Ajaran Ekonomi Islam : Peduli Kepada Orang Yang Tidak Mampu (Peduli Sesama)

Info ZISWAF

Nasehat Dhuha Selasa, 15 Juni 2021 | 5 Dzulka’dah 1442 H | Oleh : Ust Sarwo Edy, ME

Klikbmi, Tangerang – Pas seneng lupa, Pas susah nanya posisi. Itulah salah satu tulisan yang ada di billboard iklan rokok yang beberapa saat lalu pernah nangkring di beberapa tempat di Indonesia. Tulisan yang singkat, tapi syarat akan makna. Itulah gambaran umumnya manusia yang seharusnya tidak terjadi. Dan semoga kita tidak tergolong dari jenis manusia di atas.

Ketika seseorang telah meraih kesuksesan, banyak dari mereka yang lupa daratan. Ketika bisnis ataupun usaha di puncak kejayaan, dan harta menumpuk di tangan, akibatnya lingkungannya tidak dihiraukan hingga lupa ingatan. Dari teman dekat, teman tongkrongan bahkan kadang sampai Allah yang menciptakan. Apalagi orang-orang yang lagi membutuhkan.

Itulah gambaran manusia yang ketika diberi kesenangan. Nikmat atau ujian? Dua-duanya berlaku bagi siapapun yang mendapatkannya. Mensyukuri nikmat dan istighfar jika nikmat itu menjauhkan kita dari agama.


Allah pun sudah menggambarkan orang-orang yang “lupa daratan” ini sehingga berpaling dari-Nya di dalam Surat Al-Isra’ ayat 83 yang berbunyi :
وَإِذَا أَنْعَمْنَا عَلَى الْإِنْسَانِ أَعْرَضَ وَنَأَىٰ بِجَانِبِهِ ۖ وَإِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ كَانَ يَئُوسًا

Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia; dan membelakang dengan sikap yang sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa.

Allah yang menciptakannya saja diabaikan, Apalagi hanya sekedar seorang manusia. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), peduli mempunyai arti mengindahkan, memperhatikan dan menghiraukan.

Kepedulian adalah fitrah manusia karena manusia adalah makhluk sosial yang mana antara satu dengan yang lainnya saling membutuhkan. Yang tinggi menolong yang rendah, yang kuat menolong yang lemah, dan lain sebagainya. Dan lebih khusus, Allah beberapa kali di dalam ayatnya memperintahkan manusia untuk peduli kepada yang tidak mampu.

Dikutip dari tausiyahnya Ustadz Hendri Tanjung, Ph.D (Ketua Pengawas Syariah Kopsyah BMI) yang tayang di youtube BMI News dengan judul Berkah Ramadhan: 7 Ajaran Ekonomi Islam #Peduli kepada yang tidak mampu. Peduli kepada yang tidak mampu merupakan ajaran ekonomi islam yang kelima. Di dalam ajaran yang kelima ini, beliau mengutip dari Surat Al-Ma’un ayat 1 – 7 yang berbunyi :

اَرَءَيْتَ الَّذِيْ يُكَذِّبُ بِالدِّيْنِۗ
فَذٰلِكَ الَّذِيْ يَدُعُّ الْيَتِيْمَۙ
وَلَا يَحُضُّ عَلٰى طَعَامِ الْمِسْكِيْنِۗ
فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَۙ
الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُوْنَۙ
الَّذِيْنَ هُمْ يُرَاۤءُوْنَۙ
وَيَمْنَعُوْنَ الْمَاعُوْنَ ࣖ

Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?. maka itulah orang yang menghardik anak yatim. dan tidak mendorong memberi makan orang miskin. Maka celakalah orang yang salat, (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap salatnya, yang berbuat riya, dan enggan (memberikan) bantuan.

Beliau menitik beratkan kepada ujung ayat di atas bahwa orang-orang yang tidak mau memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan bantuan adalah orang-orang yang mendustakan agama. Naudzu billah min dzalik.

Beliau melanjutkan perihal ajaran ekonomi islam yang kelima ini, beliau mengutip dari sebuah hadist, Rasulullah SAW bersabda :
لَيْسَ الْـمُؤْمِنُ الَّذيْ يَشْبَعُ وَجَارُهُ جَائِعٌ إلَى جَنْبِهِ
“Bukan mukmin, orang yang kenyang perutnya sedang tetangga sebelahnya kelaparan”
Bukan orang yang beriman jika dia dalam keadaan kenyang, sementara tetangga sebelahnya kelaparan. (H.R. al-Hakim dan al-Baihaqi)

Di akhir video, beliau berpesan kepada para pemirsa BMI News via Youtube agar jangan sampai mendustakan agamanya. Karena sudah capek ibadah, sudah capek sholat dan sebagainya tapi masih dikatakan pendusta. Dan beliau juga mengajak agar membantu orang-orang yang memerlukan dan peduli kepada mereka yang memerlukan pertolongan.

JADIKAN HARTAMU DI TANGANMU, BUKAN DI HATIMU

Kadang semakin berharta seseorang, semakin takut seseorang itu untuk kehilangannya. Hingga akhirnya untuk mengeluarkan sebagiannya saja (diperuntukkan untuk sedekah) berat. Dikarenakan terlalu cintanya terhadap harta seperti seorang kekasih yang tidak ingin kehilangan cintanya.

Allah mengingatkan kita bahwa berapapun harta yang kita punya, itu semua hanya titipan. Dan sebaik-baik titipan adalah untuk disedekahkan sebagiannya. Allah berfirman di dalam surat Al-Hadid ayat 7 yang berbunyi :
آَمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَأَنْفِقُوا مِمَّا جَعَلَكُمْ مُسْتَخْلَفِينَ فِيهِ فَالَّذِينَ آَمَنُوا مِنْكُمْ وَأَنْفَقُوا لَهُمْ أَجْرٌ كَبِيرٌ
Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya (Titipan). Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar
Bahkan dalam hadist Rasulullah, barang siapa yang memudahkan urusan orang lain di dunia, maka Allah akan mudahkan urusannya di dunia dan akhirat. Rasulullah SAW bersabda :
مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ
Barangsiapa melapangkan dari seorang beriman sebuah kesulitan dunia niscaya Allah lapangkan atasnya dari kesulitan hari kiamat, siapa yang memudahkan seorang yang sulit bayar hutang, niscaya Allah akan mudahkan atasnya kesulitan di dunia dan akhirat, siapa yang menutupi aib seorang muslim, niscaya Allah tutupi aibnya di dunia dan akhirat, dan Allah selalu menolong seorang hamba selama ia menolong saudaranya.” (HR. Muslim)

Mari jadikan harta titipan yang kita pegang lebih bermanfaat dan menjadikan mereka (orang yang tidak mampu) sebagai jalan agar Allah mudahkan urusan kita di dunia dan akhirat kelak dengan peduli dan menolong mereka. Aamiin.

Senyuman mereka adalah cerminan senyuman kita di akhirat
Tangis bahagia mereka adalah cerminan tangis bahagia kita di akhirat.

Semoga kita semua termasuk hamba-hamba yang peduli sesama. Mari terus ber-ZISWAF (Zakat,Infaq,Sedekah dan Wakaf) melalui rekening ZISWAF Kopsyah BMI 7 2003 2017 1 (BNI Syariah) a/n Benteng Mikro Indonesia atau menggunakan Simpanan Sukarela : 000020112016 atau bisa juga melalui DO IT BMI : 0000000888. (Sularto/Klikbmi).

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.