Kajian Ekonomi Islam Roadshow Online UNNES : Kamaruddin Ajak Pegiat Ekonomi Syariah Untuk Berperan Dalam Ekonomi Nasional Pada Era Normal Baru

Edu Syariah

Klikbmi.com,Tangerang – Sabtu (19 September 2020), KSEI FE Unnes menyelenggarakan acara bertajuk Kajian Ekonomi Islam Roadshow Online dengan tema Peran Koperasi Syariah Dalam Perbaikan Ekonomi Nasional di Era Normal Baru. Acara yang digelar dengan zoom meeting dan disiarkan melalui youtube channel KSEI FE UNNES menghadirkan pembicara tunggal Kamaruddin Batubara, Presiden Direktur Koperasi BMI. Acara  ini dibuka oleh Dr Kusmuriyanto,M.Si, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FE UNNES Semarang.

Kajian Ekonomi Islam Roadshow Online dengan tema Peran Koperasi Syariah Dalam Perbaikan Ekonomi Nasional di Era Normal Baru

Dalam sambutan pembuka acara, Dr Kusmuriyanto, M.si menyampaikan walaupun dalam kondisi pandemi covid 19 tetap harus berpikir positif dan tetap harus produktif. “Kegiatan ini sangat positif dalam memberikan pengetahuan pada mahasiswa.  Koperasi sebagai soko guru perekonomian tetapi faktanya saat ini koperasi masih kalah dengan BUMN dan BUMS. Di satu sisi bangsa ini yang masyarakatnya mayoritas beragama islam tidak salah jika kita kembangkan koperasi syariah” ujarnya.

“Semoga koperasi syariah ke depan memegang peranan penting dalam ekonomi nasional kita. Koperasi antara pemilik dan pelanggan jadi  satu, beda dengan usaha lainnya. Saya kira ini harus jadi catatan untuk terus kita tumbuh kembangkan” paparnya dalam sambutan pembuka acara.

Kamaruddin Batubara dalam paparannya memulai dengan kalimat pantun pembuka, “ Di Pandeglang ada Kecamatan Menes, jalan-jalan ke Sukabumi beli kopiah di Semarang ada Unnes ayo kita bangun ekonomi syariah” ajak Kamaruddin Batubara dengan pantunnya.

“Sistem ekonomi dunia kita kenal ada 3 jenis, sistem kapitalis, sosialis dan islam. Ekonomi islam ini sering disebut ekonomi campuran  dan ekonomi koperasi sering dimasukkan dalam kategori ini. Ekonomi islam atau syariah kita junjung tinggi dengan mengedepankan keuntungan pada bahagia dunia akherat. Sementara pada koperasi kita junjung prinsip kekeluargaan dan gotong – royong” ujarnya melanjutkan.

Kamaruddin Batubara menyampaikan lebih lanjut bahwa agar koperasi berpengaruh terhadap perekonomian nasional tentu harus pelakunya harus paham  tujuan koperasi yang sesungguhnya. Tujuan koperasi adalah kesejahteraan anggota dan masyarakat pada umumnya. Dengan pemahaman bahwa koperasi bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat maka koperasi tentu akan berpengaruh terhadap perekonomian.  Azas koperasi syariah tentang kekeluargaan dan gotong – royong ini secara jelas dinyatakan pada QS Al Maidah ayat 2.  “ Wata’aawanuu ‘alaa albirri waalttaqwaa walaa ta’aawanuu ‘alaa al-itsmi waal’udwaani waittaquu allaaha inna allaaha syadiidu al’iqaabi yang artinya dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksaan-Nya” paparnya melanjutkan.

Zoom meeting dan disiarkan melalui youtube channel KSEI FE UNNES
(Foto : Klikbmi)

Kamaruddin Batubara mengatakan lebih lanjut bahwa Model BMI Syariah memiliki ciri khas membangun kesejahteraan pada lima pilar utama yaitu ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial dan spiritual. Dengan membangun lima pilar kesejahteraan maka koperasi akan berperan dalam ekonomi nasional.

“Kekuatan model BMI Syariah tertumpu pada 5 hal, dan jika ini kita laksanakan koperasi syariah akan mampu berperan lebih jauh dalam perekonomian nasional. Pertama, koperasi dibangun dengan kekeluargaan, kedua koperasi mengedepankan gotong-royong. Ketiga koperasi membuat captive market dengan anggota yang besar dan terus berkembang. Keempat adalah pemberdayaan. Dan yang kelima adalah solutif. Koperasi harus bisa memberikan solusi bagi terciptanya kesejahteraan anggota dan masyarakat’ ujar Kamaruddin Batubara melanjutkan.

Pada sesi tanya muncul pertanyaan dari Lisma, Mahasiswa Universitas Jember, yang berasal dari  Lumajang yang bertanya apakah pada koperasi syariah masih ada transaksi riba di dalamnya. Sebelum menjawab pertanyaan Kamaruddin Batubara memberikan pertanyaan balik kepada penanya untuk memberikan pemahaman lebih tentang koperasi syariah. “Saat ini koperasi syariah terus berusaha menyempurnakan sistemnya dan mari pegiat ekonomi syariah tidak terlalu fokus pada pertentangan, tetapi lebih kuat lagi mengupayakan agar sistem syariah melalui koperasi syariah ini lebih berperan lagi dalam perekonomian khususnya pada masa era normal baru ini” ujarnya menyudahi paparannya. (Sularto/Klikbmi)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.