Kickoff Pra-RAT 2026, Koperasi BMI Group Siapkan Transformasi Besar Menuju Kemandirian Ekonomi Keluarga

BMI Corner



Tangerang , klikbmi.com – Koperasi BMI Group mulai menyiapkan langkah transformasi besar untuk memperkuat kemandirian ekonomi keluarga anggotanya. Arah perubahan tersebut disampaikan dalam Kickoff Pra-Rapat Anggota Tahunan (Pra-RAT) Tahun Buku 2026 yang digelar Senin (2/11/2026).

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Kegiatan yang berlangsung secara hybrid dari Kantor Pusat Koperasi BMI Group tersebut terhubung dengan 100 kantor cabang Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) di wilayah Banten dan Jawa Barat. Agenda ini juga diikuti jajaran anggota dan pengelola Koperasi Konsumen Benteng Muamalah Indonesia (Kopmen BMI) serta Koperasi Jasa Benteng Mandiri Indonesia (Kopjas BMI).

Mengusung tema “Berkoperasi untuk Kemandirian Ekonomi Keluarga”, rangkaian Pra-RAT diawali dengan pemutaran video testimoni anggota dan produk bisnis Koperasi BMI Group sebelum dibuka pada pukul 09.00 WIB.

Kickoff Pra RAT Tingkat Desa Koperasi BMI Grup dimulai, Senin (2/11/2026).

Presiden Direktur Koperasi BMI Group, Kamaruddin Batubara, dalam sambutannya menegaskan bahwa momentum Pra-RAT bukan sekadar tahapan menuju Rapat Anggota Tahunan. Lebih dari itu, forum tersebut menjadi kesempatan bagi seluruh anggota dan pengelola untuk memperkuat komitmen dalam menjalankan koperasi sesuai jati diri, nilai, dan prinsip perkoperasian.

Menurut pria yang akrab disapa Kambara ini, setelah memasuki usia 23 tahun menuju 24 tahun, Koperasi BMI Group perlu melakukan pembenahan menyeluruh agar keberadaannya benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan anggota.

“Kalau koperasi ini kita jalankan dengan benar, sesuai dengan jati dirinya, sesuai dengan nilai-nilainya, sesuai dengan prinsip-prinsipnya, maka sesungguhnya semua anggota akan berbahagia,” ujarnya.

Kambara : ““Kalau koperasi ini kita jalankan dengan benar, sesuai dengan jati dirinya, sesuai dengan nilai-nilainya, sesuai dengan prinsip-prinsipnya, maka sesungguhnya semua anggota akan berbahagia.”

Ia juga mengingatkan pentingnya membangun budaya jujur dan amanah, baik dalam menjalankan kewajiban simpanan maupun pembiayaan. Menurutnya, dana yang dikelola koperasi merupakan milik bersama seluruh anggota sehingga harus dijaga dan dipertanggungjawabkan bersama.

Direktur Utama Kopsyah BMI ini juga mengungkapkan, mulai 2027 Koperasi BMI Group akan mendorong perubahan pola pemberdayaan anggota dengan menjadikan ketahanan ekonomi keluarga sebagai salah satu prioritas utama.

Langkah tersebut tidak hanya bertumpu pada akses pembiayaan, tetapi juga pembiasaan menabung, peningkatan keterampilan, serta pengembangan usaha produktif di lingkungan keluarga.

Salah satu program yang ditekankan adalah penguatan Gerakan Menabung Seribu Sehari (GEMASERI). Anggota didorong membangun kebiasaan menyisihkan uang secara rutin, minimal Rp7.000 setiap pekan.

Selain menabung, anggota juga akan didorong memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam kebutuhan pangan rumah tangga. Melalui pelatihan budidaya cabai rawit, cabai keriting, tomat, dan sayuran dalam polybag, keluarga diharapkan dapat mengurangi pengeluaran sehari-hari.

Penghematan belanja tersebut kemudian dapat dialihkan menjadi simpanan untuk kebutuhan masa depan keluarga.

“Kalau Bapak-Ibu punya cabai rawit lima pot, cabai keriting misalnya lima polybag, tomat, sayuran yang lain dan segala macam, itu akan mengurangi uang tunai kita. Itu kita tabung untuk masa depan anak kita, untuk mimpi-mimpi kita,” kata Kambara.

Kickoff Pra RAT Koperasi BMI berlangsung hybrid dari Kantor Pusat dan 100 kantor cabang pelayanan di Banten dan Jawa Barat

Pria kelahiran Mandailing Natal 2 Mei 1975 ini menegaskan, program pemberdayaan tersebut akan diperkuat melalui pelatihan di tingkat cabang. Para manajer cabang diharapkan memiliki kemampuan untuk membimbing anggota dalam mengembangkan kegiatan produktif rumah tangga.

Koperasi BMI Group juga menyiapkan pengembangan berbagai kegiatan usaha, mulai dari peternakan ayam, budidaya lele dengan metode bioflok, hingga penguatan sektor pertanian dan perdagangan kebutuhan usaha anggota.” BMI ingin lahir anggota-anggota champions di semua rembug pusat,” harap Kambara.

Selain ketahanan ekonomi keluarga, Koperasi BMI Group juga akan mengembangkan ekosistem bisnis yang saling terhubung antara usaha koperasi dan usaha milik anggota.

