Komitmen BMI Bangun Kemandirian Desa Blukbuk Lewat Urun Rembug

BMI Corner

الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا

“Orang mukmin dengan orang mukmin yang lain seperti sebuah bangunan, sebagian menguatkan sebagian yang lain.” (HR Muslim)

KLIKBMI.COM, TANGERANG – ”Kalau sudah begitu mah, BMI sajalah yang ada di Desa Blukbuk mah. ” ujar Kades Blukbuk Sanusi saat menyela presentasi Manajer Pemberdayaan Anggota Kopsyah BMI Muhammad Suproni di depan para RT dan RW, Rabu 8 September 2021.

”BMI sudah 11 tahun ada di Blukbuk, jadi bagi bapak-bapak RT yang istrinya belum menjadi anggota BMI, ajak segera sekarang. Jadi jangan kemana-mana, cukup di BMI saja, gimana bapak-bapak? ,” tambahnya. ”Setuju!,” jawab mereka yang hadir.

Sanusi mengaku, Koperasi BMI tak lelah memberikan dampak positif bagi warganya. Sebagai daerah yang masuk zona hijau Kabupaten Tangerang, BMI benar-benar mengoptimalkan lahan pertanian di sana semakin produktif. Tidak hanya pemberdayaan di sektor agraria, BMI juga menyentuh aspek penting kehidupan warganya lewat rumah gratis (HRSH) dan bedah mushola.

”Kami sangat berterima kasih kepada BMI, sudah banyak bantu warga kami sekian tahun. Tidak hanya menggerakkan kami menjaga lahan pertanian biar nggak jadi zona kuning, tapi juga menjaga ibadah warga kami tetap berjalan dengan baik,” paparnya kepada warga Desa Blukbuk.

Peletakan batu pertama HRSH Kopsyah BMI kepada anggota Ibu Mastariyah di Kampung Pasir Salam RT 001, RW 001, Desa Blukbuk, Kecamatan Kronjo, Tangerang.

Di hari yang sama, BMI menghelat urun rembug di dua tempat sekaligus. Yakni di Desa Blukbuk dan Desa Sindang Karya, Kecamatan Menes, Pandeglang. Selain urun rembug, BMI juga menggelar peletakan batu pertama rumah gratis hibah rumah siap huni (HRSH) di dua desa tersebut. Di Blukbuk, HRSH diberikan kepada Mastariyah, anggota BMI yang rumahnya rubuh Juli 2021 lalu.   

Direktur Operasional Koperasi BMI Yayat Hidayatullah menerangkan urun rembug merupakan ruang diskusi (Forum Group Disscusion) serta sosialisasi sejumlah program Koperasi BMI kepada warga yang bertujuan membangun kemandirian desa. Dari sini, BMI memperoleh informasi potensi ekonomi lokal yang bisa diimplementasikan lewat program pemberdayaan yang bisa dijalin antara Koperasi dan desa.

“Dari sisi pembangunan ekonomi, anggota BMI dari Desa Blukbuk yang menyimpan tabungannya di BMI, dan dikelola oleh BMI dan diberikan lagi kepada warganya dalam bentuk pembiayaan. Jadi arah Koperasi BMI sudah sejalan yakni menuju kemandirian ekonomi yang dimulai dari desa. Lewat pemberdayaan anggota, BMI juga mengajak petani anggota yang memiliki lahan untuk meningkatkan produktifitas pertaniannya,” jelasnya.

Selain Dirops Koperasi BMI, Urun rembug dihadiri General Manajer Kopmen BMI Taufik Hidayat, Manajer Pemberdayaan Kopsyah BMI Muhammad Suproni, Manajer Pendanaan Kopsyah BMI Yanita Nurmala. Kemudian Manajer Area 02 Suhaimuddin, Manajer Cabang Mekarbaru Dwi Fajaryanti dan Manajer Operasional Kopmen BMI Assahril Batubara. Acara juga dihadiri Camat Kronjo Satibi dan para RT dan RW Desa Blukbuk.

Diketahui, BMI telah beroperasi di Desa Blukbuk sejak tahun 2008. Dengan jumlah anggota sebanyak 300 orang, total keseluruhan penyaluran pembiayaan BMI di sini mencapai Rp11 miliar. Selain memberikan pelayanan, BMI memberikan program pemberdayaan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan sosial.

