Tips Menjadi Hamba Yang Dicintai Allah

Edu Syariah

Nasehat Dhuha Kamis, 30 Desember 2021| 25  Jumadil Awal 1443 H | Oleh : Ustadz M. Reza Prima, ME

Klikbmi, Tangerang – Siapa yang tidak berharap mendapatkan cinta Allah. Dengan mendapatkan cinta dari Allah, Zat yang maha pengasih, maka sejatinya kita tidak membutuhkan cinta selain cintaNya. Karenanya perlu dicatat, sebagaimana yang dikabarkan Rasulullah, selalu ada diantara hamba-hambaNya yang berhasil meraih cintanya Allah. Yaitu orang-orang yang senantiasa mencari cinta dan ridhanya Allah; dengan melakukan dan mengerjakan apa saja yang diridhai dan dicintai Allah.

 Layaknya seorang pria yang mencintai kekasihnya, maka ia akan melakukan apa saja yang dicintai dan disenangi kekasihnya, untuk mendapatkan cinta dan rasa kasih sang kekasih, hingga kekasihnya tersebut jatuh cinta dengan segenap jiwanya kepada pria itu. Begitu pula Allah, jika ada seorang hamba yang senantiasa melakukan dan mengerjakan apa saja yang dicintai dan diridhaiNya maka Allah akan mencintainya pula. Artinya, akhirnya Allah pun jatuh cinta kepada hambaNya yang tulus tersebut; yang tiap waktunya mencari cinta dan ridhai Allah.

Rasullullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda meriwayatkan bahwa Allah Ta’ala berfirman:

وَمَا يَزَالُ عَبْدِى يَتَقَرَّبُ إِلَىَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِى يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِى يُبْصِرُ بِهِ ، وَيَدَهُ الَّتِى يَبْطُشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِى يَمْشِى بِهَا ، وَإِنْ سَأَلَنِى لأُعْطِيَنَّهُ ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِى لأُعِيذَنَّهُ

“Dan senantiasa ada diantara hamba-Ku yang terus menerus mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan-amalan sunnah -shalat nafilah- sehingga Aku pun jatuh cinta kepadanya. Jika Aku telah mencintainya, maka Aku akan memberi petunjuk pada pendengaran yang ia gunakan untuk mendengar, memberi petunjuk pada penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, memberi petunjuk pada tangannya yang ia gunakan untuk memegang, memberi petunjuk pada kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia memohon sesuatu kepada-Ku, pasti Aku mengabûlkannya dan jika ia memohon perlindungan, pasti Aku akan melindunginya.” [H.R. Bukhãrĩ].

Maksudnya hadis ini, sebagaimana yang dijelaskan Imam Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim, bahwa makna, “Maka Aku akan memberi petunjuk pada pendengaran yang ia gunakan untuk mendengar”, bahwa Allah akan menjaga pendengaran hamba tersebut dari mendengar apa saja yang dibenci dan dimurkai Allah. Begitu selanjutnya, Allah akan memberikan penjagaan kepada mata, tangan dan kakinya hingga ia selamat dari ketergelinciran dan jatuh ke dalam kubangan maksiat.

Bagaimana mendapatkan cinta Allah? Untuk mendapatkan cinta Allah maka datangkan apa saja yang dicintai dan diridhai Allah baik hal tersebut perkataan ataupun perbuatan; dan diantaranya adalah memperbanyak shalat sunnah. Itulah sebabnya Rasulullah bersabda:

رَكْعَتَا اَلْفَجْرِ خَيْرٌ مِنْ اَلدُّنْيَا وَمَا فِيهَا 

“Dua rakaat fajar lebih baik dari dunia dan seisinya.” [H.R. Muslim] dalam riwayat lain disebutkan, “Dua rakaat fajar lebih dicintai dari dunia dan seisinya.”


Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga pernah bersabda:

إِذَا قَضَى أَحَدُكُمُ الصَّلاَةَ فِـي مَسْجِدِهِ فَلْيَجْعَلْ لِبَيْتِهِ نَصِيْباً مِنْ صَلاَتِهِ، فَإِنَّ اللهَ جَاعِلٌ فِي بَيْتِهِ مِنْ صَلاَتِهِ خَيْرًا

“Jika salah seorang di antara kalian telah menunaikan shalat di masjidnya, maka hendaklah ia memberi jatah shalat bagi rumahnya. Karena sesungguhnya Allah menjadikan kebaikan dalam rumahnya melalui shalatnya.” [H.R. Muslim]

Pelajaran penting dari dua hadis di atas adalah penegasan Rasulullah betapa penting shalat-shalat sunnah, karena shalat sunnah fajar yang ringan dan muda itu lebih baik bagi seoerang muslim daripada dunia dan seisinya; bahkan lebih dicintai Allah daripada dunia dan seisinya. Karenanya Rasulullah mengajarkan agar melaksanakan shalat-shalat sunnah di rumah. Karena memperbanyak sujud dan shalat adalah sebab datangnya cinta dan ridha Allah. Bahkan sebab seseorang dimasukkan ke dalam surga dan dapat menemani Rasulullah di surga. Diriwayatkan oleh Muslim dari Rabi’ah bin Ka’ab Aslami, ia berkata,

كُنْتُ أَبِيْتُ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَتَيْتُهُ بِوُضُوْئِهِ وَحَاجَتِهِ فَقَالَ لِى سَلْ! فَقُلْتُ: أَسْأَلُكَ مُرَافَقَتَكَ فِى الْجَنَّةِ قَالَ: أَوْ غَيْرِ ذَلِكَ؟ قُلْتُ: هُوَ ذَاكَ قَالَ: فَأَعِنىِّ عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُوْدِ.

“Aku bermalam di tempat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, maka aku membawakan air wuduk untuk beliau dan keperluan hajatnya. Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Mintalah sesuatu!”. Maka aku menjawab, “Aku mohon agar aku diperkenankan menyertai engkau di dalam Surga.” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Minta yang lain saja?” Aku jawab, “Itu saja yang kuinginkan!” Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Bantulah aku, untuk membawa dirimu ke surga dengan memperbanyak sujud (shalat)!” [H.R. Muslim, No. 489].

Mari terus ber-ZISWAF (Zakat,Infaq,Sedekah dan Wakaf) melalui rekening ZISWAF Kopsyah BMI 7 2003 2017 1 (BSI eks BNI Syariah) a/n Benteng Mikro Indonesia atau menggunakan Simpanan Sukarela : 000020112016 atau bisa juga melalui DO IT BMI : 0000000888. (Sularto/Klikbmi)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.