Ajaran Ekonomi Islam Tidak Dzalim Dan Tidak Saling Mendzalimi

Info ZISWAF

Nasehat Dhuha Sabtu, 12 Juni 2021 | 2 Dzulka’dah 1442 H | Oleh : Sularto

Klikbmi, Tangerang –  BMI Kliker di manapun berada, kembali pada nasehat dhuha kali ini kita belajar kembali dari nasehat guru kita Ust H Hendri Tanjung, Ph.D tentang ajaran ekonomi Islam. Kemarin kita belajar tentang ajaran ekonomi islam yang pertama yaitu focus pada keuntungan dunia akherat dan kemarin lusa kita belajar tentang ajaran ekonomi islam terkait dengan qonaah. Hari ini kita belajar tentang ajaran ekonomi islam yang kedua yang tidak dzalim dan tidak pula saling mendzalimi.

Membuka materi inti tidak dzalim Ust H Hendri Tanjung, Ph.D membacakan Al Quran Surat Al Baqarah ayat 278 dan 279 : (278) Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang beriman. (279) Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.

Simak juga chanel BMI NEWS : Ajaran Ekonomi Islam, Tidak Dzalim https://www.youtube.com/watch?v=-D78sa7UF6Y’

Quran Surat Al-Baqarah Ayat 278, Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah den mengikuti RasulNya, takutlah kepada Allah, dan tinggalkanlah usaha untuk meminta sisa dari uang tambahan (riba) selain harta pokok kalian yang merupakan milik kalian sebelum diharamkan riba, jika kalian memang merealisasikan keimanan kalian dalam bentuk ucapan dan perbuatan.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia 278. Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti Rasul-Nya, takutlah kalian kepada Allah dengan cara menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Dan janganlah kalian menuntut harta riba yang tersisa untuk kalian di tangan orang lain, jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan percaya akan keharaman harta riba. Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram) 278. Allah memperingatkan orang-orang beriman: takutlah kepada Allah dan tinggalkanlah riba yang kalian ambil sebelum ia diharamkan jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan rasul-Nya.  Melalui pengamalan ayat ini kita dilarang keras untuk bersifat dzalim dan mendzalimi.

Tafsir Kemenag pada ayat 279 adalah Jika kamu tidak melaksanakannya, yakni apa yang diperintahkan ini, sehingga kamu memungut sisa riba yang belum kamu pungut, maka yakinlah akan terjadi perang yang dahsyat dari Allah dan Rasul-Nya antara lain berupa bencana dan kerusakan di dunia, dan siksa pedih di akhirat. Tetapi jika kamu bertobat, yakni tidak lagi melakukan transaksi riba dan melaksanakan tuntunan Ilahi, tidak memungut sisa riba yang belum dipungut, maka perang tidak akan berlanjut, bahkan kamu berhak atas pokok hartamu dari mereka. Dengan demikian, kamu tidak berbuat zalim atau merugikan dengan membebani mereka pembayaran utang melebihi apa yang mereka terima dan tidak dizalimi atau dirugikan karena mereka membayar penuh sebesar utang yang mereka terima.

Tercantum dalam sebuah Hadits Riwayat Muslim, yang berbunyi: Hadits yang dikutip dari Abu Hurairah radhiallahuanhu yang diambil dari sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam tersebut mengandung larangan agar sesama hamba Allah tidak saling mendengki, saling menipu, dan saling marah hingga memutuskan hubungan persaudaraan.Muslim satu dengan muslim lainnya adalah saudara sehingga tidak boleh ada perbuatan zalim atau aniaya di antara sesama muslim. Bahkan dengan tegas hadits tersebut melarang umat muslim untuk menghina dan mendustakan orang lain. Haram darah setiap muslim atas muslim yang lain.

Mari bersedekah untuk orang tua kita, salurkan sedekah melalui rekening ZISWAF Kopsyah BMI 7 2003 2017 1 (BNI Syariah) a/n  Benteng Mikro Indonesia atau menggunakan Simpanan Sukarela : 000020112016 atau bisa juga melalui DO IT BMI : 0000000888 .(Sularto/Klikbmi)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *