BMI Point Bantu Pedagang Pasar Naik Kelas

BMI Corner

وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ

“Dan orang-orang yang memelihara amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.” (QS. Al-Mu’minun: 8)

Klikbmi, Tangerang – Wajah Ibnu Teja Maulana (20) sumringah. Handphone baru sudah ditangannya. Kelas gawainya sudah flagship dengan jaringan 5G. Dengan gadget barunya, pemilik lapak buah di Pasar Suvarna 8, Komplek Suvarna Padi, Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang bakal mudah melayani pelanggannya. Handphone itu dibelinya dari BMI Point 01 yang berada di dalam kompleks pasar tersebut dengan cara mencicil.

BMI Point yang merupakan divisi usaha baru Koperasi Konsumen Benteng Muamalah Indonesia (Kopmen BMI) memberikan kemudahan bagi Ibnu dan pedagang lainnya di Pasar Suvarna memiliki gawai terbaru. Cabang BMI Point 01 berada di Blok KR 7, Kompleks Pasar Suvarna 8, Kawasan Suvarna Padi, Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang.

Kepada Klikbmi, Ibnu mengaku dipermudah dengan cicilan yang sangat terjangkau. Istimewanya, BMI Point memberikan cicilan harian yang sesuai dengan kemampuan para pedagang di pasar modern tersebut. BMI Point hanya melayani pedagang di pasar tradisional.  

Ibnu Teja Maulana, pedagang buah usai melakukan akad pembelian handphone di BMI Point 01, Pasar Suvarna 8, Kompleks Suvarna Padi, Sindang Jaya, Tangerang, Kamis 30 Desember 2021.

Handphone Samsung seharga Rp5 jutaan ia cicil dengan Rp50 ribu perhari selama 115 kali (4 bulan). Poin plusnya, jika angsuran tersebut lancar maka Ibnu mendapat bebas cicilan sebanyak lima kali.  Cicilan diangsur berturut-turut mulai Senin hingga Sabtu. Semua persyaratannya sangat mudah cukup dengan foto pemilikan sewa dan KTP.

Setelah akad selesai, Ibnu otomatis menjadi Anggota Kopmen BMI karena mendapat simpanan pokok 2 persen dari pengajuan tersebut. Ibnu mengaku baru kali ini ia memperoleh handphone sekaligus menjadi anggota Koperasi Konsumen BMI.

”Alhamdulillah, saya diberikan kemudahan membeli handphone dan juga anggota BMI. Saya juga diberikan rekomendasi pilihan handphone sesuai dengan hobi saya. Buat saya yang sebagai bujangan, biasanya akan sulit untuk menabung membeli handphone dengan cash. Tapi di BMI Point, saya bisa langsung dapat handphone dengan cicilan yang sangat mudah dan terjangkau,” terangnya.

Ibnu Teja Maulana didampingi Manajer Area BMI Point Zakaria Mardani menandatangani akad pembelian handphone di BMI Point 01.

Saat ini BMI Point telah beroperasi di dua pasar modern Kabupaten Tangerang yakni Pasar Modern Suvarna 8 dan Pasar Kutabumi. Pangsanya saat ini hanya para pedagang pasar. Selain Handphone, BMI Point juga memberikan akses kredit penjualan elektronik seperti TV, kulkas, mesin cuci dan lain-lain. Karena segmentasinya hanya pedagang pasar, syarat-syaratnya pun sangat mudah. Pertama, izin kepemilikan kios atau sewa atau IPL, fotokopi KTP dan foto usaha.  

Bagi Zakaria Mardani, Manager Area BMI Point Kopmen, para pedagang menyambut baik kehadiran BMI Point di dua pasar yang sudah beroperasi saat ini. Buktinya di Pasar Suvarna, sudah ada 16 pembelian handphone baru sejak BMI Point dibuka pertengahan Desember ini. Dengan simpanan mencapai Rp1.465.000. Ditambah lagi, karyawan BMI Point juga mengenalkannya lewat brosur-brosur kepada para pedagang di pasar.

