Menyantuni Anak Yatim Dan Dhuafa

Info ZISWAF

Nasehat Dhuha Jumat, 7  Mei 2021 | Hari Ke-25 Ramadhan 1442 H | Oleh : Sularto

Klikbmi, Tangerang –  Kemarin (Kamis,6/5) Koperasi BMI telah menyantuni anak yatim dan dhuafa sebanyak 150 orang yang berada di sekitar Gerai Tangerang Gemilang. Ajaran berbagi kepada anak yatim dan dhuafa ini sungguh mulia, semoga pahalanya juga dapat dinikmati oleh kita semua sebagai pengurus, pengawas baik operasional maupun syariah, pengelola maupun oleh semua anggota . Pujian syukur kita lakukan bukan hanya pada ucapan juga pada tindakan atas titipan nikmat berupa harta yang kita miliki.

Santunan Anak Yatim Dan Dhuafa Di Masjid Muamalah Kompleks Gerai Tangerang Gemilang Oleh Kamaruddin Batubara, Presiden Direktur Koperasi BMI (Kamis,6/5)

Kita kemarin telah memberikan voucher belanja, santunan berupa uang tunai dan bingkisan lebaran berupa sajadah dan al quran. Voucher belanja mudah-mudahan mampu memberikan kegembiraaan bagi mereka yang menerima. Demikian juga santunan uang tunai, semoga bermanfaat memberikan senyuman pada mereka yang menerima. Dan bingkisan sajadah serta quran semoga mampu menjadikan mereka senantiasa beribadah kepada Allah SWT sehingga pahalanya terus mengalir bagi kita semua.

Menyantuni anak yatim adalah ajaran yang diajarkan dalam Islam. Ada tata cara menyantuni anak yatim sesuai dengan anjuran Nabi. Sebelum itu, apakah kamu tahu siapa yang termasuk anak yatim? Apa arti yatim? Yatim secara bahasa artinya infirad atau juga sendiri. Tiap yang sendiri di dalam bahasa Arab dinamakan dengan yatim. Ini termasuk juga makna al-yatimah yaitu janda yang sendiri. (Muhammad Abu Manshur al-Harawi w. 370 H, Tahdzib al-Lughat, h. 14/ 242, lihat pula: Ibnu Faris ar-Razi w. 395 H, Mujmal al-Lughat, h. 1/ 941).

Foto Penerima Santunan Bersama Pengawas Dan Pengelola Koperasi BMI

Dalam Syariah, pengertian yatim hampir sama dengan makna dalam bahasa, yakni orang yang ditinggal wafat oleh bapaknya dan dia belum balig. Disebutkan oleh Imam as-Syairazi as-Syafi’i (w. 476 H): “Yatim merupakan seorang yang tidak punya ayah dan dia belum balig. Sesudah orang itu balig, dia tak lagi disebut yatim.” (Abu Ishaq as-Syairazi w. 476 H, al-Muhaddzab, h. 3/ 301)

Abu Hurairah (RA) melaporkan Rasulullah (SAW) mengatakan, “Rumah terbaik di antara umat Islam adalah rumah di mana seorang yatim piatu dirawat dengan baik, dan rumah terburuk di antara umat Islam adalah rumah di mana seorang yatim piatu diperlakukan dengan buruk.” Adapun keutamaan menyantuni anak yatim ada beberapa. Berikut di antaranya:

  1. Menjadi teman Rasulullah SAW di surga. 
  2. Membersihkan pikiran, melembutkan serta menghilangkan kekerasan hati. 
  3. Menjadi penyembuh untuk beragam penyakit kejiwaan. 
  4. Mempunyai kepedulian sosial sebab menolong serta membantu orang lain yang membutuhkan diajarkan dalam Islam.

