Hati Yayah Hanya Untuk Omar

Edu Syariah

Kisah Anggota Kopsyah BMI Yang Sebentar Lagi Merelakan Sebagian Hatinya Untuk Si Buah Hati

Nasehat Dhuha  Senin 20 Juni 2022 | 20 Dzul Qaidah 1443 | Oleh : Togar Harahap

Tangerang, klikbmi.com – Tangisan  melengking tiba – tiba menyeruak di bangsal anak Ruang Infeksi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), tengah malam. Tak terperikan. Suara tangis datang dari balita di sudut ruangan. Perut balita itu membesar dan menguning. Tubuhnya bergeliat menahan sakit. Sang ibu dengan cekatan memeluk tubuhnya perlahan.

Sudah tiga bulan, Yayah Rodiyah mengarungi malam-malam panjang menemani putranya, Muhammad Omar Ar Rizki Ramadhan. Perut Omar yang membesar akibat infeksi akibat kelainan saluran empedu (Atresia Biller).

Empedu Omar yang tak bekerja membuat makanan yang dikonsumsinya tidak tercerna dengan baik. Racun dari sisa makanan itu kemudian merusak hati dan mengganggu sistem pencernaannya. Kini bobot bayi berusia 14 bulan itu pun dibawah 5 Kg.

”Pas awal Maret Omar sudah dirawat di sana (RSCM), jadi kami semua puasa sama lebaran di rumah sakit,” terang Yayah saat dikunjungi Manajer Kopsyah BMI Cabang Sepatan, Sandi Sumantri di kediamannya, Desa Tanah Merah, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang.

Omar adalah anak bungsu dari tiga bersaudara pasangan Syamsuri dan Yayah Rodiyah. Sejak lahir, Omar adalah bayi yang sehat. Penyakit yang tergolong langka itu mulai berkembang biak di tubuh Omar sejak bocah itu berusia setahun.

Yayah Rodiyah menggendong Omar di Ruang Infeksi Anak RSCM Jakarta, April 2022 lalu.

Ketika itu, di sekitar perutnya ada benjolan yang keras. Waktu itu, bentuk badan Omar masih normal. Perutnya pun belum membuncit. Namun, seiring waktu, perutnya mulai membesar. ”Seminggu sebelum puasa, badan anak saya langsung ngedrop. Dan setelah dirujuk ke RSCM, barulah kami tahu bahwa anak saya mengidap Atresia Biller,” terang Yayah.

Yayah yang bekerja sebagai guru PAUD, harus meninggalkan pekerjaannya. Hanya suaminya, Syamsuri yang kini menjadi tulang punggung keluarga. Pria 36 tahun itu bekerja sebagai satpam di Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Gading Serpong.

Saat rumahnya mendapat kunjungan dari Kopsyah BMI, Omar masih berada dalam perawatan rumah sakit. Awal Juni 2022, Yayah harus pulang ke rumahnya di Tanah Merah. Ada berkas penting yang akan di urusnya yakni operasi cangkok hati.

”Ya, pak. Saya harus memberikan sebagian hati saya untuk anak saya,” terang Yayah.

Yayah mengatakan, meski Atresia Biller adalah penyakit langka, namun peluang hidup putranya bisa diselamatkan dengan cangkok hati. Sebelumnya, pihak rumah sakit mencari pendonor untuk dicangkokkan hati. Namun, dari hasil pemeriksaan, tim dokter memberitahukan kepada Yayah jika yang cocok untuk mencangkok hati ke anaknya ialah hati dirinya.

Omar dalam dalam perawatan pihak RSCM Jakarta.

“Tidak bisa asal jika ingin di cangkokan. Jadi hati yang paling cocok adalah hati saya,” ujar Yayah menirukan keterangan dari tim dokter RSCM. Namun untuk melakukan operasi, butuh waktu dua bulan. Jeda waktu itu untuk melihat vitalitas Yayah lolos skrining menuju ruang bedah.

Kendati demikian, cobaan Yayah belum sampai di situ saja. Untuk biaya operasi pencangkokan hati membutuhkan biaya yang lumayan fantastis, yani Rp800 juta. ”Biaya operasi itu karena organ hatinya dari saya, kalau dari pendonor bisa Rp1 miliar lebih,” terang Yayah.

Kabar itu bak petir di siang bolong bagi Yayah dan Syamsuri. Namun, Yayah tak mau berhenti berjuang. Tim dokter harus melaksanakan cangkok hati demi menyelamatkan nyawa Omar. Setelah melakukan banyak proses negoisasi, akhirnya biaya operasi Omar menjadi Rp80 juta. Biaya Itu sudah dipotong BPJS dan keringanan dari rumah sakit.

Senin 13 Juni 2022, Kopsyah BMI Cabang Sepatan mengunjungi rumahnya. Ditemani staf Desa Tanah Merah Sahroni, BMI menyerahkan santunan pengobatan untuk Omar sebesar Rp2 juta. Manajer Cabang Sepatan Sandi Sumantri juga menawarkan ambulans gratis untuk antar jemput Omar ke RS. ”Semoga bantuan ini bisa meringankan beban Omar selama perawatan. Dan kami doakan agar operasi dan kondisi ananda Omar cepat pulih,” tutur Sandi.

Kepada Kopsyah BMI, Yayah mengucapkan banyak terima kasih. ”Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Kopsyah BMI, saya meminta doanya baik dari Kopsyah BMI dan anggotanya untuk kelancaran operasi kami berdua,” tandas Yayah.

Penyerahan bantuan pengobatan dari Kopsyah BMI untuk Omar oleh Manajer Cabang Sepatan Sandi Sumantri kepada Yayah Rodiyah.

Kisah Yayah memberikan banyak hikmah yang bisa kita ambil. Besarnya kasih sayang ibu terhadap anaknya, tak pernah terganti dan tak mampu kita membalasnya.Baik nyawa, tenaga dan mimpinya ia korbankan untuk si buah hati. Walau segala upaya kita lakukan dan kita perbuat untuknya, tidak akan pernah menandingi besarnya pengorbanan ibu.

Ibu adalah karomah bagi anak-anaknya. Bukti karomah itu ialah bahwa ibu selalu bisa memberikan apa saja yang terbaik untuk anaknya. Ibu selalu ada untuk anaknya dan bisa menghadirkan keajaiban di saat anak-anaknya dalam bahaya. Seperti Yayah, yang rela memberikan sebagian organ hatinya untuk Omar.

Dalam Al-Qur’an, Allah Subhanahu wa Ta’ala menggambarkan sosok ibu ini:

وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَٰلُهُۥ فِى عَامَيْنِ أَنِ ٱشْكُرْ لِى وَلِوَٰلِدَيْكَ إِلَىَّ ٱلْمَصِيرُ

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu (QS Luqman : 14)

Semoga, Allah membimbing kita sebagai anak untuk berterima kasih kepada kedua orang tua yang telah memiliki jasa besar dalam hidup kita dengan birrul walidain. Amin.

Mari terus ber-ZISWAF (Zakat,Infaq,Sedekah dan Wakaf) melalui rekening ZISWAF Kopsyah BMI 7 2003 2017 1 (BSI eks BNI Syariah) a/n Benteng Mikro Indonesia atau menggunakan Simpanan Sukarela : 000020112016 atau bisa juga melalui DO IT BMI : 0000000888.

(Togar Harahap/KLIK BMI)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.