Membangkitkan Semangat Kerja

Info ZISWAF

Nasehat Dhuha Jumat, 21  Mei 2021 | 9 Syawal 1442 H | Oleh : Sularto

Klikbmi, Tangerang –  BMI Kliker di manapun berada, lebaran telah kita lewati dengan khidmat di tengah pandemi Covid-19. Tentu ada hikmah yang mendalam dari prosesi lebaran yang kita telah lalui. Ada segudang cerita ada segudang makna. Moment lebaran menjadi moment penting untuk membangkitkan semangat baru. Berakhirnya puasa tentu mendorong pribadi-pribadi kita melakukan muhasabah diri. Kita harus lebih baik dari kemarin.

Demikian juga pada semangat beraktifitas. Hari ini (Jumat,21/5) merupakan hari pertama Koperasi BMI mengawali masuk kerja bagi seluruh SDM-nya. Mungkin masih ada yang belum move on dengan liburannya. Atau bahkan mungkin ada yang sudah sangat ingin beraktifitas kembali mengawali pekerjaan. Semua ini tergantung suasana lebaran yang dialami masing-masing.

Ada yang mudik ada juga yang tidak mudik. Semua pasti menyisakan cerita baik suka  maupun duka. Tetapi hari ini mau tidak mau kita harus kembali beraktifitas dan bekerja. Kita dituntut untuk kembali bersemangat atas apa yang kita kerjakan. Target pekerjaaan pada koperasi kita telah menanti, tapi bukan itu saja target memberi maslahat bagi sesama itulah yang jauh lebih penting.

Dalam satu potogan ceramah Ustadz Abdul Shomad tentang membangkitkan semangat kerja, dikatakan bahwa semangat berasal dari lubuk hati yang paling dalam. Semangat harus terinstal dan menjadi satu bukan hanya atas keinginan kebendaan. Jika semangat itu terlahir dari kebendaan maka setelah kebendaan itu tercapai akan ada kekosongan batin.

Liat betapa banyak negara-negara maju yang secara materi tercukupi, ternyata angka bunuh diri justru semakin tinggi. Semangat kerja yang hanya dilandasi oleh materi jika tidak terkendali akan menyebabkan banyak penyimpangan. Berapa banyak orang yang awalnya berniat kerja dengan semangat kebendaan (materi) lalu berhasil dan setelah berhasil menggapai kebendaan itu hatinya kosong. Sehingga dia mencari kepuasan yang terlarang oleh agama. Dia merasa apa yang diraihnya adalah murni hasil kerjanya.

Oleh karena itu dalam konsep Islam untuk memupuk semangat haruslah didasarkan pada konsep ibadah yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Rasulullah SAW. Nabi agung pembawa risalah sampai akhir jaman yang ajarannya kaffah, tidak ada satupun hal yang belum diatur oleh Islam demikian juga dalam motivasi kerja. Kerja bagi Islam adalah bagian dari Ibadah. Ibadah untuk membantu maslahat bagi sesama.

Kerja memang mengharapkan gaji setiap bulan. Tapi untuk apa gaji itu? Untuk menafkahi keluarga. Dan ini adalah kewajiban, ini adalah bagian dari ibadah. Jadi, niat bekerja itu sesungguhnya adalah ibadah, dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Satu dinar yang engkau keluarkan di jalan Allah, lalu satu dinar yang engkau keluarkan untuk memerdekakan seorang budak, lalu satu dinar yang engkau yang engkau keluarkan untuk satu orang miskin, dibandingkan dengan satu dinar yang engkau nafkahkan untuk keluargamu maka pahalanya lebih besar (dari amalan kebaikan yang disebutkan tadi)” (HR. Muslim no. 995).

Jika niat ibadah, artinya kita bekerja bukan untuk atasan, bukan untuk perusahaan, bukan untuk rekan kerja. Semua itu hanya wasilah. Tapi sebenarnya kita bekerja untuk Allah. Ibadah itu untuk Allah, sehingga rasanya tidak layak kita bekerja sekedarnya dan memberikan harta kepada keluarganya yang halal dan toyyiban untuk keluarganya. Ibadah inilah yang menjadi tujuan penciptaan manusia. Allah berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ مَا أُرِيدُ مِنْهُم مِّن رِّزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَن يُطْعِمُونِ إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rejeki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi makan kepada-Ku. Sesungguhnya Allah Dia-lah Maha Pemberi rejeki Yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.” [Adz-Dzaariyaat: 56-58]

Setelah bekerja dan mendapatkan rejeki mari kita tidak lupa untuk bersedekah. Salurkan sedekah melalui rekening ZISWAF Kopsyah BMI 7 2003 2017 1 (BNI Syariah) a/n  Benteng Mikro Indonesia atau menggunakan Simpanan Sukarela : 000020112016 atau bisa juga melalui DO IT BMI : 0000000888 .(Sularto/Klikbmi)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *