Serang, Klikbmi.com: Ramadhan 2025 menjadi momentum berkesan bagi Eliyah (47), anggota Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) Cabang Petir, Kabupaten Serang. Perempuan kelahiran Serang, 1 Februari 1978 ini untuk pertama kalinya mengikuti program Simpanan Idul Fitri (SIDUL) dan merasakan langsung manfaatnya menjelang hari raya.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Warga Kp. Pasanggrahan RT/RW 002/004 Desa Mekarbaru, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Banten tersebut telah menjadi anggota sejak 29 November 2018. Sehari-hari, Eliyah menjalankan usaha warung sembako dan berjualan nasi uduk untuk menopang kebutuhan keluarga.
Selama menjadi anggota, Eliyah tercatat aktif dalam berbagai produk simpanan seperti Simpanan Wajib, Simpanan Sukarela, Sidul, Simpanan Umroh, dan Simpanan Berjangka (Sijaka). Meski belum pernah mengakses pembiayaan, ia konsisten membangun kebiasaan menabung melalui koperasi Syariah BMI.
Pada pembagian bagi hasil SIDUL tahun ini, Eliyah menerima sejumlah paket kebutuhan Lebaran yang telah dikonversi dalam bentuk produk, meliputi paket sembako berupa minyak goreng 8 liter, gula 2 kilogram, beras 25 kilogram, dan terigu 3 kilogram. Selain itu, ia juga memperoleh paket kue dan minuman yang terdiri dari satu kaleng Khong Guan, satu kaleng Tanggo, dua botol sirup Marjan, dan dua botol Sprite. Tak hanya itu, SIDUL juga memberikan mukena, tas rantang, serta satu unit telepon genggam.

Eliyah mengaku, Ramadhan 2025 menjadi titik balik ketertarikannya untuk mengikuti program SIDUL. Ia melihat antusiasme anggota lain yang turut menabung serta kemudahan sistem yang ditawarkan.
“Menabung SIDUL di BMI itu mudah, tanpa harus mengeluarkan ongkos jauh-jauh, tanpa antre dan tidak ribet. Tidak ada biaya administrasi atau potongan bulanan. Bagi hasilnya diberikan sekali setahun dan dikonversi ke berbagai jenis produk. Saya senang ikut menabung SIDUL di BMI, dan akan terus menabung kembali setelah Lebaran ini,” ungkapnya.
Program SIDUL sendiri dirancang sebagai instrumen perencanaan keuangan berbasis syariah yang membantu anggota mempersiapkan kebutuhan menjelang Idul Fitri. Momentum hari raya yang identik dengan lonjakan kebutuhan rumah tangga kerap menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro.
Presiden Direktur Koperasi BMI Group, Kamaruddin Batubara, menyampaikan bahwa SIDUL bukan sekadar produk simpanan, melainkan bagian dari edukasi literasi keuangan bagi anggota.
Menurutnya, menjelang Idul Fitri kebutuhan masyarakat cenderung meningkat signifikan, mulai dari kebutuhan pangan, sandang, hingga biaya sosial. Melalui SIDUL, anggota diajak menyiapkan kebutuhan tersebut secara bertahap sejak jauh hari, sehingga tidak terbebani secara finansial saat momentum hari raya tiba.
“SIDUL adalah bentuk perencanaan keuangan yang disiplin dan terukur. Anggota menabung sedikit demi sedikit, lalu merasakan manfaatnya secara nyata menjelang Lebaran. Ini bukan hanya soal bagi hasil, tetapi bagaimana koperasi hadir sebagai solusi atas kebutuhan riil anggota,” ujarnya.
Ia menambahkan, konsep konversi bagi hasil ke dalam bentuk paket kebutuhan pokok juga dimaksudkan untuk memastikan manfaat simpanan benar-benar dirasakan dalam bentuk barang yang relevan dengan kebutuhan keluarga.
Kisah Eliyah menjadi gambaran bagaimana budaya menabung yang konsisten di koperasi syariah mampu memberikan dampak langsung terhadap ketahanan ekonomi rumah tangga anggota, terutama di momen-momen krusial seperti Idul Fitri. (Nur/Humas)

Simpanan aman dan menguntungkan
Menyimpan di Kopsyah BMI real, bukan settingan, hadiahnya banyak dan tanpa potongan, MasyaAllah Tabarakallah
Alhamdulillah saya juga ikut bahagia hampir mau 2 thn saya juga ikut nabung si dul dari bonus waw pokoknya is the best semua orang jdi inspirasi pengen ikutan mudh2an thn berikut nya yg nabung si dul tambah banyak terimakasih kopsyah BMi bonus di luar dugaan saya sangat bersyukur 🤲 bisa bergabung dengan kopsyah BMi.