Panen mentimun petani anggota Koperasi BMI lewat pemberdayaan anggota di lahan seluas 3.000 meter di Desa Blukbuk, Kronjo, Tangerang.

Hal itu diungkap Manajer Pemberdayaan Kopsyah BMI Muhammad Suproni dalam agenda tersebut. Ia mengatakan, konsep usaha BMI di Desa Blukbuk merupakan replikasi model peningkatan ekonomi desa dengan  mengembangkan dimensi sosiopreneur-nya koperasi.

Suproni juga merinci sejumlah program pemberdayaan yang telah dilakukan Kopsyah BMI di Desa Blukbuk sejak 2016 hingga sekarang. Hibah rumah siap huni (yang saat itu masih bernama Rumah Layak Huni Gratis) menjadi program pemberdayaan Kopsyah BMI yang pertama menyentuh desa tersebut.

Bupati Tangerang, Ahmad Zaki Iskandar (ketiga kiri) dan Presiden Direktur Kopsyah BMI, Kamaruddin Batubara (ketiga kanan) Melakukan Panen Perdana Kol di Desa Blukbuk, Kamis 13 Februari 2020 silam.

Kemudian di tahun 2017 dan 2018, BMI mengajak warga memberdayakan halaman rumahnya lewat pemberdayaan tanaman cabai dengan polibek (skala rumah tangga) dan skala bisnis serta budidaya lele. Baru di tahun 2019, anggota BMI yang berprofesi petani menggarap potensi pertanian kol dataran rendah dan tanaman hortikultura lainya.

”Kemudian setelah panen kol di awal tahun 2020, program pemberdayaan BMI terus dijalankan hingga sekarang, baik lewat hortikultura (timun, pare dll) dan bedah mushola yang dana pembangunannya bersumber dari zakat, infaq, sadaqah dan wakaf (ZISWAF) anggota Kopsyah BMI. Melalui pemberdayaan Kopsyah BMI ini, anggota bisa memberdayakan ini semua, tentunya untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Itulah manfaat menjadi anggota BMI,” paparnya.

Program pembangunan bedah Mushola Kopsyah BMI di Desa Blukbuk, Kronjo, Tangerang.

Sementara, Manajer Pendanaan Kopsyah BMI Yanita Nurmala menjelaskan bahwa kemandirian desa mampu dibangun jika warganya menabung di BMI. Tabungan anggota BMI tidak hanya menjadi bekal di masa depan, namun juga disalurkan kepada usaha mikro, salah satunya warga Desa Blukbuk.

“Kita harus membangun kemandirian desa dengan simpanan. Kita ajak semua orang menjadi anggota Kopsyah BMI. Yang punya uang bisa menjadi anggota penyimpan dan akan dipakai untuk memberikan pembiayaan kepada anggota yang membutuhkan,” jelasnya.

Program kemandirian desa lewat usaha ritel juga dipaparkan oleh General Manajer Koperasi Konsumen BMI Taufik Hidayat. Terlebih dahulu, ia mempresentasikan sejumlah unit bisnis Kopmen BMI, mulai dari Bisnis Kontruksi dan Toko Bangunan, elektronik, mini market grosir, tour and travel dan kafe Kopi Rindoe Benteng. Kesemua unit ini bisa diberikan untuk memenuhi kebutuhan anggota BMI.

Kemudian, Taufik menjelaskan program One Village One Partner (OVOP). Program Kopmen BMI yakni mencari mitra kerja grosir untuk melayani anggota yang memiliki warung, program ini mentargetkan satu mitra kerja dalam satu desa dengan menyasar captive market yakni anggota BMI sendiri.

”Program ini tentu akan meningkatkan omzet penjualan bagi anggota Kopsyah BMI. Tentu omzet penjualan akan meningkat, karena produk yang dijual bertambah, persediaan bertambah. Dan dengan dukungan teknologi melalui BMI Mobile belanja akan lebih terarah. Lebih terprogram,” jelasnya.

”Kopmen BMI yakni mengelola usaha-usaha sektor riil dengan prinsip dan nilai syariah dengan manajemen modern dan professional sesuai dengan prinsip dan jatidiri koperasi. Saat ini, kami dipercaya untuk membangun 28 rumah subsidi kerjasama dengan pihak swasta, Savana Residence,” tandasnya.

(gar/KLIKBMI)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.