Kopsyah BMI “Ditantang” Buka Pelayanan di Semua Desa Se-Kecamatan Manjul Pandeglang

BMI Corner

وَاِنْ كَانَ ذُوْ عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ اِلٰى مَيْسَرَةٍ ۗ وَاَنْ تَصَدَّقُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ 

Dan jika (orang berutang itu) dalam kesulitan, maka berilah tenggang waktu sampai dia memperoleh kelapangan. Dan jika kamu menyedekahkan, itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. (QS Al-Baqarah :280)

Klikbmi, Pandeglang – Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) terus mengencangkan ekspansi usahanya. Salah satu indikasi yang telah dilakukan adalah menggelar pertemuan umum. Pertemuan umum menjadi inisiasi awal dari pembentukan rembug pusat dalam menghimpun anggota koperasi yang paham tata cara berkoperasi yang baik dan benar.

Di Aula Desa Gunung Batu, Kecamatan Manjul, Kabupaten Pandeglang Banten, BMI menghelat pertemuan umum. Rabu 2 Februari 2022. Manager Area 07 Ajat Sudrajat mengatakan bahwa PU kali ini merupakan langkah awal untuk menghimpun anggota koperasi agar memahami hak dan kewajibannya sesuai dengan karakter dan jatidiri koperasi.

Kecamatan Manjul sendiri masuk dalam pelayanan Kantor Kopsyah BMI Cabang Picung.”Alhamdulillah, kegiatan PU Kopsyah BMI disambut hangat oleh pihak kecamatan, perangkat desa,” terang Ajat kepada KlikBMI.

Agenda PU di Desa Gunung Batu diikuti oleh hampir 50 orang warga. Dihadiri langsung oleh Pengawas Operasional H.M Machdiar, Manajer Area 07 Ajat Sudrajat, Manajer Cabang Picung Syarif Hidayat. Sementara dari eksternal, dihadiri langsung oleh Kades Gunung Batu Ata Sukmana dan Kasie Ekbang Kecamatan Manjul Ahmad Yani.

Dalam sambutannya, Pengawas Kopsyah BMI H M Machdiar. Ia menjelaskan bahwa kehadiran BMI ke Gunung Batu ingin mengembangkan potensi masyarakat lebih berdaya, tidak hanya di lini ekonomi melalui pembiayaan namun juga sosial.

Kasie Ekbang Kecamatan Manjul Ahmad Yani mendorong agar Kopsyah BMI bisa melayani seluruh desa di Kecamatan tersebut.

Machdiar menjelaskan bahwa koperasi yang benar adalah koperasi yang dimiliki oleh semua anggota. BMI sendiri mendudukan anggota sebagai pemilik (wajib menggenjot permodalan), pengguna (wajib menggunakan produk Kopsyah BMI) dan terakhir adalah sebagai pengendali, di mana anggota wajib saling mengingatkan dan berinovasi untuk kemajuan koperasi.

”Di Kopsyah BMI, kita bergotong royong melalui pembiayaan syariah dan pemberdayaan anggota . Kita bersilaturahim melalui Kopsyah BMI. Hidup di dunia singkat. kita harus memikirkan dunia dan akhirat” jelasnya. Lebih lanjut Machdiar menegaskan bahwa berkoperasi itu harus dipenuhi hak dan kewajibannya.

”Jadi kalau punya uang simpan di koperasi dalam bentuk simpanan dan investasi. Dan itu akan membantu orang lain yang membutuhkan, baik usaha mikro dan pemberdayaan lainnya. Di sisi lain jika usahanya ada masalah, ya kita harus permudah. BMI akan selalu hadir saat anggota lapang maupun sempit,” jelasnya.

Setelah mendengar paparan itu, Kasi Ekbang Kecamatan Manjul Ahmad Yani “menantang” agar pelayanan Kopsyah BMI bisa merata di seluruh desa di Kecamatan Manjul. ”Sebagai pemerintah kecamatan kami merasa bangga dengan kedatangan Kopsyah BMI sebagai wadah pengembangan masyarakat kami. Banyak Koperasi di Pandeglang tetapi tidak ada seperti BMI yang melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Maka seperti ini lah Koperasi yang kita cari. Kami harapkan Kopsyah BMI tidak hanya di Desa Gunung Batu, tetapi di seluruh desa di kecamatan Manjul,” tandasnya yang diiringi tepuk tangan para hadirin.

Foto bersama usai penyerahan santunan kepada anak yatim di PU Desa Gunung Batu, Kecamatan Munjul, Pandeglang.

Sementara Manajer Cabang Picung Syarif Hidayat dalam presentasinya mengatakan, Kopsyah BMI adalah Koperasi yang unggul di tingkat nasional. Itu dibuktikan dengan penghargaan Satya lencana Wira Karya yang diberikan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo kepada Presiden Direktur Kopsyah BMI, Kamaruddin Batubara pada tahun 2018 dan Penghargaan sebagai Nazhir Wakaf terbaik tingkat nasional dari Kementerian Koperasi dan UKM RI Teten Masduki tahun 2019.

Dalam paparannya , Syarif mengatakan bahwa Koperasi BMI lebih dari sekedar Koperasi. Selain pelayanan yang mencakup seluruh wilayah Indonesia nantinya, Kopsyah BMI menjalankan bisnisnya dengan model BMI Syariah.” Motto kami adalah Mandiri dalam permodalan, berkarakter dalam pemberdayaan dan bermartabat dalam pelayanan,” ungkap Syarif.

Dalam prakteknya Kopsyah BMI menjalankan lima instrumen pemberdayaan melalui sedekah, pinjaman, pembiayaan, simpanan dan investasi untuk mencapai kesejahteraan dalam ekonomi, pendidikan kesehatan, sosial dan spiritual.

Sementara itu Kepala Desa Gunung Batu Ata Sukmana, menyambut baik kehadiram koperasi BMI. Baginya, BMI memberikan jalan keluar terbaik bagi masyarakat yang membutuhkan pembiayaan untuk usahanya.” Kopsyah BMI ini beda. Sejak awal terus berkoordinasi dengan kami sehingga kami pun sangat apresiatif dan berharap banyak kepada Kopsyah BMI ini agar bisa membantu perekonomian warga.” Ujar Ata.

Lebih lanjut Ata menuturkan bahwa kopersi sebagai soko guru masyarakat sangat cocok dengan karakter masyarakat kita , yaitu gotong royong. Tetapi banyak koperasi yang menyalahgunakan visi dan misi koperasi itu sendiri.

”Dengan adanya PU ini, baik dari BMI dan pihak desa dapat saling sokong dan mendukung Koperasi Syariah BMI di masyarakat nantinya. Saya katakana kepada bapak ibu smua, Kopsyah BMI datang dengan hati bukan ambisi. Maka dari itu pengajuan pembiayaannya sesuaikan dengan kemampuan, majunya Koperasi tergantung dari peran serta masyarakat, maka dari itu setelah Kopsyah BMI ada, tolong dijaga dan dirawat agar hasilnya baik untuk semua masyarakat,” tandasnya.

(Togar Harahap/Klikbmi)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.