi BMI) ke lokasi minggu lalu. Di sana, kami mendapati kondisi rumah Ibu Umi sudah tak layak. Yang lebih mengagetkan kami adalah, meski usia Ibu Umi sudah sepuh, namun ia masih mengasuh dua anak yatim yang diangkatnya sebagai anak, Subhanallah,” paparnya.

”Alhamdulillah, BMI langsung bergerak cepat dan menyalurkan bantuan kepada Ibu Umi dalam bentuk bantuan hebel. Di lokasi pun, warga ikut bergotong royong dan ikut membangun rumah Ibu Umi,” tambahnya.   

GERAK CEPAT : Manajer Kopsyah BMI Cabang Pakuhaji Ahmad Mulyadi berfoto bersama Ibu Umi (75) dalam penyerahan bantuan material berupa hebel untuk membangun rumahnya lebih layak, Selasa (8/6).

Ahmad Mulyadi menuturkan, meski Umi berstatus  non anggota Kopsyah BMI, melalui program Ziswaf, BMI tetap peduli kepada masyarakat yang ditimpa kesusahan. Biaya ini berasal dari infaq anggota Kopsyah BMI yang di sisihkan Rp 1.000 setiap minggunya di Kopsyah BMI.

”Kopsyah BMI selalu hadir dalam kegiatan sosial, meskipun korban kebakaran ini bukan anggota kami tetap peduli dan kami bantu. Kopsyah BMI juga memiliki program hibah Rumah Siap Huni (RSH) saat ini sudah 302 rumah yang dibangun,” tandasnya.

(gar/KLIKBMI)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *