Di RAT Tahun Buku 2021, BMI Akan Luncurkan Pembiayaan Mikro Mitra Multiguna (MMG) dan Simpanan Idul Fitri

BMI Corner

وَإِنَّـمَـا يَرْحَمُ اللهُ مِنْ عِبَادِهِ الرُّحَمَاءَ

Sesungguhnya Allah menyayangi hamba-hamba-Nya yang penyayang (HR Bukhari)

Klikbmi, Tangerang – Inovasi koperasi BMI dalam memenuhi kebutuhan anggota terus bermunculan. Koperasi BMI segera merilis produk pembiayaan investasi terbaru yakni Mikro Mitra Multiguna (MMG) dan produk simpanan Idul Fitri (Sidul) dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2021 yang akan dihelat Selasa, 25 Januari 2022 mendatang.

Mikro Mitra Multiguna (MMG) merupakan skim pembiayaan yang diperuntukkan untuk anggota yang ingin memenuhi kebutuhan sekunder dan tersiernya seperti furnitur rumah tangga, elektronik rumah tangga seperti AC, TV, Kulkas dan Mesin Cuci. Skim pembiayaan juga melayani anggota yang ingin memiliki sepeda motor dan mobil.

Manajer Pembiayaan Kopsyah BMI Jamin menjelaskan, skim MMG lahir bermula dari aspirasi anggota yang menginginkan Kopsyah BMI memfasilitasi kebutuhan rumah tangga mereka. ”Dalam prakteknya, tujuan dari pembiayaan MMG adalah meningkatkan taraf kehidupan anggota ke arah yang lebih baik secara menyeluruh.

Baca Juga : Mengenal Lebih Dekat Dengan Koperasi BMI

”Intinya adalah memberikan pelayanan terbaik untuk anggota. Setelah mendapatkan pembiayaan produktif, tidak sedikit anggota yang menyisihkan keuntunganya untuk membeli alat rumah tangga. BMI menangkap peluang itu dan memberikan anggota akses pembiayaan MMG. ”Meski demikian, BMI punya tanggung jawab yakni menghadirkan barang elektronik rumah tangga dan kendaraan bermotor yang tidak hanya branded, tapi juga memiliki kualitas unggulan untuk anggota,” jelas Jamin.

Jamin menambahkan, syarat-syarat bagi anggota yang ingin mengakses pembiayaan ini adalah ; telah menjadi anggota Kopsyah BMI, memiliki usaha produktif, lulus uji kelayakan, memiliki track record anggota yang bauk, disiplin angsuran dan kehadiran, serta belum memiliki pembiayaan investasi lainnya. Barang pembiayaan MMG dipasok langsung dari Koperasi Konsumen Benteng Muamalah Indonesia (Kopmen BMI).

Manajer Pembiayaan Kopsyah BMI Jamin.

”Syarat lainnya adalah anggota belum pernah mengakses produk pembiayaan investasi dari Kopsyah BMI. Sesuai  peraturan, anggota Kopsyah BMI hanya boleh mengakses dua produk pembiayaan BMI. Satu pembiayaan produktif dan pembiayaan investasi. Jika ingin mendapat pembiayaan ini (MMG), anggota terlebih dahulu melunasi pembiayaan investasi yang tengah dijalankannya,” tandasnya.

Selain MMG, Koperasi BMI juga merilis Simpanan Idul Fitri (Sidul). Simpanan ini diluncurkan juga karena aspirasi anggota untuk memenuhi kebutuhannya di hari raya. Bagi hasilnya 10 persen per tahun yang dibagikan dalam bentuk sembako dan kebutuhan lebaran.

Baca Juga : Simpanan Umrah Anggota Kopsyah BMI

Manajer Pendanaan Kopsyah BMI Yanita Nurmala menjelaskan, simpanan ini bebas biaya administrasi, tanpa minimal setoran dan bagi hasil dalam bentuk barang kebutuhan lebaran. Sama halnya dengan MMG, Kebutuhan lebaran dipasok langsung dari Koperasi Konsumen Benteng Muamalah Indonesia (Kopmen BMI). ”

”Bagi hasilnya adalah berupa barang baik sembako untuk lebaran. Kopsyah BMI memahami bahwa di saat lebaran, bahan sembako susah didapatkan jika mendekati hari lebaran. Tentunya dengan simpanan ini, anggota bisa mendapatkan barang kebutuhan lebaran yang berkualitas tanpa rasa was-was harus ke pasar atau grosir,” jelasnya.

Keuntungan lainnya dari Sidul yakni, hasil pengembangan dana bisa semakin optimal. Anggota merasa nyaman, karena setoran simpanan sangat fleksibel. ”Tentunya, dengan barang yang dipasok oleh Kopmen BMI, anggota mendapatkan kebutuhan lebaran yang berkualitas,” paparnya.

Manajer Pendanaan Kopsyah BMI Yanita Nurmala.

Terpisah, Presiden Direktur Koperasi BMI Kamaruddin Batubara menegaskan bahwa Koperasi BMI terus berinovasi dalam membuat produk yang melayani semua kebutuhan anggota. Fokus pelayanan hanya kepada anggota berdasarkan kebutuhan untuk mencapai kesejahteraan bersama.

Kamaruddin memberi pengertian bahwa setiap orang yang ingin dilayani oleh koperasi wajib menjadi anggota, dan tentu diberi kemudahan. Dengan kata lain, agar akses koperasi bisa melayani semua lapisan masyarakat, koperasi terlebih dahulu menentukan simpanan wajib dan pokok yang murah dan terjangkau.

Produk simpanan BMI sangat mudah dijangkau, sambung Kamaruddin, seperti simpanan pokok untuk Kopsyah BMI hanya Rp10 ribu. ”Jadi BMI tak mengenal simpanan wajib bulanan, itu nggak ada,” terangnya.

Dengan tambahan MMG dan Sidul, BMI telah membuat 10 produk simpanan dan 10 produk pembiayaan. BMI mendesain produk untuk pemberdayaan anggota. Dengan pengertian, setiap anggota yang ingin mengajukan pembiayaan harus merubah taraf ekonominya.”Semua simpanan dan pembiayaan dibuat atas kebutuhan anggota. Tentunya untuk kesejahteraan bersama,” paparnya.

Seperti halnya, MMG yang memenuhi kebutuhan anggota dengan produk elektronik dan kendaraan bermotor, membuat anggota kembali aktif, sehingga dapat menggenjot penyaluran lewat skim MMG. Sementara simpanan idul fitri diluncurkan agar kebutuhan lebaran keluarga anggota BMI tercukupi.

“Jadi kalau ada anggota koperasi BMI yang melarat, saya pikir kita telah berdosa. Jadi kita harus buktikan bahwa semua anggota yang terlibat, tidak boleh hidupnya jadi susah. Kalau susah, harus kita bantu lewat instrumen Zakat, Infaq, Sadaqah dan Wakaf (ZISWAF),” terangnya.

Hadirnya MMG dan Sidul juga mengajak anggota terus bangkit adalah menumbuhkan semangat bangga berkoperasi. Salah satunya dengan memberikan pemahaman tentang hak dan kewajiban anggota sebagai pemilik, pengguna dan pengendali koperasi.

(Togar Harahap/Klikbmi)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.