Nggak Nanggung-Nanggung, Kopsyah BMI Serahkan Rumah Gratis Ke 359 Untuk Warga Nanggung

BMI Corner

عن أبي هريرة رضي الله عنه: أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: إذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إلاَّ مِنْ ثَلاَثَةِ: إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Dari Abu Hurairah RA berkata: Rasulullah bersabda: “Apabila manusia itu meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga: yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak sholeh yang mendoakan kepadanya.” (HR Muslim).

Klikbmi, Bogor – Tak ada kata berhenti bagi Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) untuk terus memberi cinta, kebahagiaan dan manfaat bagi anggota dan masyarakat. Seperti itulah yang tergambar di wajah Emut (67). Warga Kampung Lukut, Desa Parakan Muncang, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor itu bahagia setelah rumahnya dibangun ulang lewat program hibah rumah siap huni (HRSH) Kopsyah BMI Kamis, 21 April 2022.

BACA JUGA : 10 Fakta Aksi Bagi Rumah Gratis Koperasi BMI Di Bogor, Nomor 10 Selalu Diingat

Rumah gratis Kopsyah BMI yang dibangun untuk Emut merupakan unit ke 359. Emut merupakan anggota rembug pusat Kemuning Kopsyah BMI Cabang Nanggung. Setelah acara pemotongan pita, Emut langsung mencium lantai keramik rumahnya yang baru yang sebelumnya beralaskan kayu (rumah panggung-red).

Para tamu undangan dan Ibu Emut memberikan Salam Bogor Pancakarsa usai penyerahan HRSH ke 359 di Desa Parakan Muncang, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

”Terima Kasih ya Allah, hatur nuhun,” Emut berkali kali melakukan sujud. Wanita yang sudah 15 tahun menjanda itu, berkali-kali memeluk dua buah hatinya dan dua kakak perempuannya. Kelimanya menangis bahagia bersama.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bogor dan Sekcam Nanggung Suharsono yang ikut dalam acara berusaha menenangkan Ibu Emut. ”Alhamdulillah ya bu, rezeki Allah SWT datang tak disangka-sangka. Wasilah-nya datang jadi anggota BMI. Doakan sama Ibu Emut agar bapak dan ibu-ibu di Kopsyah BMI sehat selalu dan dilapangkan rezekinya. Tolong rumahnya dijaga bu,” pesan Sekcam Nanggung Suharsono kepada Ibu Emut.

Siang itu, sekitar 50 warga kampung memenuhi undangan peresmian HRSH untuk Ibu Emut. Sebagian besar yang hadir adalah anggota BMI. Peresmian berlangsung ramai, kendati puasa sekalipun. Di Desa Parakan Muncang, kiprah Kopsyah BMI tengah berkibar. Di desa yang tak jauh dari Pertambangan Emas Pongkor, BMI telah melayani 382 anggota dari 900 anggota di Cabang Nanggung.

Dalam sambutannya, Direktur Operasional Kopsyah BMI Yayat Hidayatullah menerangkan bahwa HRSH merupakan wujud Kopsyah BMI yang bukan semata-mata memperoleh profit tetapi juga benefit sosial untuk anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Seperti amanat pasal 4 UU Nomor 25 Tahun 1992 Tentang Koperasi.

Direktur Operasional Kopsyah BMI Yayat Hidayatullah mengajak tamu undangan yang hadir bergotong royong membangun ekonomi Kecamatan Nanggung lewat berkoperasi.

”Kehadiran BMI di Nanggung seperti bernostalgia. Karena di Tahun 2004, baik Presdir Koperasi BMI Pak Kamaruddin Batubara, saya dan pengurus lainnya belajar grameen bank di sini. 17 tahun kemudian, kami hadir di sini, melayani warga Nanggung agar taraf kesejahteraan keluarganya terangkat,” ujar Yayat.

Dijelaskanya, pembangunan Rumah Ibu Emut berasal dari dari dana kebajikan yakni 1 persen setiap pencairan pembiayaan. 50 persen dari 1 persen tersebut diperuntukkan untuk sosial pemberdayaan sementara 50 persen lagi dipakai untuk pengembangan diri atau Capacity Building. ”Jadi ibu-ibu, pembangunan ini hasil gotong royong dari ibu-ibu yang mengakses pembiayaan dari Kopsyah BMI,” jelas Yayat.

”HRSH menjadi bukti pembeda antara BMI dengan koperasi lainnya. Dengan itu saya mengajak siapapun yang hadir di sini yang belum menjadi anggota untuk menjadi anggota. Dan bapak-ibu bisa melihat sendiri, inilah bentuk dari manfaat menjadi anggota (HRSH) Kopsyah BMI,” ajaknya.

Yayat mengatakan bahwa HRSH adalah bentuk syiar koperasi jika dikelola dengan baik maka akan memberikan manfaat bagi anggota dan masyarakat. Koperasi BMI bukan hanya menjalankan simpan pinjam saja tapi melakukan pemberdayaan dan sosial. Aspek ini yang membuat BMI menjadi pembeda dengan lembaga keuangan lain.

Kadiskop UKM Kabupaten Bogor Asep Mulyana Sudrajat memberikan jempol kepada Kopsyah BMI yang terus konsisten memberikan kontribusi sosial bagi pembangunan warga Bogor.

 “Dengan Bapak dan Ibu menyimpan di sini, tanpa ibu tahu kita sudah menyerahkan 359 rumah gratis. Di Kabupaten Bogor, BMI telah menyerahkan 13 rumah gratis. Semua dari infaq dan dana kebajikan anggota BMI. BMI pun telah memiliki 9 ambulans yang gratis dipakai anggota atau warga yang membutuhkan, sopir dan bensin gratis, di sini ada yang mau coba?” Pertanyaan Yayat disambut derai tamu undangan dan anggota yang hadir.

Selain itu, sambung Yayat, Kopsyah BMI menganjurkan agar anggota mengajukan pembiayaan sesuai kemampuannya. Ini dilakukan agar roda usaha anggota tetap berputar dan berkah. Yayat juga mengingatkan agar anggota tetap bersemangat menabung.

Dalam sambutannya, Kadiskop UKM Kabupaten Bogor Asep Mulyana Sudrajat  mengaku, baru BMI, sebagai koperasi sekaligus lembaga keuangan di Kabupaten Bogor yang memberikan hibah rumah kepada anggota dan non anggotanya. Hal ini yang menurutnya menjadi pembeda antara BMI dan lembaga keuangan lainnya.

“Baru ini saya melihat koperasi yang begitu peduli terhadap kaum dhuafa dan anggotanya. Dan Alhamdulillah, BMI terus konsisten memberikan benefit kepada anggota, termasuk warga Kabupaten Bogor. Semoga apa yang dilakukan BMI ke depan selalu mendapat ridho dan keberkahan dari Allah SWT,” terangnya.

Dalam sambutannya, Asep Mulyana menerangkan, bahwa lima pilar pembangunan Model BMI Syariah yakni kesehatan, sosial, ekonomi, pendidikan dan spritual sejalan dengan visi misi Bogor Pancakarsa.Visi misi Kabupaten berjuluk Tegar Beriman tersebut ada lima yakni, Bogor membangun (infrastruktur rakyat), Bogor Cerdas (peningkatan sektor pendidikan) Bogor Maju (kemandirian masyarakat dan iklim investasi), Bogor Sehat (program kesehatan masyarakat), Bogor Berkeadaban (dukungan pemkab untuk peningkatan rohani masyarakat). 

”Dan semuanya sudah BMI punya baik lewat program pembiayaan, simpanan dan sosial. Inilah koperasi yang sebenar-benarnya,” terang Asep.

Selain Kadiskop UKM Kabupaten Bogor Asep Mulyana Sudrajat dan Sekcam Nanggung, Peresmian dihadiri juga oleh Kapolsek Nanggung AKP Ahmad Budi S dan Kades Parakan Muncang Mauludin. Termasuk, Ketua Pengawas Operasional Kopsyah BMI H Didi Budiharta, Manajer ZISWAF Casmita, Manajer Area 10 Ruslan Rohendi dan Manajer Cabang Nanggung Senoaji Purwanto.

(TOGAR HARAHAP/KLIKBMI)  

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.