Kamaruddin Batubara : Indonesia Mesti Jadi Negara Separuh Pertanian Separuh Industri

Nasional

Klikbmi.com, Tangerang – Babak baru kehidupan 600 wisudawan wisudawati  Sekolah Vokasi IPB University dimulai hari ini. Di tengah kewaspadaan terhadap covid-19, hari ini  Rabu (11/11) sesuai dengan kalender akademik IPB University  dilaksanakan wisuda tahap II tahun akademik 2019/2020. 9 alumni baru terbaik hadir secara langsung mewakili sebagian besar wisudawan wisudawati  dalam acara Wisuda Daring Program Pendidikan Diploma. Protokol kesehatan yang diterapkan secara ketat menjadi penanda bahwa kebahagiaan hari ini menjadi satu momentum baru untuk berbaur ke masyarakat.

Kamaruddin Batubara, SE, ME (Presiden Direktur Koperasi BMI) yang merupakan alumnus program vokasi didaulat menyampaikan sambutan mewakili Ketua Umum Himpunan Alumni IPB (HA IPB), dalam sambutannya pria kelahiran Sumatera Utara ini menyampaikan ucapan selamat  sekaligus turut bangga kepada wisudawan yang sudah menyelesaikan studi di Sekolah Vokasi IPB  dan mengucapkan selamat bergabung di HA IPB sebagai alumni. “Karya dan pengabdian cemerlangmu kami tunggu, di manapun bidang pengabdian yang akan dipilih, saya yakin Anda akan menjalani petualangan kehidupan dengan sukses karena telah ditempa di ladang persemaian benih kepemimpinan yang kuat di IPB” ungkap penerima Anugerah Satyalancana Wira Karya dari Presiden tahun 2018 ini.  

Sambutan Kamaruddin Batubara, SE, ME (Presiden Direktur Koperasi BMI) Mewakili Ketua Umum Himpunan Alumni IPB Dalam Acara Wisuda Daring Program Diploma IPB University (Rabu,11/11)

Kamaruddin menegaskan bahwa lingkungan perkuliahan dan semangat kekeluargaan di IPB telah menempa kita menjadi manusia dan SDM yang adaptif, kreatif, inovatif, peduli pada sesama dan tahan banting “Hal ini kami sampaikan sehubungan dengan sedikit kiprah kami dalam dunia koperasi yaitu Koperasi BMI yang pembentukannya diinisiasi LPPM-IPB tahun 2003, saat ini asset Koperasi BMI sebesar 663 M yang dimiliki 250 ribu anggota dan dikelola 956 orang karyawan, memiliki 6 unit bisnis, bahkan bercita-cita membangun lembaga pendidikan gratis (TK-PT), rumah sakit gratis dan sawah wakaf 100 Ha, Pabrik Bio Ethanol, Pabrik Pupuk Hayati (lahan 20 Ha)” ujar pria yang akrab disapa Kambara ini.

“Kami juga merupakan pioner dalam skim pembiayaan air dan sanitasi di Indonesia dalam mendukung Universal Access 100-0-100, pembiayaan rumah TANPA DP, juga terkenal dengan rajanya hibah rumah siap huni gratis  @50 juta (275 unit dan terus bertambah). Sedikit kiprah ini mengantarkan kami pada Penghargaan Satyalancana Wira Karya 2018 dari Presiden RI. Semangat kerja dan pengabdian Koperasi BMI mencoba menterjemahkan amanat Pasal 33 UUD 1945 : (1) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan; (2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara; (3). Bumi dn air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat” papar Kamaruddin memberikan penjelasan UUD 1945.

“Hal ini kemudian ditegaskan Bung Hatta dalam sambutan beliau sebagai Wapres pada Konfrensi Ekonomi di Yogjakarta, 03 Februari 1946. Ada 3 pemikiran beliau : 1). Dasar perekonomian yang sesuai dengan cita-cita tolong menolong ialah koperasi dan seluruh perekonomian rakyat harus berdasarkan koperasi (industri berbadan usaha koperasi dimana modalnya berupa pinjaman dari negara dan pekerja/buruh sebagai pemiliknya, kemudian negara harus berusaha supaya tanah kosong dan lainnya itu diusahakan menjadi sumber kemakmuran rakyat). 2). Politik perekonomian untuk kemakmuran rakyat adalah memperbaharui usaha produktif (negara mendirikan bank industri rumah dengan pola bank yang memberi uang muka dan rakyat membayar dengan cara mencicil, begitu juga negara harus memajukan pendidikan perkoperasian dalam hal kepemimpinan koperasi sehingga setiap desa mempunyai pemimpin dan pengurus koperasi yang handal, barulah subur hidup koperasi di Indonesia), 3). Indonesia berangsur-angsur mesti menempuh jalan indutrialisasi tetapi tetap dengan konsep negara agraris (memproduksi kebutuhan sendiri supaya tidak tergantung pada negara lain, Indonesia mesti menjadi negara separuh pertanian dan separuh industri” tambah Kamaruddin lagi.

Kamaruddin dengan tegas menyatakan bahwa terdapat 3 pesan Bung Hatta yang ditujukan kepada Keluarga Besar IPB. “Kita  bisa wujudkan 3 pesan dasar ini melalui semangat kekeluargaan dan gotong royong, misalnya 100 ribu  alumni IPB berwakaf atau investasi masing-masing 10 Juta maka akan terkumpul 1 trilyun. Dengan demikian akan berdiri perusahaan berbadan hukum koperasi yang Indonesia, dimiliki bersama dan berjuang untuk kesejahteraan bersama atau dengan semangat kolektivitas bukan individualis demi kemajuan pertanian dan insustri pertanian Indonesia. Mari kita gapai kesuksesan yang juga mensukseskan orang lain sehingga berkontribusi kepada komunitas alumni, almamater tercinta dan kepada bangsa dan negara. Hal itu Sejalan dengan tema program.kerja Himpunan Alumni IPB sekarang ini yaitu menjadikan alumni yang solid, sinergis dan kontributif bagi kemajuan alumni, almamater dan bangsa” tegas pria tinggi besar ini.

Kamaruddin berpesan pada wisudawan bahwa di tangan wisudawan ada masa depan Indonesia. “Di genggamanmulah kemajuan kehidupan masyarakat yangg lebih baik, serta dipundakmulah kesinambungan serta eksistensi pertanian Indonesia dititipkan, karenanya rencanakanlah perjalanan sukses karya dan pengabdianmu sebaik mungkin, jadilah bagian dari alumni yang menginspirasi dan sebagai role model bagi generasi alumni berikutnya. Tentu semakin indah jika berada dalam bingkai koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional” pesan Kamaruddin terhadap wisudawan.

Menutup sambutannya Kamaruddin menutup dengan pantun,”Beli traktor untuk menggarap sawah dan menanam padi, sawahnya di Ciujung benihnya dari Sukabumi, Pak Rektor yang gagah dan baik budi, Kami tunggu kunjungannya di Koperasi BMI” pungkasnya.

Foto Bersama : Rektor IPB, Prof Dr Arif Satria,SP, M.Si Dan Kamaruddin Batubara, SE, ME (Presiden Direktur Koperasi BMI) Usai Acara Wisuda Daring Program Diploma IPB University (Rabu,11/11)

Rektor IPB, Prof Dr Arif Satria,SP, M.Si usai wisuda ditemui oleh redaksi ditanya mengapa mendatangkan Kamaruddin yang merupakan pencetus Model BMI Syariah mengatakan bahwa acara wisuda seperti hari ini harus dijadikan momentum inspirasi alumni yang telah sukses dalam karya di masyarakat agar bisa dicontoh alumni lain. “Ya karena Beliau adalah alumni IPB dan alumni sukses yang memimpin koperasi, sehingga ini kami ingin menjadi inspirasi bagi alumni lain untuk meneruskan kiprah seperti Beliau untuk menjadi sosiopreneur” ungkap Arif Satria.

Lebih lanjut Arif Satria menegaskan visi lulusan IPB adalah lulusan yang mampu beradaptasi dengan perubahan. “Lulusan IPB adalah challenger yang mampu beradaptasi dengan perubahan yang begitu cepat yang tidak mungkin disikapi dengan biasa-biasa saja, harus disikapi dengan sikap pembelajaran yang cepat, pembelajaran yang tangkas dan tangguh. Saya juga ingin agar alumnus sukses harus terus menebar manfaat karena khoirunnas anfa’uhum linnas, sehingga harus menjadi orang yang harus menebar added value untuk orang lain, dengan cara-cara menginspirasi orang lain untuk maju bersama-sama” ujar Arif menutup keterangannya. (Sularto/Klikbmi).

Share on:

2 thoughts on “Kamaruddin Batubara : Indonesia Mesti Jadi Negara Separuh Pertanian Separuh Industri

  1. Alhamdulillah semoga koperasi bentar2 dapat diwujudkan menjadi SOKO GURU Perekonomian di Indonesia ( koperasi Syariah BMI dapat dijadikan sebagi PILOT PROJEK Penerapan Kaedah2 inspirasi Perekonomian yang akan mengajak Masyarakat untuk hidup sejahtera

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *