Tingkatkan Ekonomi Anggota, Kopsyah BMI Helat Pelatihan E-Commerce dan Kelas Memasak

BMI Corner

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا۟ فِى ٱلْمَجَٰلِسِ فَٱفْسَحُوا۟ يَفْسَحِ ٱللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS. Al Mujadalah 58:11)

Klikbmi, Tangerang – Sebanyak 30 Anggota Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) mengikuti Pelatihan E-Commerce dan Kelas Memasak di Kafe Kopi Rindoe Benteng, Gerai Tangerang Gemilang, Cikupa, Tangerang, Rabu 13 April 2022. Pelatihan ini tanpa biaya sekalipun alias gratis!

Pelatihan dibuka langsung oleh sambutan Presiden Direktur Koperasi BMI Kamaruddin Batubara. Dihadiri langsung oleh Wakil Presiden Koperasi BMI Radius Usman, Pengawas Operasional Kopsyah BMI Bagus WD Wicaksono dan Manajer Pemberdayaan Anggota Muhammad Suproni.

Tak tangung-tanggung, acara yang diinisiasi oleh Tim Perberdayaan Kopsyah BMI ini dibawakan langsung oleh para praktisi. Salah satunya adalah Afrizal, anggota Kopsyah BMI asal Sukadiri menjadi trainer dalam pelatihan kue lebaran. Kue lebaran yang dibuat yakni Nastar, Bear Claw dan Bolu Gulung. Pria yang sudah 15 tahun malang melintang di dunia bakery memberi trik baru dalam membuat sajian kue semakin menarik.

Presdir Koperasi BMI Kamaruddin Batubara menyampaikan sambutannya di depan para peserta pelatihan.

Sementara di Kelas E-Commerce, diisi oleh dua pengelola Barikna Shop yakni Habib Musthopa dan Ismail. Barikna Shop merupakan toko oleh-oleh haji dan kurma yang juga Mitra Koperasi Konsumen Benteng Muamalah Indonesia (Kopmen BMI). Musthofa mengajak para peserta untuk membentuk grup reseller bersama untuk menambah pendapatan bersama. Pelaksanaan pelatihan juga mendapat dukungan penuh dari Divisi Event Organizer dan Divisi Diklat Koperasi Jasa Benteng Mandiri Indonesia (Kopjas BMI).

”Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan anggota Kopsyah BMI. Lewat ilmu-ilmu baru yang diperoleh anggota di acara ini, ekonomi anggota BMI semakin meningkat,” jelas Presdir Koperasi BMI Kamaruddin Batubara.

Presdir Koperasi BMI Kamaruddin Batubara mengingatkan tujuh ekonomi syariah di depan para peserta pelatihan.

Pria yang karib disapa Kambara juga mengingatkan kepada para peserta untuk menjaga kualitas produknya. Supaya selalu amanah menjaga produk makanan dan minumannya meliputi beberapa aspek mulai dari kualitas, kemasan (packaging), hingga harga.

”Untuk para anggota BMI, jangan lupa menjaga kebersihannya, kualitasnya ditingkatkan lagi dan harus berbisnis yang jujur agar usaha kita barokah. Jangan aneh-aneh, misalkan menepuk-nepuk barang dagangannya dengan uang dengan kata-kata penglaris, itu ajaran mana? kalau ditepuk di kulit durian, bukan duriannya yang laris, tapi duitnya yang robek,” paparnya.

Foto bersama di Acara Pelatihan E-Commerce dan Memasak Anggota Kopsyah BMI.

”Jika ingin jualannya laku, minta sama Allah SWT. Curhat sama Allah, bilang kepada-Nya, Ya Allah, semoga dagangan saya lancar biar biaya sekolah anak saya tertutup. Jangan curhat sama tetangga,” tambahnya.

Di depan para peserta, Kambara berpesan agar anggota mengajak kerabat dan tetangganya menjadi anggota BMI. Ketua pengurus juga mengingatkan anggota untuk selalu semangat, bekerja keras, jujur dan amanah. ”Usaha itu harus jujur. Pertahankan kualitas dagangannya. Misalnya ibu saat ini jualan kuliner lemper. Awalnya, besarnya bisa tiga jempol. Lalu ada pesanan yang besar hingga ribuan banyaknya, tapi saat dibuat, bentuknya malah makin mengecil. Nah ini yang dilarang dilakukan,” jelas Kambara.

Founder Barikna Shop Ismail menerangkan bagaimana meningkatkan ekonomi anggota lewat reseller kurma lewat jejaring E-Commerce.

Dalam sambutannya, Kambara mengatakan bahwa Koperasi BMI mengenal adanya tujuh ajaran ekonomi syariah yakni keuntungan dunia dan akhirat, amanah, peduli orang lain, jujur, qanaah, bersyukut dan tidak zalim. Sehingga jika ini dijalankan, maka koperasi akan mudah mengulurkan banyak kegiatan sosial dan kebijakan yang berpihak kepada anggota.

”Tujuh ajaran ekonomi ini membuat BMI gampang kepada anggota di tengah pandemi sekarang dan usahanya tutup, maka di BMI boleh tidak bayar. Bahkan sampai bangkrut dan dia (anggota) menyerah, itu kita sedekahkan seperti perintah Allah SWT di Al Baqarah ayat 280. Inilah pemahaman bahwa koperasi itu besar dan dicintai anggotanya, “ tandas penulis Buku Best Seller Model BMI Syariah Terbitan Kompas Gramedia.

(Togar Harahap/Klikbmi)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.