Aktivitas kegiatan Pra RAT Tingkat desa anggota Kopsyah BMI di Kantor Cabang Tanah Sareal Kota Bogor, Jawa Barat.

Kambara menyebut, salah satu rencana pengembangan usaha pada 2027 adalah penggilingan beras. Koperasi juga akan memperkuat jaringan toko beras serta penyediaan pakan ternak dan perlengkapan pertanian di lingkungan cabang.

Menurutnya, pengembangan bisnis koperasi harus menjadi penguat bagi usaha anggota, bukan justru menjadi pesaing.

“Usaha-usaha yang dimiliki Koperasi BMI Group itu tidak merusak usaha-usaha yang sedang dijalankan anggota-anggotanya. Harus kolaborasi, harus sinergi,” tegasnya.

Pra RAT Tingkat desa anggota Kopsyah BMI di Kantor Cabang Kemiri, Kabupaten Tangerang, Banten

Dengan pola tersebut, pembiayaan yang diberikan koperasi diharapkan dapat diarahkan pada kegiatan produktif yang menghasilkan pendapatan. Anggota juga didorong meningkatkan simpanan seiring bertambahnya penghasilan.

ia turut mengajak anggota untuk memanfaatkan berbagai layanan Koperasi BMI Group, baik untuk kegiatan ekonomi, perbaikan rumah, pendidikan anak, kesehatan, maupun kebutuhan lainnya.

Dalam arah transformasi tersebut, Kambara menekankan bahwa kesejahteraan anggota tidak cukup diukur dari peningkatan pendapatan. Kemandirian ekonomi keluarga juga harus berjalan seiring dengan peningkatan pendidikan anak, kesehatan keluarga, kepedulian sosial, dan kehidupan spiritual.

“Usaha-usaha yang dimiliki Koperasi BMI Group tidak boleh merusak usaha yang sedang dijalankan. anggota, Foto Pra RAT Tingkat desa Kopsyah BMI Cabang Kalijati Subang.

Di bidang pendidikan, ia mendorong agar anak-anak anggota memiliki tingkat pendidikan minimal setara atau lebih tinggi daripada orang tuanya. Anggota yang bekerja di lingkungan BMI juga diharapkan terus meningkatkan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi.

Sementara dalam bidang kesehatan, Kambara mengingatkan pentingnya sanitasi layak, akses air minum sehat, serta pencegahan stunting. Koperasi BMI Group telah menyediakan produk filter air yang dapat diakses anggota melalui pembelian tunai maupun cicilan (Nazava).

Pada aspek sosial, anggota diajak memperkuat kepedulian dan kebiasaan berbagi kepada sesama. Salah satu gerakan yang kembali ditekankan adalah GASSITERU, yakni gerakan infak dan wakaf dengan kontribusi Rp1.000 untuk infak dan Rp2.000 untuk wakaf setiap pekan.

Kambara menyebut, dana infak dan wakaf anggota telah memberikan manfaat nyata, diantRnya hibah rumah siap huni, layanan ambulans gratis

Ia juga mengajak anggota memperkuat komitmen wakaf hingga minimal Rp1 juta per orang, sebagai bagian dari upaya membangun aset produktif yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Kambara turut mengingatkan bahwa sejumlah aset dan kawasan yang dimiliki Koperasi BMI Group merupakan bagian dari kekuatan bersama yang harus dijaga oleh seluruh anggota.

Aset tersebut antara lain kawasan wisata Bukit Manik Indonesia seluas 17 hektare, lahan sawah wakaf seluas 15 hektare, serta kawasan BMI Center seluas 22 hektare.

Ia berharap aset-aset tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan organisasi, tetapi juga dapat dikembangkan untuk mendukung berbagai kegiatan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan sosial di masa mendatang.

Kamaruddin bahkan menyampaikan gagasan pengembangan fasilitas pendidikan dari tingkat taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi, serta pembangunan rumah sakit dengan skema layanan gratis atau pembayaran sesuai kemampuan.

Menurutnya, berbagai rencana tersebut membutuhkan kerja sama, kedisiplinan, dan komitmen jangka panjang dari seluruh anggota.

“Ini bukan hanya sekadar tempat kita cari makan. Semua harus sadar, teman-teman pengelola, pengurus yang belum melihat ini sebuah kesempatan untuk melakukan peradaban koperasi di Indonesia,” ujarnya.

Rapat Anggota Tahunan Koperasi BMI Group Tahun Buku 2026 direncanakan berlangsung di Hotel Grand Keisha, Rangkasbitung. Pelaksanaan Pra-RAT di tingkat desa diharapkan menjadi ruang bagi anggota untuk memahami arah kebijakan sekaligus memperkuat partisipasi dalam menentukan masa depan koperasi.

Menutup sambutannya, Kambara kembali menegaskan bahwa transformasi Koperasi BMI Group mulai 2027 harus menghasilkan perubahan nyata dalam kehidupan anggota.

Bangga Jadi Anggotanya, bangga membangun koperasinya, foto kegiatan Pra-RAT di tingkat desa di Cabang Sukatani, Kabupaten Bekasi.

“Bersama BMI, ekonomi kita harus lebih baik, sekolah anak kita meningkat, kesehatan kita tambah baik, jiwa sosial kita lebih baik, praktik-praktik spiritual kita lebih baik. Kalau itu belum dicapai, maka belum sukses bersama koperasi BMI,” pungkasnya. (Togar/Humas)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *