Sukses Gelar BMI COOP FESTIVAL 2022, BMI Ajak Kolaborasi Bisnis Bentuk Sirkuit Ekonomi Baru

BMI COOP FESTIVAL

Klikbmi, Tangerang –  Hari ini Senin (24/1) bertempat di Spring Club Sumarecon Serpong, Koperasi BMI sukses menggelar perhelatan festival bisnis terbesar awal tahun. Dihadiri ratusan partisipan yang terdiri dari unsur koperasi besar Indonesia, mitra-mitra bisnis dan keuangan, anggota, pengusaha yang tergabung pada berbagai asosiasi bisnis, unsur KADIN, unsur HIPMI, pelaku fintech, perguruan tinggi dan wakil pemerintah.

Simak Gelaran BMI COOP FESTIVAL 2022 : https://www.youtube.com/watch?v=S-GwUuun0z8

Acara yang berlangsung hybrid ini juga sangat istimewa karena melalui ajang ini dibuka pembicaraan dengan koperasi Malaysia yang diwakili oleh Presiden ANGKASA, Presiden ASEAN  Cooperative Org, Vice Presiden ICA AP dan Pengurusi Trae and Business ICA AP yakni DATO H. Abdul Fatah Abdullah. Dialog singkat yang dipandu oleh Shahnaz berlangsung menarik dan membuka silaturahmi bisnis koperasi Indonesia dan Malaysia.

Kamaruddin Batubara, Presiden Direktur Koperasi BMI mengawali dalam appreciation speech mengatakan bahwa BMI COOP Festival 2022 merupakan ajang kontestasi bisnis yang melibatkan pelaku – pelaku bisnis di ekosistem koperasi kita. “Kita berharap terjadi kolaborasi bisnis antara pelaku bisnis UKM, koperasi dan pelaku bisnis besar. Koperasi BMI mengambil peran untuk mempertemukan pelaku bisnis dengan investor”ujar penggagas model BMI Syariah ini.

Kamaruddin Batubara, Presiden Direktur Koperasi BMI Memberikan Sambutan

Ia lebih lanjut mengatakan untuk menghidupkan ekonomi kita perlu membuat pertemuan antara supply dan demand. Ada sebagian dari kita memiliki sistem bisnis yang sudah memiliki manajemen mapan sementara ada sebagian dari kita memiliki dana yang cukup untuk berinvestasi.

“Inilah yang kita pertemukan. Pertemuan antara ide dan gagasan serta praktek bisnis yang teruji dengan pendanaan yang cukup akan melahirkan sirkuit ekonomi yang mampu membangun kolaborasi besar dengan menjadikan koperasi sebagai posisi sentral’ tegasnya yang disambut tepuk tangan hadirin.

“Kerjasama antar koperasi atau lebih tepatnya kerjasama pelaku bisnis pada ekosistem koperasi menjadi hal mutlak yang harus segera terjadi. Kekuatan koperasi membangun potensi besar dalam bisnisnya memang bertumpu pada kekuatan anggota. Namun kolaborasi dan sinergi besar dengan ekosistem bisnis koperasi akan melahirkan kekuatan yang dahsyat” Kamaruddin melanjutkan.

BMI COOP FESTIVAL 2022, Spring Club Sumarecon, Serpong, Tangerang

“Saya kembali harus mengucapkan terima kasih kepada semua undangan yang hadir pada perhelatan ini. Semoga kita bisa saling bersinergi mewujudkan kesejahteraan anggota koperasi kita dan bukan hanya itu saja, kekuatan besar dari kerjasama ini akan membangun perekonomian kita” terangnya.

Ia juga kembali menyampaikan terima kasih atas kesediaan koperasi Malaysia untuk membuka kerjasama dengan koperasi Indonesia. “Terima kasih juga kepada teman koperasi dari Malaysia yang hadir secara daring pada event ini. BMI COOP FESTIVAL 2022 membuka kesempatan kita untuk kerjasama bisnis yang lebih apik antara koperasi Indonesia dengan koperasi  Malaysia”

“Melalui ajang ini Koperasi BMI mengajak koperasi Indonesia menuju peradaban baru koperasi Indonesia. Koperasi yang besar, dikelola professional, mandiri berkarakter dan bermartabat, koperasi pemberdayaan dan menuju koperasi yang peduli sesama. Itulah 5 poin penting peradaban baru koperasi Indonesia yang kita harus menjadi arus utama” papar Kamaruddin.

Menurutnya lagi bahwa transformasi Koperasi BMI mewujudkan peradaban baru koperasi Indonesia, kami ejawantahkan dengan mengembangkan pola pikir Bung Hatta menjadi praktek nyata. Bung Hatta mengatakan jadikan koperasi kredit sebagai sendi. Koperasi BMI yang semula hanya satu koperasi primer yakni Kopsyah BMI lalu anggota sepakat mendirikan Kopmen BMI, saat ini telah menjadi tiga koperasi primer dengan lahirnya Kopjas BMI.

Ia menegaskan bahwa koperasi harus menguasai semua sektor. Melalui Koperasi Sekunder BMI, kami sinergikan ketiga koperasi primer ini. Semoga ikhtiar ini diridhloI Allah SWT untuk mampu mengangkat derajat ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial dan spiritual anggota dan masyarakat kita.

Ia menutup dengan pantun, “Tak ada gading yang tak retak. Itu pepatah biasa, yang tidak biasa koperasi harus kembali ke jatidiri bangsa. Koperasi menjadi alasan dasar untuk menuju kemakmuran bersama, kemakmuran seluruh rakyat Indonesia” pungkas Kamaruddin menutup ajakannya yang disambut dengan riuh tepuk tangan hadirin. (Sularto/Klikbmi)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.