Momentum Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Untuk Memperkuat Kasih Sayang Dan Akhlak

Edu Syariah

Nasehat Dhuha   Selasa, 19 Oktober 2021 | 12 Rabiul Awal 1443 H | Oleh : Ust Sarwo Edy, ME

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد

Klikbmi, Tangerang- Tepat hari ini, 12 Rabi’ul Awwal umat islam bergembira dan memperingati hari kelahiran Nabi dan Rasul kekasih Allah Khotamul ambiya’ wal mursaliin (Penutup Para Nabi dan Rasul) yang membawa risalah untuk umat akhir zaman yaitu Nabi Muhammad SAW.

Memperingati Maulid Nabi untuk mengenang perjuangan serta warisan atau peranan Nabi Muhammad SAW semasa hidupnya, mewarisi apa yang beliau tinggalkan kepada kita yakni Al-Qur’an dan Hadist serta akhlak beliau. Peringatan tersebut bagi umat islam adalah penghormatan dan pengingatan kebesaran dan keteladanan Rasulullah.

Banyak sekali keistimewaan-keistimewaan yang dimiliki oleh Rasulullah SAW. Maka tidak salah jika beliau diberi gelar manusia terbaik. Bahkan di dalam salah satu riwayat dikatakan bahwa Nabi Adam AS ketika masih di surga dan sebelum turun ke bumi sudah mengetahui bahwa akan ada seseorang yang menjadi kekasih Allah, yaitu Muhammad. Hal itu dikarenakan Nabi Adam melihat nama Nabi Muhammad selalu berdampingan dengan asma Allah tertulis meliputi Arsy, di seluruh tempat di langit, di kamar-kamar surga dan tempat lainnya. Oleh karenanya Nabi Adam mewasiatkan Nabi Syits untuk memperbanyak berzikir menyebut nama Baginda Nabi Muhammad SAW. Bahkan seluruh malaikat juga senantiasa berzikir menyebut namanya. Allah berfirman :

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya (QS. Al-Ahzab : 56)

Anjuran bergembira atas kelahiran Nabi Muhammad dinukil dari firman Allah SWT :

قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ

Katakanlah: “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan” (QS. Yunus : 58)

Diriwayatkan oleh Abu Syaikh, bahwasanya Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘anhu menafsirkan “karunia Allah” (Fadhillah) dengan agama Islam dan kata rahmatuhu dengan Nabi Muhammad SAW. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya dalam surah Al-Anbiya’ ayat 107, “Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam.” [Ad Durrul Mantsur karya Jalaluddin As Suyuthi]. Bahkan dalam suatu riwayat dikatakan bahwa Paman beliau, Abu Lahab (seorang kafir) diringankan siksanya setiap hari senin dikarenakan dia bergembira atas kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Rasulullah SAW adalah suri tauladan bagi seluruh umat. Bahkan Rasulullah diutus oleh Allah untuk menyempurnakan akhlak. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, Rasulullah SAW bersabda :

إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاقِ

Artinya: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.” (HR Al-Baihaqi)

Dalam pembahasan kali ini, beberapa akhlak Rasulullah SAW yang patut kita teladani :

Pertama, Akhlak beliau kepada Allah SWT

Akhlak beliau kepada Allah terbukti begitu sangat cintanya beliau kepada Allah SWT mengalahkan cinta beliau kepada selain-Nya. Dan mencintai ciptaan-Nya untuk mendapatkan cinta-Nya.

“Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah”(QS. Al-Baqarah :165)

Kedua, Akhlak beliau di dalam keluarga

Rasulullah sangat berlemah lembut kepada istri beliau. Firman Allah di dalam Surat An-Nisa’ ayat 19 dimana Allah memerintahkan kepada para suami terhadap istri-istrinya “Dan pergaulilah istrimu dengan cara yang baik, jika engkau dapati pada diri istrimu itu ada watak dan tabiat yang kurang berkenan di hatimu bersabarlah, karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak”

Ketiga, Akhlak beliau di dalam masyarakat

Beliau sangat mencintai orang lemah yakni orang-orang yang sangat membutuhkan perhatian dan pertolongan termasuk orang-orang yang lemah dalam sisi harta.

“Muhammad adalah utusan Allah, dan orang-orang yang bersama dengan dia bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka (QS. Al-Fath : 29)

Dalam riwayat Abdullah bin Amr Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah SAW pernah bersabda tentang pentingnya saling menyayangi:

Orang-orang yang memiliki sifat kasih sayang akan disayang oleh Allah yang Maha Penyayang, sayangilah semua yang ada di bumi, maka semua yang ada di langit akan menyayangimu (HR. Tirmidzi)

Keempat, Akhlak beliau di dalam berbisnis, berdakwah dan kehidupan sehari-hari

Beliau menjadikan sifat sidiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan) dan fathonah (cerdas) sebagai dasar kesuksesan beliau dalam mendakwahkan agama islam serta dalam berbisnis.

Akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an dan Rasulullah adalah tauladan yang sempurna bagi manusia. Kecintaan dan ketaqwaan beliau kepada Allah serta kasih sayang dan akhlak beliau kepada manusia menjadikan beliau dicintai oleh penduduk langit dan bumi. Wallahu a’lam bish-showaab.

Mari terus ber-ZISWAF (Zakat,Infaq,Sedekah dan Wakaf) melalui rekening ZISWAF Kopsyah BMI 7 2003 2017 1 (BSI eks BNI Syariah) a/n Benteng Mikro Indonesia atau menggunakan Simpanan Sukarela : 000020112016 atau bisa juga melalui DO IT BMI : 0000000888. (Sularto/Klikbmi)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.