Ketegaran Ibu Kasinem

Edu Syariah

Nasehat Dhuha  Jumat, 4  Maret 2022| 1 Syaban 1443 H | Oleh : Ustad Fakhry Fadhil, S.Sy , M.H

Klikbmi, Tangerang – Suara deru motor sudah menghilang sejak pukul 10 malam. Jalan di Kampung Kosambi Barat RT 05 RW 01, Kelurahan Kosambi Barat Tangerang sudah lenggang dan dingin. Namun tak begitu dengan Kasinem. Suasana gelisah namun juga bahagia menyelimuti hati perempuan ini. Matanya masih terjaga dari tidur. Wanita 59 tahun itu masih memikirkan apa yang baru saja terjadi di siang hari tadi, Akhir Oktober 2021.

Siang itu, seorang wanita berpakaian rapi baru saja mengunjungi kontrakannya. Mereka tak sendiri ada pula Ketua RT 05 yang menemani. Dengan sopan, keduanya bertanya mengenai kabarnya dan keluarga. Wanita itu juga mengajak ke tanah lapang, tempat rumah Kasinem sebelumnya yang tinggal sisa bekas rumahnya. Sesaat kemudian, jantung Kasinem berdegup kencang. Dari pembicaraan bersama wanita, bahwa tak lama lagi rumahnya akan dibangun, gratis!.

Siapa orangnya Kasinem pun belum mengenalnya. Namun, di pakaiannya tergantung kartu identitas bertali kuning dengan lambang benteng orange berliku lima dengan tulisan BMI. ”Akhirnya saya tahu kalau itu Ibu Rantika (Manajer Kopsyah BMI Cabang Kosambi). Mereka ngasih tahu kalau rumah saya mau dibangun gratis oleh Koperasi BMI. Bagus dan warnanya hijau dan enggak tinggal di kontrakan lagi,” ujar Kasinem.  

Sudah tiga tahun Kasinem mengontrak. Sebenarnya, ia memiliki rumah yang tak jauh dari kontrakannya tersebut. Namun, pertengahan 2018, rumah yang dibangun dari keringat bersama suaminya Hari Budiono (63 tahun) ambruk tinggal puing-puing tak bersisa.

Beruntung kejadian itu tak memakan korban karena Kasinem dan keluarga memilih untuk minggat setelah atap rumahnya mulai condong ke tanah. Sedih, namun Kasinem paham ia harus tetap mencari nafkah. Berdagang kopi, satu-satunya pilihan itu.

Kasinem bersama suaminya Hari Budiono dengan latar belakang sisa rumahnya yang ambruk tiga tahun silam.

Saat masjid sudah melantukan tahrim, Kasinem sudah bangun. Setelah salat subuh, ia sudah siap berkeliling keliling kampung menjajakan kopinya. Penghasilannya pun tak jauh dari angka Rp30 ribu. Selain untuk diri sendiri, Kasinem juga merawat anaknya yang sudah menjanda bersama dua cucunya yang masih balita. Menantunya meninggal dunia karena sakit.

Suaminya, Hari Budiono hanyalah seorang tukang ojek yang penghasilannya tak menentu. Namun tetap saja uang tidak mampu terkumpul untuk perbaikan rumah. ”Boro-boro, mau bangun rumah pak, dapat Rp30 ribu saja sudah Alhamdulillah,” terangnya.

”Kadang sedih pak, kalau lewat bekas rumah yang ambruk. Kapan ya bisa dibangun lagi, Alhamdulillah sekarang sudah dibangun sama Kopsyah BMI,” terangnya. Sebelum dibangun, rumah itu hanya hamparan tanah saja. Kasinem terus berdoa kepada Allah SWT agar rumahnya bisa terbangun lagi.

Tepatnya 9 November 2021, tangis Kasinem pecah saat Presiden Direktur Koperasi BMI Kamaruddin Batubara menyerahkan secara simbolis kunci Hibah Rumah Siap Huni (HRSH) non anggota kepada dirinya.

Kasinem berfoto di depan rumahnya usai dibangun oleh Kopsyah BMI lewat program rumah hibah siap huni (HRSH) gratis.

Pembangunan rumah gratis BMI luar biasa. Dindingnya full hebel, cat eksteriornya elegan, plafon gipsum, atap dengan rangka baja dan lantai keramik di semua sisi ruangan. Ukurannya 30 meter persegi dan tak kalah dari klaster perumahan yang tak jauh dari kediaman Kasinem. Kini keluarganya bisa tidur dengan nyenyak.

Total biaya pembangunan Hibah Rumah Siap Huni sebesar Rp. 52.000.000 (Infaq dari keluarga Ibu Kasinem sebesar Rp. 500.000, kekurangannya dari Koperasi BMI sebesar Rp. 51.500.000)

”Terima Kasih Kopsyah BMI semoga jadi amal jariyah selamanya,” ujar Kasinem yang menangis di kursi saat acara penyerahan rumahnya berlangsung.

Dari kisah ini, kita dapat mengambil pelajaran, seperti sabda Umar bin Khattab  “Aku sudah melihat segala bentuk rezeki, tapi tidak aku temukan rezeki yang lebih baik daripada kesabaran.”

Berkali-kali cobaaan selalu datang kepada Ibu kasinem. Mulai dari himpitan ekonomi sehari-hari, rumah ambruk dan menantu meninggal di saat kedua cucunya membutuhkan sosok seorang ayah, namun Kasinem tetap tegar menjalankan hidup. Namun di balik iut, ternyata Allah SWT sedang mempersiapkan rezeki untuknya.

إِنَّ ٱللَّهَ يَرۡزُقُ مَن يَشَآءُ بِغَيۡرِ حِسَابٍ  ٣٧

“Sungguh, Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas.” (QS. Ali Imran: 37)

Selanjutnya, Allah SWT ketika sudah menghendaki untuk memberikan rezeki untuk ummatnya, maka Allah pun akan memberikanya dengan segala kekuasaanya yang tidak pernah terfikirkan oleh umatnya.

 وَيَرۡزُقۡهُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُۚ وَمَن يَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسۡبُهُۥٓۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَٰلِغُ أَمۡرِهِۦۚ قَدۡ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَيۡءٖ قَدۡرٗا  ٣

Dan Allah akan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah akan melaksanakan urusan yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi segala sesuatu.” (QS. At-Talaq: 3).

Semoga kita termasuk orang-orang yang giat berikhtiar, giat bersedekah dan senantiasa yakin kepada Allah Swt. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.

Mari terus ber-ZISWAF (Zakat, Infaq, Sedekah dan Wakaf) melalui rekening ZISWAF Kopsyah BMI 7 2003 2017 1 (BSI eks BNI Syariah) a/n Benteng Mikro Indonesia atau menggunakan Simpanan Sukarela : 000020112016 atau bisa juga melalui DO IT BMI : 0000000888. 

(Togar Harahap/Klikbmi)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.