Dapat Kursi Roda Dari Kopsyah BMI, Warga Asal Cirebon Ini Menangis Bahagia

BMI Corner

اَلْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا.

“Seorang Mukmin dengan Mukmin lainnya seperti satu bangunan yang tersusun rapi, sebagiannya menguatkan sebagian yang lain.” (HR Bukhari)

Cirebon, Klikbmi – Rokanah terkesiap. Wanita 73 tahun itu hanya diam mematung saat mendengar permintaaan suaminya, Mukidin. Sudah 50 tahun menjalani bahtera rumah tangga, baru kali ini ia mendengar permintaan aneh dari teman hidupnya.

Mukidin meminta Rokanah memberikan kursi rodanya untuk sepupunya. Jelas, permintaan itu tak masuk di logika wanita yang keseharian berdagang ayam potong di Pasar Arjawinangun, Kabupaten Cirebon tersebut. Pasalnya, Mukidin juga lumpuh.

Akhir 2014 silam, Rokanah menemukan Mukidin sudah terkulai lemas di lantai. Tak ada yang tahu penyebabnya. Bagian tubuh dari ujung jempol kaki hingga pinggang tak bisa digerakkan. Dari diagnose dokter, suaminya mengalami kelainan syaraf tulang belakang. Kursi roda membantunya untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

”Ya, saya kaget pak. Kursi rodanya kan baru, mau kemana-mana juga harus pakai kursi roda. Tapi kok malah kasih ke yang lain,” terang Rokanah kepada Manajer Area 14 M Kurtubi dan Hanar Riana, Manajer Cabang Arjawinangun saat mengunjungi kediamannya.

Rokanah yang baru tiga bulan menjadi anggota Kopsyah BMI mengungkapkan, bahwa suaminya tetap memaksa kursi rodanya harus diberikan. ”Saya masih bisa ngesot kalau ke kamar mandi, tapi saudara kita sudah nggak bisa bergerak kemana-mana,” ujar Rokanah menirukan permintaan suaminya. Dan akhirnya Rokanah pun mengantarkan sendiri kursi roda milik suaminya ke rumah kerabatnya itu.

”Saudara kami memang butuh kursi roda pak. Memang semua badannya nggak bisa digerakkan. Tapi saya juga kasihan kondisi suami saya juga sama lumpuhnya,” tutur Rokanah.

Setelah itu, Mukidin tetap menjalani kehidupan sehari-hari. Ia tetap membantu usaha jualan ayam potong istrinya saat di rumah. Untuk mandi atau buang air, ia harus berjalan ngesot. Tak ada kamar mandi di rumah mereka di Blok Makmur RT 001/ RW 002 Desa Arjawinangun Kec. Arjawinangun. Rata-rata, warga di Blok Makmur memakai MCK Komunal.

”Sampai-sampai, untuk Sholat ke Musala pun, suami saya tetap maksa ngesot ke sana,” kata Rokanah.

Kebaikan dan Kesalehan Pak Mukidin akhirnya diganjar Allah SWT. Berawal dari laporan Ketua Rembug Pusat, Manajer Arjawinangun melakukan survei dan mengajukan santunan ke ZISWAF Kopsyah BMI.

Rokanah tak kuasa menahan tangis bahagia ketika tim menyampaikan bantuan tersebut.Ia mengatakan, sempat berikhtiar membawa suaminya itu untuk berobat. Namun biaya pengobatan dan terapi yang mahal, membuat mereka kesulitan untuk rutin membawa Mukidin berobat.

Mukidin menutupi air matanya yang berlinang usai menerima kursi roda gratis dari Kopsyah BMI. Penyerahan kursi roda disaksikan oleh Rokanah, Istri Mukidin yang juga anggota Kopsyah BMI Cabang Arjawinangun.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada Koperasi BMI yang memberikan bantuan untuk suami saya dan kami sekeluarga. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih,” tuturnya.

Melalui sambungan telepon kepada Redaksi Klikbmi, Kuwu Desa Arjawinangun H Maman mengapresiasi santunan sosial kepada warganya. Baginya, Ia baru menemukan lembaga keuangan yang kontribusi sosialnya sangat tinggi seperti Kopsyah BMI.  

”Koperasi seperti inilah yangg seharusnya hadir di masyarakat, Kopsyah BMI selalu hadir bukan pada saat senang tapi saat susah pula. Kegiatan yang seperti ini lah yang harusnya menjadi contoh bagi lembaga-lembaga keuangan lain, yang tidak hanya mencari keuntungan namun juga memperhatikan kondisi anggotanya. Kepada Kopsyah BMI, saya ucapkan terima kasih dan ajak semua warga desa kami menjadi anggotanya,” pungkasnya.

Sementara Manajer Area 14 Muhammad Kurtubi mengungkapkan, bahwa koperasi syariah memiliki perhatian dan tanggung jawab lebih besar kepada dhuafa dan saudara-saudara difabel.“Koperasi syariah bukan saja dilandasi oleh semangat keluargaan dan kegotong-royongan tetapi juga menjadi penyebar ibadah muamalah sebagai implikasi dari pelaksanaan ajaran Al Qur’an dan Al Hadist,” terangnya.

Bagi Koperasi BMI, sambung Kurtubu, berbagi santunan anak yatim, pembangunan rumah hibah, bantuan bagi dhuafa, pengobatan gratis, beasiswa, ambulans gratis, bantuan kursi roda gratis dan berbagai kegiatan sosial adalah penjiwaan dari nilai-nilai berkoperasi yang berakar dari implementasi pilar 5 pilar pada Model BMI Syariah .

“Ini hasil dari gotong royong anggota BMI dalam membantu saudara kita yang sangat membutuhkan bantuan dan rasa bersyukur itu kita tunjukkan dengan penyerahan bantuan kursi roda. Seperti yang tertuang dalam Surah Ibrahim ayat 7, selama kita bersyukur Niscaya Allah SWT akan melipatgandakan rezeki kita, ” tandasnya.

Terpisah, Presiden Direktur Koperasi BMI Grup Kamaruddin Batubara menjelaskan bahwa Kopsyah BMI itu tidak hanya menjalankan bisnis simpan pinjam dan pembiayaan syariah saja, tetapi juga fokus pada pemberdayaan pada bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial dan spiritual melalu Model BMI Syariah.

Penerima Penghargaan Satyalancana Wira Karya dari Presiden RI itu menjelaskan program kursi roda gratis merupakan implementasi poin ke lima Peradaban Baru Koperasi Indonesia. Yakni koperasi itu peduli sesama.

Disadari atau tidak, bahwa kekuatan Zakat Infaq Sadaqah dan Wakaf dari anggota BMI menjadi faktor stimulus kemakmuran ekonomi anggota. Dalam skala desa saja, ZISWAF mampu mengurangi tingkat kemiskinan warga, menciptakan keadilan ekonomi, menciptakan distribusi pendapatan yang merata, dan menjadi jaminan sosial dengan pelayanan yang efektif.

”Koperasi itu peduli sesama dan berjiwa sosial. Koperasi sebagai perusahaan memiliki tujuan ganda, koperasi tidak hanya sekedar mencari keuntungan tetapi memiliki sifat berbagi kepada sesama (anggota dan non anggota) yang merupakan cerminan dari sifat tolong – menolong. Koperasi juga memiliki fungsi untuk memberdayakan anggota dan non anggota dalam mewujudkan kesejahteraan yang mandiri dan bermartabat,” tandasnya.

(Togar Harahap/KLIKBMI)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.