Koperasi BMI Bangun Ulang Rumah Warga Tangerang dan Serang

BMI Corner

Insya Allah, Rumah Gratis BMI Akan Terus Bertambah Lagi

ٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ ٱللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَٱلصَّٰبِرِينَ عَلَىٰ مَآ أَصَابَهُمْ وَٱلْمُقِيمِى ٱلصَّلَوٰةِ وَمِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ يُنفِقُونَ

(yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan sembahyang dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rezekikan kepada mereka. (QS Al Hajj : 35)

Tangerang, Klikbmi.com – Camat Sukadiri Kabupaten Tangerang Ahmad Hapid tak bisa menyembunyikan lagi rasa syukurnya saat menuangkan adonan semen peletakan bata pertama Hibah Rumah Siap Huni (HRSH) dari Koperasi BMI untuk Asih (non anggota).

”Semoga Koperasi BMI semakin sukses dan besar dan anggotanya semakin banyak, Amin Allahuma Amin,” ujar Ahmad Hapid dalam acara peletakan itu. Tidak hanya di Gintung Sukadiri, Kopsyah BMI juga membangun rumah gratis untuk Narmah, anggota Kopsyah BMI asal Pamarayan, Kabupaten Serang pekan lalu.

Asih adalah warga Kampung Pulo RT 022, RW 004, Desa Gintung Kecamatan Sukadiri. Sebelum tersentuh Kopsyah BMI, Asih bersama suami dan putranya tinggal di rumah yang kondisinya tidak layak huni.

Seremonial singkat peletakan batu pertama HRSH di warga Kampung Pulo RT 022, RW 004, Desa Gintung Kecamatan Sukadiri
Seremonial singkat peletakan batu pertama HRSH di warga Kampung Pulo RT 022, RW 004, Desa Gintung Kecamatan Sukadiri

Sudah puluhan tahun, Asih mendiami rumah berdinding papan yang bolong di sana sini, lantai semen rumahnya juga masih banyak yang pecah. Atapnya pun banyak yang terbuat dari plastik terpal. Penghasilannya sebagai buruh tani alih-alih untuk merenovasi rumah, untuk membeli makanan pun sudah Alhamdulillah.

Dalam sambutannya, Ahmad Hapid mengajak warganya menjadi anggota Kopsyah BMI. Menurutnya, Koperasi dengan 300 ribu anggota tersebut terus konsisten dalam kegiatan sosial untuk mensejahterakan anggota dan masyarakat. Termasuk Ibu Asih yang statusnya non anggota.

BACA JUGA : Kegembiraan Di Sudut Bogor

”Kenapa saya bilang konsisten bapak-ibu, karena saya sudah 3 kali diundang oleh Kopsyah BMI untuk meresmikan HRSH. Terakhir diundang waktu di Cisoka. Saya mengajak bapak ibu, kalau mau melihat koperasi seperti apa yang baik dan mensejahterakan ya seperti Kopsyah BMI. Bukan hanya anggota saja yang disejahterakan, tapi juga saudara-saudara kita yang membutuhkan termasuk Ibu Asih,” terangnya.

Manajer Cabang Sukadiri Ahmad Mulyadi meletakkan batu pertama HRSH Kopsyah BMI untuk Ibu Asih, warga Kampung Pulo RT 022, RW 004, Desa Gintung Kecamatan Sukadiri
Manajer Cabang Sukadiri Ahmad Mulyadi meletakkan batu pertama HRSH Kopsyah BMI untuk Ibu Asih, warga Kampung Pulo RT 022, RW 004, Desa Gintung Kecamatan Sukadiri

Hapid berpesan kepada Asih untuk menjaga rumah barunya kelak dengan baik. Ia menyebut bahwa, program HRSH menjadi pembeda BMI dengan lembaga keuangan lain. “Saya berpesan jika rumahnya sudah beres baik-baik merawatnya. Ini amanah untuk Ibu Asih sekeluarga,” paparnya.

Mendapat Rumah gratis dari Kopsyah BMI, Asih mengaku sangat bahagia dan haru. “Saya terharu dan bangga jadi anggota BMI. BMI membangun rumah bilik yang sudah puluhan tahun saya tinggali bersama suami dan anak, hari ini. Saya mengucapkan terima kasih atas bantuannya dari BMI. Ini seolah mimpi yang benar-benar menjadi kenyataan, Alhamdulillah,” tuturnya penuh rasa syukur.

BACA JUGA : Kisah Dua Kencleng Surga Di Rembug Pusat Gunung Ciremai

Dalam sambutannya, Manajer Kopsyah BMI Cabang Sukadiri  Ahmad Mulyadi mengatakan, berkat semangat dari para anggotanya, BMI terus menjalankan peran sosialnya. Sesuai dengan dalil koperasi bersumber pada QS Al Maidah ayat 2 yang berbunyi ; “Tolong menolonglah kamu dalam kebajikan dan taqwa dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran,”.

Asih (77 tahun) bersama suaminya Marwan (78 tahun) di depan rumah mereka di Desa Gintung, Sukadiri, Tangerang. Foto di sebelah kiri adalah dapur milik Ibu Asih, kondisi ini tak jauh berbeda dengan ruangan rumah lainnya.
Asih (77 tahun) bersama suaminya Marwan (78 tahun) di depan rumah mereka di Desa Gintung, Sukadiri, Tangerang. Foto di sebelah kiri adalah dapur milik Ibu Asih, kondisi ini tak jauh berbeda dengan ruangan rumah lainnya.