Untuk proses pengajuan dilakukan secara digital, data dikirim via whatsapp ke BMI Point, hingga tak mengganggu aktivitas pedagang. Digitalisasi juga dilakukan selama proses akad, penandatanganan akad dilakukan dengan tanda tangan digital.  Bagusnya lagi sebelum akad disetujui, seluruh biaya dan simulasi cicilan pun akan ditampilkan secara transparan sebelum kita menyetujui transaksi. Secara teknis, pembiayaan dibatasi sesuai dengan jam kerja pasar tersebut.   

Suasana di Pasar Suvarna 8, Kompleks Suvarna Padi, Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Banten.

”Dengan mengedepankan pelayanan prima bagi para pedagang pasar, Alhamdulillah BMI Point mendapatkan sambutan hangat. Ditambah lagi, semua syarat yang diperlukan yang mudah, data yang dikirim melalui whatsapp membuat pedagang tak perlu datang ke gerai BMI Point, hanya pada saat akadnya saja,” jelasnya saat ditemui KlikBMI di Pasar Suvarna 8.

Hal senada diungkapkan, General Manager Kopmen BMI Assahril Batubara. Menurutnya, potensi BMI point sangat relevan dengan kebutuhan para pedagang pasar. Selain menjaring pedagang pasar menjadi anggota Kopmen BMI, BMI Point memberikan pilihan bagi para pedagang pasar memperoleh kebutuhanya dengan harga terjangkau, mudah dan pelayanan yang lebih prima sesuai dengan tagline Kopmen BMI.

Dalam waktu dekat, sambung Assahril, BMI Point juga akan membuka cabang di Pasar Modern Citymarket Citra Raya dan Pasar Tradisional Sentiong Balaraja.  

”Insya Allah dalam waktu dekat kita akan membuka dua cabang baru. Kita berharap kehadiran BMI Point memberikan warna baru akses kebutuhan para pedagang pasar sekaligus anggota Kopmen BMI memenuhi kebutuhannya,” jelasnya.

Terpisah, Wakil Presiden Direktur Koperasi BMI yang juga Direktur Utama Kopmen BMI Radius Usman menjelaskan, Kopmen BMI dengan empat divisinya (elektronik, toko bangunan, kafe Kopi Rindoe Benteng dan grosir) terus melakukan ekspansi bisnisnya salah satunya dengan merambah pasar tradisional dan modern.

Pangsa handphone dan elektronik merupakan langkah awal Kopmen BMI untuk memenuhi kebutuhan sarana prasarana anggota yang merupakan pedagang pasar. Secara jangka panjang, BMI Point akan menjadi bagian dari supply chain pemenuhan kebutuhan para pedagang.  

”Kopmen BMI merasa terpanggil untuk bersinergi dengan pedagang untuk mendukung aktivitas perdagangan. Memenuhi kebutuhan pedagang pasar yang juga anggota BMI juga mendorong BMI Point untuk mengembangkan diri menjadi entitas bisnis pilihan,” paparnya.

Selain itu, Koperasi BMI dengan jumlah anggota hampir 300 ribu ini juga berupaya agar produksi anggota bisa dikenal di pasar-pasar tradisional dan modern. Melalui captive market ini, BMI Point juga akan mendorong para pedagang pasar untuk memakai Doit BMI, uang digital anggota  Koperasi BMI. Doit BMI tidak hanya menyejahterakan seluruh anggota , namun juga mengeksplorasi pemanfaatan teknologi dalam upaya terus menyempurnakan proses bisnisnya.

”Kita mengajak para pedagang di pasar tradisional dan modern menggunakan Doit BMI. Doit BMI yang merupakan pengembangan core koperasi lengkap dan terintegrasi dengan sistem pembayaran untuk membantu anggota BMI dan pedagang untuk berdagang secara cashless atau nontunai,” tandasnya.

“Dengan begitu, Doit BMI Ekosistem usaha Koperasi BMI akan tumbuh pesat, karena semua margin keuntungan dari transaksi pembelian dan penjualan barang semua berputar di lingkungan Koperasi BMI sendiri. Alhasil pemerataan pendapatan pun akan semakin meningkat dan kita sejahtera bersama,

(Togar Harahap/Klikbmi)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *