BMI Serahkan Bantuan Kepada Keluarga Korban Tabrakan Maut di Balaraja

BMI Corner

وَالَّذِينَ صَبَرُوا ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً وَيَدْرَءُونَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عُقْبَى الدَّارِ

Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), (Surat Ar-Ra’d : 22)

Klikbmi, Tangerang – Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia menyerahkan santunan kecelakaan kepada Keluarga Ibu Ida, anggota Rembug Pusat Kediri Cabang Cisoka, Senin 11 April 2022. Ida mengalami luka-luka dalam lakalantas maut akibat truk tronton yang mengalami rem blong tepatnya di depan Minimarket Sahabat, Desa Talagasari, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten pada 2 Januari 2022 lalu.

Dalam kecelakaan itu, dua cucunya yang masih berusia 8 tahun dan 2 tahun meninggal di lokasi. Putri sekaligus ibu dari dua korban yakni  Ika (28 tahun) mengalami luka berat. Ika harus menjalani operasi patah tulang panggul dalam kecelakaan itu. Sementara wajah Ida mengalami luka memar setelah ban truk tronton menyenggol ibu tersebut.

Baca Juga : Kisah Cina Benteng Berwakaf Di Kopsyah BMI

Manajer Cabang Cisoka Dwi Deswita menyerahkan langsung santunan sebesar Rp2 juta dari Kopsyah BMI kepada Ibu Ida di rumahnya, Kampung Secang, Desa Sukatani, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang. Bersama Manajer Area 03 Budi Harto bersama Asisten Manajer Bidang Keuangan Cabang Cisoka Nurlela .

Dalam penyerahan tersebut, Ida masih tetap tersenyum meski bekas luka lebam di tangan dan sebagian wajahnya masih Nampak. Putrinya Ika ikut hadir. Kesehatan putrinya mulai berangsur pulih. Ika sudah bisa berdiri meski dengan bantuan kruk.

Anggota Rembug Pusat Kediri Ida (berdiri) dengan senyum mengembang berfoto bersama putrinya Ika usai menerima bantuan kecelakaan dari Kopsyah BMI.

Sebelumnya, Ika mendapat perawatan intensif di RSUD Balaraja selama dua bulan. Tim dokter RSUD Balaraja harus melakukan dua kali operasi agar tulang panggulnya bisa kembali normal.”Alhamdulillah sekarang sudah bisa berdiri, kalau kemarin mau bangun saja susah. ,” paparnya.

Kepada redaksi Klikbmi, Ika mengaku sudah mengikhlaskan kepergian dua putrinya, meski proses hukum bagi sang sopir tronton maut masih berlangsung di Pengadilan Negeri Tangerang. ”Sudah pasrah, sudah ikhlas, ini musibah,” terangnya.

Dalam penyerahan tersebut, Manajer Area 03 Budi Harto menerangkan bahwa santunan ini sebagai bentuk kepedulian Kopsyah BMI terhadap anggotanya yang mengalami musibah. Ia berharap santunan ini bisa meringankan beban Keluarga Ibu Ida. ”Kita juga menitipkan salam dan pesan Presiden Direktur Koperasi BMI Bapak Kamaruddin Batubara agar Ibu Ida dan Ibu Ika tetap tabah dan segera lekas sembuh,” ujar Budi.

Ika telah mengikhlaskan kepergiaan dua anaknya dalam kecelakaan maut tersebut. Putri kedua Ibu Ida itu harus menjalani hari-harinya dengan kursi roda dan kruk. Dalam waktu dekat, Ika akan menjalani operasi ketiga tulang panggulnya.

Ida juga mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian Kopsyah BMI terhadap musibah yang menimpa keluarganya. Wanita yang sudah 10 tahun menjadi anggota Kopsyah BMI mengakui benar-benar merasakan manfaatnya sebagai anggota Kopsyah BMI. Selain santunan, Kopsyah BMI juga memberikan pelayanan ambulans gratis untuk putrinya dari depan rumah hingga depan RSUD Balaraja. ”Sekali lagi, kami mengucapkan banyak terima kasih. Sudah dijengukin, Alhamdulillah dilayani dengan ambulans gratis, BMI benar-benar hadir untuk anggota,” papar wanita yang berkerja sebagai perajin kerupuk.

Sementara, Presiden Direktur Koperasi BMI Kamaruddin Batubara mengaku kagum atas perjuangan Keluarga Ibu Ida yang tetap semangat dan optimistis untuk sembuh ”Kita mendoakan semoga Keluarga Ibu Ida cepat pulih dan kembali ceria,” harapnya.

Baca Juga : Kenal Lebih Dekat dengan Kopsyah BMI

Penulis Best Seller Model BMI Syariah itu menjelaskan program santunan pengobatan merupakan implementasi poin ke lima Peradaban Baru Koperasi Indoensia. Yakni koperasi itu peduli sesama. Koperasi harus peduli dengan sesama, harus berjalan dengan semangat berbagi, tolong – menolong dan memberdayakan.

”Koperasi itu peduli sesama dan berjiwa sosial. Koperasi sebagai perusahaan memiliki tujuan ganda, koperasi tidak hanya sekedar mencari keuntungan tetapi memiliki sifat berbagi baik anggota dan non anggota) yang merupakan cerminan gotong royong. Koperasi juga memiliki fungsi untuk memberdayakan dalam mewujudkan kesejahteraan yang mandiri dan bermartabat,” jelasnya.

Disadari atau tidak bahwa kekuatan ZISWAF dari anggota BMI menjadi faktor stimulus kemakmuran ekonomi anggota. Dalam skala desa saja, ZISWAF mampu mengurangi tingkat kemiskinan warga, menciptakan keadilan ekonomi, menciptakan distribusi pendapatan yang merata, dan menjadi jaminan sosial dengan pelayanan yang efektif.

 (Togar Harahap/KLIKBMI)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.