“Intisari dari ayat tersebut adalah rasa kekeluargaan dan gotong royong. Karena koperasi adalah gotong royong dan saling tolong menolong. Hingga April 2022, BMI telah membangun 361 unit HRSH bagi anggota dan non anggota,” terangnya bersama Manajer Area 01 Andi dan Staf ZISWAF Kopsyah BMI Sarwo Edi.

Mulyadi menambahkan,bahwa dana pembangunan untuk Ibu Asih berasal dari Zakat, Infaq dan Sadaqah (ZIS) Rp1.000 per minggu oleh anggota. Alhamdulillah, dari infaq anggota bisa mewujudkan impian saudara-saudara dhuafa yang sudah sepuh (di atas 50 tahun) untuk mendapatkan rumah layak.

BACA JUGA : Inilah Produk Simpanan Kopsyah BMI, Siap-siap yang Ingin Pergi Umrah dan Haji

Sementara pembangunan HRSH untuk anggota berasal dari dana kebajikan 1 persen setiap pencairan pembiayaan. 50 persen dari 1 persen itu untuk sosial pemberdayaan sementara 50 persen lagi untuk pengembangan diri atau Capacity Building.

“Inilah ekonomi gotong royong, bahwa menjadi anggota Kopsyah BMI harus sukses dunia dan akheratnya,” paparnya dalam peletakan batu pertama HRSH bersama Perwakilan Desa Pak Sumadi, Ketua RW, Ketua RT, Babinsa, Binamas dan tokoh masyarakat Desa Gintung.

Apresasi perangkat desa juga datang saat peletakan batu pertama HRSH di Kampung Asem Tengah,   RT 008, RW 002, Desa Binong, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, Selasa 17 Mei 2022 lalu. Kades Binong  Iyat Suryati mengajak warga untuk bergabung menjadi anggota Koperasi BMI. “Saya kira kita tidak akan ragu lagi kiprah Koperasi BMI yang hari ini telah membagikan 361  rumah pada kita semua dan Bupati Serang Bu Tatu pun sudah menjadi anggotanya,” ujarnya memberikan sambutan.

Kades Binong Iyat Suryati didamping Mancab Bandung Yayat Supiyati meletakkan batubata pertama tanda dibangunnya HRSH Kopsyah BMI untuk Ibu Marwan.
Kades Binong Iyat Suryati didamping Mancab Bandung Yayat Supiyati meletakkan batubata pertama tanda dibangunnya HRSH Kopsyah BMI untuk Ibu Marwan.

Ibu Narmah adalah seorang penjual kue keliling. Suami anggota Rembug Pusat Bakpia itu sudah lama wafat. Suami Narmah tak banyak meninggalkan harta, hanya rumah yang jauh dari kata layak. Kendati hidup dalam kondisi tak mengenakkan, Narmah tetap semangat mencari rezeki. Di rumah itu, ia tinggal bersama cucunya berusia 14 tahun. Dari jualan kue tersebut, ia menghidupi cucunya dengan pas-pasan.

Selain Kades Binong, Manajer Zakat, Infaq, Sadaqah dan Wakaf (ZISWAF) Kopsyah BMI Casmita, Manajer Area 3 Budi Harto dan Manajer Cabang Bandung Yayat Supiyati ikut menyaksikan momen bahagia itu . Dalam sambutannya, Manajer ZISWAF Kopsyah BMI Casmita mengatakan, HRSH akan memiliki dua kamar tidur, kamar mandi dan dapur, saluran air plavon GRC, Asbes menjadi atapnya dan baja ringan sebagai rangkanya.

 “Kami membangun serta mendesain bangunan baru untuk rumah Narmah. Bahan bangunannya yang berkualitas karena berasal dari Toko Bangunan milik anggota Kopmen BMI dan pengerjaannya oleh para ahlinya di Kopjas BMI. Insya Allah, jika terbangun ada dua kamar tidur, kamar mandi dan dapur,” paparnya.

Casmita menjelaskan, HRSH Kopsyah BMI merupakan bentuk manifestasi Koperasi sesungguhnya sesuai ajaran sang Founding Fathers Muhammad Hatta. ” Ini ajaran beliau, ekonomi gotong royong. Jika ini dipraktekkan, tidak akan ada yang miskin. Hal ini senada dengan Perintah Allah dalam Al Quran Surah Al Hasyr ayat 7 yang intinya bahwa harta jangan hanya beredar di kalangan orang kaya saja,” tandasnya.

Ibu Narmah, warga Pamarayan Serang berfoto di depan rumahnya sebelum dibangun ulang oleh Kopsyah BMI.
Ibu Narmah, warga Pamarayan Serang berfoto di depan rumahnya sebelum dibangun ulang oleh Kopsyah BMI.

Terpisah, Presiden Direktur Koperasi BMI Grup Kamaruddin Batubara mengatakan, bahwa HRSH adalah bentuk kepedulian Kopsyah BMI kepada anggota dan masyarakat. HRSH oleh Kopsyah BMI merupakan perwujudan dari Undang undang Nomor 25 tahun 1992 tentang perkoperasian.

Pada pasal 3 UU menyebutkan bahwa koperasi memiliki tujuan untuk mensejahterakan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur.

”Berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Koperasi BMI melaksanakan amanat UU bahwa berkoperasi memiliki tujuan untuk mensejahterakan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Salah satunya dengang membangun HRSH,” tandas Penulis Best Seller Buku Model BMI Syariah terbitan Kompas Gramedia tersebut.

(Togar Harahap/Klikbmi)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.