Kita wajib menyantuni anak yatim karena dia tidak lagi memiliki ayah yang menanggung nafkahnya. Tak hanya anak yatim, orang yang ditinggal meninggal oleh ibunya pun tetap wajib disantuni layaknya kita menyantuni anak yatim. Terlebih lagi bila dia ditinggalkan oleh kedua orang tuanya. Sementara itu istilah piatu dalam bahasa Indonesia merupakan sebutan untuk anak yang ibunya sudah meninggal. Bagi anak yang ditinggal meninggal oleh kedua orang tuanya, dia disebut yatim piatu. Selain itu, Rasulullah SAW bersabda, “siapapun yang memperlakukan seorang yatim piatu (laki-laki atau perempuan) dengan kebaikan dan kebajikan, dia dan aku akan dekat satu sama lain di Surga seperti dua jari ini.”

Nabi Muhammad SAW tidak memberikan contoh secara terperinci tentang bagaimana cara menyantuni anak yatim. Yang pasti, untuk menyantuni anak yatim caranya yaitu dengan memuliakan, memperhatikan serta memberi kasih sayang. Selain itu, cara lainnya adalah memenuhi kebutuhan hidupnya (seperti pangan, sandang, dan papannya) kesehatannnya, pendidikannya, dan semua yang diperlukan supaya anak tersebut menjadi anak yang saleh, mandiri serta berguna. 

Ada riwayat yang menyebutkan cara menyantuni anak yatim dengan membelai rambutnya, yang disebutkan dalam hadits berikut: “Diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa ada seorang laki-laki yang mengadukan kekerasan hatinya kepada Rasulullah saw, maka beliau bersabda: ‘Usaplah kepala anak yatim dan berilah makan orang miskin.’” [HR. Ahmad dengan perawi shahih]. Hadist ini menyebutkan mengusap kepala anak yatim serta memberi makan orang miskin akan memberikan pengaruh yang baik sekali pada orang yang melakukannya. Perbuatan tersebut bisa melembutkan hati yang keras. Mengusap kepala anak yatim merupakan cara memperlihatkan empati serta kasih sayang. Hal ini bukan merupakan sebuah ritual yang wajib dilakukan. Tentunya, yang boleh diusap kepalanya adalah kepala anak yatim yang belum dewasa. Dilarang bagi laki-laki dewasa mengusap rambut anak yatim perempuan karena akan menimbulkan fitnah.   Selain cara yang di atas, ada juga cara menyantuni anak yatim yang lainnya, yaitu dengan mengelola harta yang mereka miliki secara syariah. Adapun keuntungan yang diperoleh dipakai untuk pemenuhan kebutuhan mereka. 

Bentuk menyantuni anak yatim yang paling utama yaitu dengan cara membawa mereka ke dalam keluarga, lalu mencukupi kebutuhannya, mengajarinya dan mendidiknya hingga mereka balig. Penjamin anak yatim diharuskan untuk memperlakukan mereka layaknya keluarganya sendiri dalam urusan pangan, sandang, dan pendidikan. Menyantuni anak yatim merupakan hal yang dianjurkan dalam ajaran Islam. Selain membantu anak yatim, jangan lupa juga untuk meluangkan waktu dengan sebarkan aura positif dengan luangkan waktu membantu mereka.

Selain menyantuni anak yatim maka salah satu tugas dan kewajiban kita adalah menyantuni dhuafa. Kita kemarin telah membagikan voucher belanja di minimarket grosir GTG, memberikan santunan dan memberikan bingkisan lebaran berupa sajadah dan al quran. Semoga menjadikan aktifitas kita balasan pahala yang selalu mengalir sepanjang apa yang kita berikan ini digunakan. Mari salurkan sedekah terbaik kita sebagai bentuk ketatan kita melalui rekening ZISWAF Kopsyah BMI 7 2003 2017 1 (BNI Syariah) a/n  Benteng Mikro Indonesia atau menggunakan Simpanan Sukarela : 000020112016 atau bisa juga melalui DO IT BMI : 0000000888 dengan memilih Paket Takjil atau Paket Wakaf Al Qur’an Terjemahan dan atau memilih keduanya. (Sularto/Klikbmi)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *