Orang Yang Bangkrut Di Akherat

Info ZISWAF

Nasehat Dhuha Rabu, 5  Mei 2021 | Hari Ke-23 Rmadhan 1442 H | Oleh : Sularto

Klikbmi, Tangerang –  Sahabat BMI Kliker yang berbahagia, hari ini kita memasuki puasa ke -23. Alhamdulilah 22 hari Ramadhan telah kita lewati. Namun ada nuansa kesedihan karena Ramadhan bulan agung cepat berlalu. Tema kita hari ini adalah orang yang bangkrut di akherat. Dalam sebuah hadis sahih Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam (SAW) mengabarkan orang-orang yang bangkrut pada hari kiamat. Betapa meruginya mereka yang mengalami bangkrut tersebut. Bangkut di sini ternyata bukan orang mengalami kerugian dalam bisnis dan perdagangan. Tetapi lebih dari itu, Rasulullah mengingatkan agar umatnya jangan sampai mengalami hal itu di hari kiamat.

Apabila seseorang mengalami bangkrut di hari kiamat, ia akan menjadi penghuni neraka yang pedih dan amat berat siksanya. Penyebab seseorang menjadi bangkrut di hari kiamat adalah karena  kezalimannya kepada orang lain. Semua amal saleh yang dilakukannya di dunia akan hilang karena perbuatan buruknya itu. 


Berikut sabda Rasulullah SAW:

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ وَعَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ قَالَا حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ وَهُوَ ابْنُ جَعْفَرٍ عَنْ الْعَلَاءِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَتَدْرُونَ مَا الْمُفْلِسُ قَالُوا الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لَا دِرْهَمَ لَهُ وَلَا مَتَاعَ فَقَالَ إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ


Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id dan ‘Ali bin Hujr keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami Isma’il yaitu Ibnu Ja’far dari Al A’laa dari Bapaknya dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW pernah bertanya kepada para sahabat: “Tahukah kalian, siapakah orang yang bangkrut itu?” Para sahabat menjawab: ‘Menurut kami, orang yang bangkrut di antara kami adalah orang yang tidak memiliki uang dan harta kekayaan.’

Rasulullah SAW bersabda: ‘Sesungguhnya umatku yang bangkrut adalah orang yang pada hari kiamat datang dengan salat, puasa, dan zakat, tetapi ia selalu mencaci-maki, menuduh, dan makan harta orang lain serta membunuh dan menyakiti orang lain. Setelah itu, pahalanya kitambil untuk diberikan kepada setiap orang dari mereka hingga pahalanya habis, sementara tuntutan mereka banyak yang belum terpenuhi. Selanjutnya, sebagian dosa dari setiap orang dari mereka kitambil untuk dibebankan kepada orang tersebut, hingga akhirnya ia dilemparkan ke neraka.’ (HR. Muslim No. 4678)

Nilai suatu ibadah bergantung sekali pada bagaimana seseorang bisa memaksimalkan pelaksanaan pesan moral yang ada dalam ibadah tersebut. Semakin maksimal kita melaksanakan pesan moral dalam ibadah tersebut, akan semakin luas jalan bagi kita untuk berdekatan dengan Allah dan berdekatan dengan sesama makhluk Allah. Bisa jadi seseorang melakukan ibadah di bulan Ramadhan, menjalankan puasa sesuai dengan hukum fikih, tetapi kita tidak melaksanakan pesan moral dari ibadah puasa itu.


Ketika Rasulullah SAW menerima kabar bahwa ada seorang perempuan yang memaki pembantunya di siang hari bulan Ramadhan, Rasulullah SAW mengutus seseorang untuk membawa makanan agar dimakan oleh perempuan tersebut. Perempuan tersebut mengatakan bahwa kita sedang berpuasa, namun Rasulullah SAW mengatakan, “Mana mungkin kamu berpuasa”. Karena orang berpuasa itu tidak memaki, tidak berkata kotor, tidak menebar fitnah, tidak menebar hoaks. Ini pesan moral dari ibadah Ramadhan. Dalam Al Quran dijelaskan tentang ketentuan puasa bagi setiap Muslim dan Muslimah yang punya uzur syar’i seperti karena usia lanjut atau penyakit yang membuat kita tidak bisa berpuasa. Al Quran mengingatkan agar kita melaksanakan pesan moral ibadah puasa dengan menyiapkan fidyah untuk fakir miskin. Demikian tinggi pesan moral dan nilai dari setiap ibadah yang kita lakukan.

Mari kita beribadah dengan baik dan tanpa menyakiti siapapun, boleh jadi kita bersedekah tapi kita kadang mengeluarkan kata yang menyakiti orang yang kita berikan sedekah. Ini juga akan melemparkan kita ke  neraka. Mari salurkan sedekah terbaik kita sebagai bentuk ketatan kita melalui rekening ZISWAF Kopsyah BMI 7 2003 2017 1 (BNI Syariah) a/n  Benteng Mikro Indonesia atau menggunakan Simpanan Sukarela : 000020112016 atau bisa juga melalui DO IT BMI : 0000000888 dengan memilih Paket Takjil atau Paket Wakaf Al Qur’an Terjemahan dan atau memilih keduanya. (Sularto/Klikbmi)

Share on:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *